(Not) Cinderella Wedding

(Not) Cinderella Wedding
Bab 25 : Pesta


__ADS_3

Sebuah helicopter mendarat di sebuah bandara yang telah dijaga oleh banyak pria berseragam hitam. Mederick menuntun Ariella keluar dari Helicopter itu menuju sebuah pesawat jet berwarna putih yang terparkir dengan rapi di lapangan bandara.


“Ku kira kita akan ke Italia dengan helicopter” Seru Ariella


“Jangan bercanda, kau bisa jet lag jika kita menggunakan helicopter. Tunggu di sini” titah Mederick yang Ariella patuhi. Ella menatap Mederick yang berjalan menuju seorang pria berseragam pilot. Sepertinya pria itulah yang akan membawa jet ini.


Ariella menatap jet itu dengan takjub. Ada tulisan Wston Airlines di badan pesawat. Tulisan berwarna abu-abu yang dibuat seperti ukiran.


Ariella kembali menatap kearah Mederick. Keduanya terlihat berbincang sebelum akhirnya Mederick kembali ke arahnya dan membawanya memasuki jet itu.


Setelah menembuh perjalanan udara selama 17 jam akhirnya jet pribadi milik Mederick mendarat di Milan dengan selamat. Kali ini Mederick menetap di mansion lamanya.


Mansion itu hanya dihuni oleh para pelayan dan satu orang kepala pelayan yang bertugas mengatur semuanya termasuk kedatangan Mederick dan Ariella ke tempat itu.


Kepala pelayan itu bernama Cain, usianya sekitar 55 tahun. Ariella bisa menebaknya saat Cain menyambut mereka di depan pintu dengan menunduk hormat “Selamat datang Tuan Muda dan Nyonya Muda” Sapa Cain.


Ariella tersenyum begitupula dengan Mederick. Pria itu menyapa Cain dengan akrab “Lama tidak bertemu Cain”


“Suatu kehormatan bertemu dengan anda lagi Tuan Muda. Kamar dan makan malam anda sudah kami siapkan Tuan”


Mederick mengangguk sebagai jawaban lalu merangkul Ariella masuk ke dalam Mansion. Mansion ini memang tidak sebesar Mansion Mederick di Washington.


Jika Mansion Mederick penuh dengan peralatan mewah seperti istana eropa kuno maka Mansion ini lebih lekat dengan kesan minimalis dan sederhana yang membuat pendatang merasa nyaman. Bahkan disisi kanan ada rumah kaca yang sangat menarik minat Ella untuk berada disana.


“Kau suka tempat ini?” Tanya Mederick. Dia bisa melihat Ariella yang merasa nyaman dengan Mansion ini.


“Aku suka suasananya”


“Mansion ini namanya Mansion Parliv Singkatan dari Paradise live. Ibuku yang menamakannya”


“Ibumu kreatif juga” Mederick tersenyum tipis “Ayo ku ajak kau keliling mengenal tempat tinggalku saat kecil” Ajak Mederick


Pria itu terlihat bersemangat mengenalkan bagian-bagian Mansion pada Ariella. sepertinya ada banyak kenangan yang masih pria itu simpan mengenai tempat ini.

__ADS_1


“Dan terakhir rumah kaca ini. Ibuku menyukai mawar putih jadi dia memenuhi tempat ini dengan mawar putih seperti sekarang. Kadang aku suka mematahkan tangkai mawar dan akhirnya Ibu memarahiku” Ucap Mederick.


Ariella menyimak dengan seksama semua ucapan Mederick. Dia hanya jika dirinya hanya perlu menjadi pendengar yang baik dan memberi respon bila Mederick bertanya karena Ariella tau jika pria itu sedang mengenang masa indahnya sendiri. saat kedua orang tuanya masih hidup.


-


-


Malam ini Mederick dan Ariella menghadiri sebuah pesta yang diadakan oleh salah satu rekan bisnis Mederick. Pesta kali ini diadakan disebuah hotel di Milan. Ariella menggunakan gaun malam yang tertutup namun elegan. Gaun yang dipilihkan oleh Mederick secara khusus.


Ariella melirikan pandangannya, suasana pesta ini berbeda dari pesta yang biasa dia datangi dengan Andrew. Suasana pesta kalangan atas sudah pasti berbeda dengan pesta formalitas perusahaan.


Para tamu mempertontonkan kemewahan diri mereka terlebih lagi pesta kalangan atas seperti ini adalah salah satu tempat untuk mendapat relasi lebih kuat.


Ella akui di dunia bisnis Mederick sangat dikenal. Bukan hanya karena sosoknya yang tersembunyi dibalik topeng seperti sekarang ini namun juga karena dia pria yang cerdas dan bisa memimpin dengan baik.


