
Macau
11.50 PM
Sebuah pesawat pribadi mendarat di sebuah tempat dengan penjagaan berlapis dengan pria-pria besenjata lengkap yang berjaga disetiap sisinya. Sebuah markas besar yang terbuat dari kerangka baja terkuat.
Seorang pria turun dari pesawat itu. Pria itu berjalan melewati orang-orang bersenjata lengkap yang berbaris rapi di sisi kanan dan kiri.
Mederick Winston melangkah masuk diikuti Jack yang setia dibelakangnya. Pria itu duduk di sofa single sedangkan Jack berdiri disisi kirinya. Seseorang mendekat kearahnya.
“Tuan, polisi sudah berjaga di dermaga”
“Lebih lambat dari yang ku duga” Mederick menyeringai yang membuat pria itu ngeri.
“Apa anda ingin ke dermaga tuan?” Pria itu bertanya dengan hati-hati.
“Tidak, aku ingin melihat apakah Ezel berhasil dengan tugasnya.” Pria itu menunduk lalu mundur dengan cepat. Ia kembali ke posisinya, kembali berjaga seperti sebelumnya.
“Jack siapkan helicopter” Mederick memerintah serius. Pria itu masuk ke ruang senjata, mengambil sebuah sniper dan shotgun yang sudah dirakit sedemikian rupa. Ia melangkah keluar dengan tas berisi senjata dan peluru. Helicopter dengan tanda Wston Airlines mendarat tak jauh darinya.
Mederick berada di dalam helicopter tepat berada di atas lautan. Tatapannya tertuju pada 5 buah kapal pengangkut yang berlayar. Helicopter itu mendekat bersamaan dengan Mederick yang melompat turun menggunakan tali ke kapal yang berada di paling depan.
“Sebuah kejutan bagiku seorang Winston mengunjungiku kesini” Ucap seorang pria seumuran Mederick.
“Penyelundupan yang payah” Mederick mendekat pada seorang pria yang menyambutnya.
“Kau membunuh mereka semua? Termasuk nahkodanya?” lanjut Mederick ketika mendapati bercak darah disisi kapal dan kapal yang tidak memiliki nahkoda
“Tidakkah kita harus membunuh semua orang yang membuat kita merugi, Derick?” Ezel menatap Mederick datar.
Mederick menyeringai ini yang ia sukai dari Ezel. Pria dengan mata hijau itu mengingat betul cara kerjanya.
“Berapa jumlahnya?” Tanyanya
“Totalnya ada 2 ton. Sepertinya Setle benar-benar akan bangkrut setelah ini” jawab Ezel. Mederick mengangguk. 2 ton barang ini pasti digunakan untuk saham Perusahaan Settle tapi sayangnya 2 ton barang ini juga didapat dengan hasil berkhianat padanya. Dan Mederick sangat membenci pengkhianat.
“Biarkan 100 kg sampai ke macau sisanya pasarkan di pasar gelap, anggap saja sebagai ganti rugi Setle” Ucap Mederick
__ADS_1
“Kenapa?” tanya Ezel
“Biarkan itu menjadi bukti pekerjaan tim satuan polisi, mereka sudah berjaga di dermaga”
Ezel terdiam. Ia tidak berpikir tentang itu tadi, jika polisi sudah berjaga pasti mereka sudah tau dengan jelas bahwa akan ada penyelundupan disana.
“Aku selalu mengagumi cara berpikirmu” Ezel memuji Mederick. Pria bermanik hijau itu melirik sekilas pada tangan Mederick.
“Tapi Aku kecewa..” Mederick menatap Ezel sekilas. Pria itu melanjutkan kalimatnya
“Kau menikah disaat aku sedang dalam misi, sungguh mengecewakan. Padahal aku ingin lihat bagaimana rupa kakak iparku” ucapnya.
“Dia cantik”
Ezel mematung. Pria itu menampar pipinya sendiri menyadarkan bahwa ia tidak bermimpi dan benar ini bukan mimpi, Mederick menyebut seorang wanita cantik. Hell, Ia tidak menyangka Mederick yang dingin dan kejam itu akan berbicara seperti itu.
“Aku jadi ingin bertemu dengannya, Ariella Darwin kan?”
