(Not) Cinderella Wedding

(Not) Cinderella Wedding
Bab 14 : Second Kiss


__ADS_3

“Sial, aku lupa kalau tidak memiliki baju” ucap Ariella kesal


Ia menatap kemeja putih yang menggantung, dengan sedikit keraguan gadis itu mengambil dan menggunakannya. Ia juga menggunakan celana pendek yang ia yakini milik Mederick.


Kemeja putih kebesaran itu mengantung sebatas pahanya. Dengan tangan yang ia lipat sebatas siku. Ia menatap penampilannya didepan cermin.


“Pria itu tidak akan memarahiku karena menggunakannya kan?” Tanya Ariella entah pada siapa karena hanya dirinya sendiri diruangan itu. Setelah berdamai dengan dirinya sendiri Ariella melangkah keluar.


“Kau sudah selesai?” Tanya Mederick tanpa menoleh. Ariella dengan cepat menenangkan dirinya yang sedikit terkejut kala suara itu memasuki indra pendengarannya. Ariella menatap Mederick. Pria itu sudah menggunakan kaos polos berwarna hitam dengan celana sebatas lutut.


“Ya. Ku pikir kau akan tidur di kamar lain” jawaban Ariella membuat Mederick menoleh. Tatapan pria itu mengkilat, membuat Ariella ingin segera pergi dari ruangan itu sekarang juga.


“Kau menggunakan kemejaku?” suara Mederick memberat dengan tatapan yang masih terfokus pada Ariella. Mederick melangkah mendekat dengan perlahan.


“Hanya ada kemeja ini disana. Kau tidak akan memukul atau membunuhku hanya karena memakai kemejamu kan?” ucap ariella.


“Dan juga mengunakan celanaku?” tanya mederick lagi

__ADS_1


“Aku tidak punya dalaman disini” jawab Ariella tenang meskipun jantungnya berpacu ketika Mederick mendekat padanya.


“Apa kau marah?” tanya Ariella lagi.


Langkah Mederick terhenti tepat berada didepan Ariella. Mederick menunduk berbisik tepat di depan wajah gadis itu bahkan hidung mereka kini bersentuhan.


“nope, but now you’re in danger nughty girl”


DOR


PRANGG PYARR


“K-kau membunuhnya?” ucap Ariella terbata. Gadis itu menoleh kearah Mederick yang dengan tiba-tiba langsung menciumnya. Bibir Mederick mendarat di bibir Ariella membuat sang empunya membeku beberapa saat. Ini kedua kalinya mereka berciuman dan hanya dalam waktu satu hari.


Dengan paksaan dari satu pihak, Mederick memainkan bibir Ariella, lidahnya menerobos masuk meskipun tak mendapat izin dari lawannya.


Mederick melepaskan ciuman itu, hidungnya bersentuhan dengan hidung Ariella. Pandangan mereka saling bertemu.

__ADS_1


“Kau payah dalam berciuman”


Ariella akui ia memang payah dalam berciuman karena dia tidak pernah melakukan ini sebelumnya.


Ariella ingin membuka mulutnya, menjawab ucapan Mederick tapi Mederick kembali membungkam bibirnya. Membuatnya terengah karena kehabisan nafas. Ciuman kali ini lebih intens dari sebelumnya.


Langkah Mederick menuntun Ariella untuk terbaring di tempat tidur masih dengan bibir yang menyatu Mederick berada diatas Ariella. menekan gadis itu dibawah kuasanya.


“Tu-tunggu..hmm der..” Ariella menyadari situasinya yang berbahaya. Dengan sekuat tenaga ia mendorong dada bidang Mederick hingga membuat ciuman mereka terlepas. Sepertinya pria itu memang ingin menghentikannya sejenak. Membiarkan Ariella menarik nafas. Mederick terdiam masih dengan posisi berada diatas Ariella. Menatap dalam manik coklat terang itu


“Aku suka panggilanmu” setelah mengatakan itu Mederick kembali mencium Ariella. Bibirnya bergerak mengecap basah bibir mungil ariella yang membengkak kemerahan akibat gigitan pelan pria itu.


“Se-sebentar..”


Ariella tak dapat berbuat apa-apa ketika Mederick kembali menarik dan mengunci pergerakannya. Menekan tengkuknya agar ciuman itu semakin dalam. Ariella menatap Mederick. Kedua mata abu itu tertutup sempurna. Sensasi menggelitik ketika napas Mederick berhembus dengan kasar didepan wajahnya membuat gadis itu ikut memejamkan mata. Menikmati bibir pria itu yang kini menggigit kecil bibirnya.


Ariella meringis ketika mederick mengigit keras bibirnya. Membuat bibirnya terluka dan berdarah namun rupanya hal itu semakin membuat Mederick memperdalam ciumannya. Decapan bergairah terdengar dikamar hotel yang senyap itu.

__ADS_1


To be continuee💗


__ADS_2