(Not) Cinderella Wedding

(Not) Cinderella Wedding
Bab 30 : Make u mine


__ADS_3

Amerika Serikat, Washington DC


Ariella menutup mulutnya dengan tangan saat menatap pria yang sedang berbaring di ranjang depannya dengan infus yang terpasang ditangannya.


Tubuh pria itu sangat kurus seperti hanya berisi tulang tanpa daging maupun lemak, begitu juga dengan kulitnya yang kusam tak terawat. Ariella bahkan nyaris tidak percaya jika anak kecil manis yang dulu selalu dia panggil dengan kakak itu kini menjadi menyedihkan seperti sekarang.


“Dia tidak diberi makan dengan baik. Kau tau tarzan? Nah dia hidup seperti itu” Ucap Mederick yang sama sekali tidak menghibur Ariella


Tangan Ariella mengepal, dia akan membalas semua yang sudah Andrew lakukan pada keluarganya. Yang pertama dia akan mulai dari Faniya, anak tunggal yang sangat Andrew sayangi. Setelah dipikirkan lagi Faniya terlalu beruntung mendapatkan Mason.


“Drevon melarikan diri ke spanyol setelah aku meledakan pulau miliknya” ucap Mederick lagi. Ariella berbalik dan menatap Mederick yang bersender pada pintu dengan kedua tangan yang menyilang di dadanya.


“Aku tidak menyangka jika akan bertindak secepat ini. tapi terima kasih, Der” Ucap Ella tulus yang mengundang senyum miring milik Mederick


“Kau tidak lupa kesepakatan kita kan?”


“Apa yang kau inginkan?” Ucap Ariella. Bagaimana pun mereka sudah membuat kesepakatan lain untuk menyelamatkan Leander.


“Dirimu”


Ariella mengangguk, dia sudah bisa menebak keinginan pria itu. Ariella tidak bodoh untuk mengartikan tatapan Mederick padanya.


Tatapan seorang pria yang memandang wanita dengan kabut gairah dan nafsu, entah itu hanya karena tertarik ataupun Mederick benar-benar memiliki perasaan yang bernama cinta.


“Ngomong-ngomong, kau akan pergi?” Tanya Ariella setelah menyadari penampilan Mederick yang rapi dengan kemeja putih dan celana kain hitamnya. Padahal mereka baru tiba di Mansion itu sejam yang lalu setelah kembali dari Milan.


“Hmm” Mederick bergumam lalu mendekati Ariella “Siapkan dirimu malam ini” Setelahnya Mederick mengecup singkat bibir Ella lalu pergi dari Mansion itu.


Mobil Mederick berhenti tepat didepan Wston Company, perusahaan milik Dalton yang kini menjadi miliknya. Setelah memberikan Yamada, Dalton langsung menyerahkan perusahaannya pada Mederick. Padahal dia sudah bilang pada Dalton jika akan mengambil alih perusahaan setelah dia dan Ariella pulang honeymoon.

__ADS_1


“Apa jadwalku hari ini, Alexa?” Mederick bertanya pada seorang wanita yang menjabat sebagai sekertarinya itu


“Anda memiliki beberapa pertemuan hari ini, Sir. Jam 11 sampai makan siang anda ada pertemuan dengan CEO Lotte Group dan jam 7 malam anda memiliki pertemuan dengan CEO Parke Company”


“Ubah jadwal pertemuan dengan Parke Company.”


“Baik Sir.”


Mederick memasuki ruangannya lalu melepaskan topeng yang menutupi sebagian wajahnya dan melempar topeng itu ke atas meja.


“Ada yang salah dengan matamu?” tanya Mederick saat mendapat tatapan tajam dari Jack


“Tuan!! anda mau membunuh saya?!” Gerutu Jack setelah libur 2 hari ia justru dihadapkan dengan tumpukan berkas yang selama lebih dari seminggu Mederick tinggalkan karena pria itu pergi ke Milan bersama Ariella.


“Salahkan saja kakek dan jika kau bisa mati sendiri kenapa aku harus repot-repot membunuhmu” ucap Mederick datar, dia mendudukan diri di kursi.


“Anda kejam” Jack medengkus keras yang sama sekali tidak mempengaruhi Mederick. Jack pikir setelah menikah Mederick akan sedikit melunak namun sepertinya tidak sama sekali.


“Kau merepotkanku lagi, kak” suara Ariella terdengar lirih


"Selama 10 tahun aku hidup dengan pembunuh Ayah dan Ibu. Kau tidak tau kan bagaimana perasaanku yang selalu ingin menusuk Andrew dengan pisau dapur” Ariella terkekeh di akhir ucapannya


“Saat itu aku tidak bisa hidup sendiri, tapi sekarang tidak lagi… saat kau sadar aku akan memperlihatkan adegan yang paling menyenangkan untuk kita berdua-”


Tok..tok..


Suara ketukan pintu membuat Ariella terdiam.


Hening,

__ADS_1


Ariella menghela nafas lalu tersenyum menatap pelayan yang memasuki kamar leander dirawat.


“Ada apa?” tanya Ella


“Tuan menunggu anda di kamar utama, Nyonya”


“Oke, aku akan segera ke sana” Pelayan tadi menunduk dan pamit pergi. Ariella menghela nafas lalu menatap Leander. Tatapan matanya berubah menjadi lebih berbahaya “Cepatlah sadar kak, aku menyayangimu” Ariella mengecup kening Leander lalu keluar dari kamar itu menuju kamarnya dan Mederick.


Ariella masuk dan duduk di ranjang. Dia memperhatikan Mederick yang sedang duduk di sofa. Masih dengan kemeja putih yang sejak tadi pagi pria itu kenakan. Ditangannya ada sebuah gelas berisikan wine yang dibawa Mederick dari Mansion Parliv di Italia.


Ariella memalingkan wajahnya, ia merasa sedikit canggung. Sudah dua minggu mereka menikah. Tapi jika diingat lagi hubungan Ariella dan Mederick hanyalah kontrak semata.


“Kau suka wine?” suara Mederick memecahkan keheningan itu. saat ini Mederick terlihat seperti Apollo, sosok dewa yunani dengan anggur merah ditangannya


“Suka, tapi akan merepotkan jika aku mabuk”


Mederick menghabiskan wine dan menaruh gelasnya di meja. Langkahnya mendekat menuju Ariella. Rasa manis dengan sedikit pahit dan panas dapat Ariella rasakan ketika Mederick menciumnya singkat.


“Jika meminumnya dengan cara ini kau tidak akan mabuk” Pria itu berucap nada yang dalam seraya menatap Ariella lekat. Pikiran Ariella kosong, ia memang tidak mabuk karena wine tapi karena ciuman pria itu.


“Belakangan ini kau sering menciumku” Ariella menatap Mederick kesal


“Bibirmu terasa seperti nikotin, begitu manis membuat ketagihan untuk disesap” ucap Mederick, hidung mereka bersentuhan. Manik abu-abu dan coklat terang itu bertemu.


Mederick menahan diri untuk tidak menciumnya sekarang. Bisa bahaya jika ia menyerang Ariella setelah meminum wine. Meskipun Mederick tidak mabuk tapi ia tidak yakin bisa menahan diri ketika melihat tatapan sayu yang Ariella berikan.


“You Drive me crazy, Riel..” Geram Mederick lalu menjatuhkan Ariella ke ranjang.


Jeng jeng jengg

__ADS_1


To be continue💗


__ADS_2