“Mr. Winston” Seorang wanita datang menghampiri Mederick. Wanita itu adalah rekan bisnis Mederick, pewaris dari sebuah perusahaan yang Ella ketahui bernama Xeva. Salah satu wanita yang sempat dijodohkan dengan Mederick namun gagal karena Xeva yang mengancam akan bunuh diri jika perjodohan itu dilakukan. Itulah berita yang pernah Ariella dengar sebelumnya.


“Kupikir kau akan datang tanpa topeng kali ini” Lanjut Xeva


“Ah, jadi ini wanita yang membuatmu menolakku?” Xeva menatap Ella dengan tatapan menilai. Ariella bersikap tidak peduli sama sekali. Namun berbanding terbalik dengan otaknya yang memikirkan ucapan Xeva. Mederick menolak Xeva?


“Jangan menatapnya seperti itu” Mederick bersuara tenang namun dalam.


“Baiklah, Baiklah maafkan aku. Aku suka melihat fitur wajah cantiknya” Puji Xeva


“Terima kasih atas pujiannya. Saya justru menyukai model gaun yang anda gunakan” Balas Ariella. Dia tidak berbohong, Ariella menyukai gaun yang digunakan Xeva, model gaun offshoulder panjang menjuntai dengan belahan disisi kanan sampai setengah pahanya.


“Benarkah? Aku mendesain ini sendiri loh, jika kau mau aku akan membuatkan desainnya untukmu” tawar Xeva


“Jangan” Tolak Mederick cepat membuat Xeva tersenyum geli


“Astaga, aku tidak tau jika Mr. Winston pria seperti ini” Ucap Xeva dengan kekehan gelinya. Xeva menjadi yakin jika alasan gaun yang digunakan oleh Ariella saat ini adalah karena Mederick tidak ingin pria lain melihat tubuh Ella.

__ADS_1


Xeva mendekat kearah Mederick dan berbisik pelan “Aku akan mengirimkan gaun yang pastinya akan sangat kau sukai untuknya” Setelah itu Xeva lalu pergi dengan senyuman puas.


Ariella menggelengkan kepalanya. Dia tau jika Xeva tidak memiliki maksud jahat dan hanya sekedar menggoda saja.


“Selamat malam, Mr. Winston” Seorang pria paruh baya menyapa Mederick. Mendengar suara pria itu membuat Ariella mematung, dia menatap pria itu dengan seksama. Seperti menyelidiki sesuatu yang tersembunyi dibalik wajahnya yang tersenyum lebar


Ariella bahkan tidak sadar jika obrolan Mederick dan pria itu sudah berakhir. Dia baru tersadar saat pria itu sudah menjauh dari tempat mereka berada.


“Apa yang kau lamunkan?” Tanya Mederick memecah lamunan Ariella.


“Pria itu siapa?” Ariella bertanya balik


“Drevon Archard?” Mederick menyebutkan nama pria paruh baya yang barusan berbicara dengannya


Drevon Archard? Ariella tidak pernah mendengar nama itu tapi dia merasa tak asing dengan wajahnya.


“Apa dia memiliki keluarga?” Tanya Ariella


“Hm.. dia punya istri tapi sudah meninggal dan anaknya ada dirumah sakit jiwa. Kenapa? Kau ingin aku menyelidiki pria itu?”


“Tidak. Aku akan melakukannya sendiri” Batin Ariella di akhir kalimatnya.


Pesta terus berjalan sebagaimana semestinya. Ariella menatap para pengusaha yang terus berbicara tentang bisnis. Ella jadi kasihan dengan tuan rumah acara ini yang mungkin akan sangat terpukul jika tau ada penyusupan di pestanya sendiri.


Kedatangan Ariella kali ini adalah untuk menemani Mederick mencari sasaran pria itu yang bernama Yamada. Tapi sejak sejam yang lalu Mederick tidak bergerak sama sekali. Hingga di menit ke lima setelahnya Mederick mendekat dan mengajaknya menjauh dari ballroom.


“Gunakan ini” titah Mederick. Ariella mengambil topeng perak yang diberikan oleh Mederick dan mengunakannya.


Mederick merangkul pinggang Ariella dan membawanya pada sebuah ruangan yang menjadi jalan masuk kasino besar. Mederick mengatakan jika ditempat itulah transaksi ilegal biasanya dilakukan.


Ariella menatap sebuah meja bundar yang berisi beberapa jenis chip yang berbeda. Mederick membawanya menuju salah satu meja yang berisi seorang pria cukup berumur sedang tertawa lebar karena memenangkan banyak chip


“Mr. Yamada”

__ADS_1


Ariella menatap Mederick. Rupanya pria itulah yang menjadi incaran mereka.


To be continuee💗


__ADS_2