(Not) Cinderella Wedding

(Not) Cinderella Wedding
Bab 7 : Kesepakatan


__ADS_3

“Itu adalah dokumen perjanjian pernikahan kita” jelasnya


“Tapi saya tidak ingin menikah dengan anda!” Ariella memasang senyum tipis. Ia dapat melihat Mederick sedikit terkejut dengan kata-katanya. Hanya sedikit.


“Sayangnya aku tidak menerima penolakan, nona. Lagipula ini hanya kontrak untuk mendapatkan keinginan kita masing-masing” jawabnya


“Apa yang akan saya dapatkan?” Ucap Ariella dengan berani. Ia menatap Mederick dengan datar, kini ia paham dengan situasinya. Bukan tanpa alasan Mederick ingin menikah. Pria itu mencoba untuk memanfaatkan dirinya.


“Aku bisa membuatmu menjadi Cinderella yang memakai sepatu bertakhtakan emas dan berlian bukan hanya sepatu kaca” Ariella menatap ke arah Mederick, jika dilihat dari kesan pertama, pria ini bukan tipe pria irit bicara tapi auranya saja yang sungguh mendominasi.


“Aku tidak perlu sepatu bertakhtakan apapun” Jawab Ariella berani, ia ingin melihat sejauh mana Mederick akan berpihak padanya.


“Bagaimana jika aku bisa membuatmu kembali memiliki semua milikmu?” Tanya Mederick dengan seringaian misterius.


“Apa maksud anda?”


“Darwin, aku akan membantumu merebutnya” ucap singkat Mederick.


BOOM


Ariella terdiam, ia menatap pria didepannya. Jika boleh jujur Ariella ingin berteriak kegirangan, Mederick sudah memberikan lampu hijau untuk rencananya. Bagaimana bisa Mederick tau dengan rencana yang selalu ada dipikirannya. Perusahaan dan segala kekayaan yang dimiliki oleh keluarga Darwin seharusnya adalah milik keluarganya. Sebelum akhirnya ayah dan ibunya meninggal bersamaan dengan dirinya yang terdampar dipanti asuhan dan Andrew yang mengambil alih segalanya.

__ADS_1


Jika Ariella ingin merebut perusahaan itu kembali maka pria di depannya ini pasti dapat membantunya. Membuat keluarga Darwin bertekuk lutut dibawah kakinya.


“Lalu apa yang anda dapatkan? Tidak mungkin sesuatu yang kecilkan?”ucap Ariella menatap Mederick dengan pandangan bertanya


“Kau pintar tapi itu rahasia untukku” Ariella menaikkan sebelah alisnya, menatap bingung pria di depannya ini. Jika dipikirkan apa yang akan didapatkan oleh Mederick dapat jika bersamanya. Kekuasaan? Jangan bercanda siapa di dunia ini yang tidak tau nama keluarga Winston. Kekayaan? Jangan ditanya, bahkan hartanya sangat cukup hingga 7 keturunan.


Mengesamping keingintahuannya, Ariella lebih memilih membuka dokumen yang disodorkan Mederick. Ia membacanya sekilas lalu beralih pada bagian akhir yang berisikan nama Mederick serta namanya.


Ariella menarik bibirnya sinis “Anda sudah merencanakan semuanya”​


“Hanya beberapa bagian” jawab Mederick yang kurang dipahami oleh Ariella.


Dokumen itu berisi sebuah perjanjian pernikahan normal dengan beberapa persayaratan yang tentu saja menguntungkan pihak pertama yaitu Mederick Winston.


Mungkin begitu sedikitnya yang penting didalam perjanjian tersebut. Ariella tersenyum tipis mungkin sedikit terdengar gila namun dalam otaknya saat ini terlintas sebuah ide yang cemerlang.


“Bolehkah aku mengajukan syarat?” ucapan Ariella kini berbicara santai membuat Mederick menatapnya intens seolah predator yang mengincar mangsanya


“Aku tidak suka dilarang ketika melakukan sesuatu” Ariella melanjutkan ucapannya ketika Mederick menatapnya dengan salah satu alis terangkat seolah bertanya “Tenang saja, aku tidak akan merugikanmu. Ah dan juga tolong hargai privasiku, mungkin namamu akan sedikit terseret tapi aku berani menjamin itu bukan sesuatu yang buruk.” Lanjut Ariella


“15 menit yang lalu kau terlihat seperti seekor kelinci namun sekarang seperti seekor rubah.” Ucap Mederick dengan senyum licik yang penuh dengan ketertarikan

__ADS_1


“Keduanya imut” jawab Ariella singkat


“Kelinci pengigit dan Rubah yang licik lebih tepatnya” Mederick kembali menyeringai menatap wajah Ariella yang tersenyum tipis.


“Perumpamaan yang bagus, aku suka. Ngomong-ngmong apa ini sudah selesai? Bisakah aku pulang sekarang?” ucap Ariella berusaha mengakhiri percakapan mereka.


“Kau tidak bisa pulang jika masih dalam keadaan sadar”


Ariella menatap Mederick. Tangannya terkepal, ia seketika teringat dengan obat bius yang membuatnya tidur cukup lama.


“Jika kediaman ini sangat rahasia kenapa kau membawaku kesini?”


“Sebenarnya ini tempat yang paling aman untukmu tinggali sebelum kita menikah”


“Huh?“


“Lupakan, kita akan menikah besok!” putus Mederick.


“APA?!”


To be continuee💗

__ADS_1


__ADS_2