Mederick menoleh dan menatap Ezel dengan tatapan tajam dan mematikan, membuat Ezel menelan ludahnya menyesal dengan apa yang ia ucapkan. Ezel tahu Mederick kesal.
“Don’t you dare!”
“Selesaikan semuanya dan pergilah ke Alaska, Jeff menunggumu disana” Ucap Mederick bersamaan dengan tangannya yang meraih tali yang menggantung dari helicopter.
“Sepupu sialan, kau sengaja mengirimku kesana!” Ezel berteriak sedangkan Mederick yang sudah berada di dalam helicopter tersenyum tipis. Sudah Ezel bilang bukan Mederick itu mudah menggila dan sekali menggila pasti akan sangat menyulitkan dirinya.
“Kemana tujuan anda tuan?” tanya Jack. Asisten Mederick itu untuk saat ini beralih profesi menjadi pilot pribadi Mederick.
“Mansion” Jack mengangguk, pria itu mengarahkan helicopter menuju salah satu mansion Mederick yang berada di Macau.
“Putar arah” mendengar itu Jack terdiam ia menoleh kebelakang setelah menyalakan auto pilot.
“Maaf tuan?” Jack bertanya sekali lagi untuk memastikan
“ku bilang putar arah” ucap Mederick lagi
“Tapi ini arah ke mansion, Tuan” Jack mengernyit bingung, kerutan samar terlihat di dahinya
__ADS_1
“Kau tau mansion mana yang ku maksud Jack?” ucap Mederick dengan bibir yang tersenyum, sayangnya senyum itu justru terlihat menakutkan bagi Jack. Jangan bilang Mansion..
“Mansion utama di Washington”
JDERR
Bagai terkena sambaran petir Jack langsung mematung. Jangan bercanda jarak Macau dan Washington itu jauh dan ini sudah hampir jam 02.00 AM. Tidak bisakah tuannya itu beristirahat malam ini di Macau dan pulang besok?
Srek..
“Masih tidak berbalik?” ucap Mederick. Suara senjata yang Mederick pegang lebih menarik indra pendengarannya Jack, dengan cepat Jack memutar arah menuju London.
“Silahkan tuan beristirahat, kita akan tiba di Washington siang hari” Ucap Jack dengan nada ramah
“Aku tau” Mederick mendengus sedangkan Jack menangis, ia juga lelah dan ingin beristirahat.
-
-
Setelah menumpuh perjalanan dengan penerbangan yang cepat akhirnya Jack mendaratkan helicopternya pada halaman belakang Mansion tepat dipukul 06.42 AM. Mata Mederick yang sejak tadi terpejam kini terbuka ketika Helicopter sudah mendarat.
“Kau libur untuk 2 hari kedepan” Ucap Mederick lalu melangkah turun memasuki mansion yang pintunya dibukakan oleh penjaga.
Sedangkan Jack, ia bersorak kegirangan setidaknya untuk 2 hari kedepan ia bisa bebas bersenang-senang seperti para pria di Washington. Mungkin club malam bukanlah pilihan yang buruk untuknya.
Mederick memasuki kamarnya. Senyumnya terbit ketika melihat seorang gadis tengah tertidur diatas ranjangnya dengan tubuh membelakanginya. Mederick melepaskan kemejanya dan mengganti celananya dengan celana pendek. Perlahan pria itu menaiki ranjang dan ikut merebahkan diri disamping Ariella, ia membawa Ariella ke dalam dekapannya.
“Aku pulang” bisik Mederick.
✨✨✨
Hello terimakasih sudah meluangkan waktu membaca cerita ini.
Fyi aku mau kasih catatan buat bab ini untuk alur waktunya jujurly aku kurang tau berpaa lama perjalanan dari macau ke washington (amerika) tapi berdasarkan beberapa sumber katanya sekitar 5-6 jam udah bisa kalo penerbangannya cepet dan berhubung di cerita ini Mederick punya helicopter sendiri jadi aku bikin alur waktu yang agak cepet deh
Semoga masih sesuai aja lah yaa sama ceritanya hehe, oiyaa kalo kalian ada yg tau bisa komen yaa biar aku revisi alur waktu bab ini.
__ADS_1
Thanksfull semuaa💗