
Mederick menjalankan mobil super mewahnya ke perusahaan tempat Ariella bekerja. Kali ini Mederick membawa mobilnya sendiri karena Jack sedang menikmati waktu istirahatnya.
Mederick membawa setangkai mawar hitam dan kotak kecil berisi hadiah yang memang sengaja dia siapkan untuk diberikan pada Ariella. kali ini hadiahnya adalah sebuah gelang yang terbuat dari emas putih dengan berlian berwarna biru ditengahnya.
Gelang yang dipesan khusus pada pembuat perhiasan kenalan Mederick, sebagai pasangan dari cincin ‘angel sea’ milik Ariella.
Mederick menatap bangunan perusahaan Darwin Corp dengan tatapan datar. Dia turun dari mobilnya dan bersandar pada badan mobil. Sesekali bersiul santai dengan kedua tangan yang dimasukan ke dalam saku celananya.
Mederick sangat tampan, wajahnya yang tak tertutup topeng itu tidak memiliki cela. Para pegawai wanita diperusahaan yang baru keluar menggodanya dengan suara-suara yang sangat menggangu bagi Mederick. Tak lama setelahnya pria itu tersenyum samar saat melihat Ariella berjalan keluar dengan sedikit tergesa
“Menikmati waktu tebar pesonamu, tuan tampan?” Ucap Ariella saat dirinya berada tepat didepan Medercik yang sedang membukakan pintu untuknya “Kupikir kau akan menggunakan topengmu ditempat umum” Sambung Ella.
“Aku tidak membutuhkannya” Jawab Mederick kelewat santai. Ariella menggindikkan lalu masuk ke dalam mobil
“Apa ini?” Tanya Ariella, tangan gadis itu meraih setangkai bunga mawar dan kotak kecil di depannya
“Hadiah untukmu, karena sepertinya harimu buruk” ucap Mederick sambil menjalankan mobilnya.
“Kau mematai-mataiku?!” Cecar Ella dengan tatapan terfokus pada Mederick yang sedang menyetir
__ADS_1
“Memangnya salah jika aku tau semua hal tentang istriku sendiri?” Balas Mederick dengan santai.
Tanpa bersusah payah pun Mederick tahu segalanya tentang Ariella, dia dapat dengan mudah memantau semua pergerakan gadis itu. Hanya sebagai pelihat, karena Mederick tidak ingin mengambil tindakan lebih. Kecuali Ariella yang datang padanya dan meminta bantuannya secara khusus.
Memikirkan hal itu membuat Mederick tersenyum samar. Ariella memiliki harga diri yang tinggi dan pastinya akan sangat menyenangkan bagi Mederick melihat gadis itu melakukan hal diluar nalarnya.
“Jadi kau juga tau jika kakak ku masih hidup?” Tanya Ella dengan pelan, tatapan gadis itu kini tearah pada luar jendela
“Leander Ray Dfretes?” Ucap Mederick, Ariella mengangguk samar “Bukannya dia sudah mati?”
Mendengar pertanyaan Mederick sontak membuat Ella menghela nafas. Dia memaklumi ucapan Mederick karena memang itulah berita yang tersebar diluar. Bahkan Ariella juga sempat mengira jika Leander sudah mati sebelum Andrew melihatkan bukti bahwa Leander masih hidup padanya.
“Dia masih hidup. Tapi berada di bawah pengawasan Andrew” Mederick bergumam santai sebagai jawaban membuat Ariella menatap pria itu dengan senyum lebar penuh maksud tersembunyi
“Kau ingin aku membunuh Andrew?” Tanya Mederick. Ariella menggeleng
“Aku lebih suka jika dia membusuk dipenjara, sayangnya aku belum menemukan bukti kuat untuk menyeretnya ke sana” Seru Ariella. Mederick terkekeh geli
“Jadi bantuan apa yang kau butuhkan, sweety?” Suara Mederick terdengar sangat maskulin diakhir kalimatnya. Kedua bahu Ariella secara spotan terangkat dengan tubuh yang bergindik ngeri, merasa merinding karena ucapan pria itu yang mampu membuat tubuhnya merasakan sengatan listrik bertegangan kecil.
__ADS_1
“Kau benar-benar berbahaya, Der..” Ariella berucap dengan nada menggantung, Mederick tertawa. Di mata Mederick tingkah Ariella sangat menghiburnya.
“Seperti pria pedofil.” Lanjut Ella yang langsung membuat tawa Mederick menghilang
“Seharusnya aku membawa pistolku tadi” Ucap Mederick memecah keheningan singkat mereka
“Kau membawanya, ada di saku jas milikmu”
Mederick tak menjawab. Pria itu hanya fokus pada jalan di depannya, mengabaikan ucapan Ariella yang memang benar adanya.
“Bantu aku mencari tau semua aset milik Andrew, semuanya tanpa keculi, termasuk aset miliknya yang menggunakan nama orang lain dan temukan Leander dimana pun dia berada” Pinta Ella pada Mederick
“Bayarannya?” Tanya Mederick
“Apapun yang kau inginkan” Ucap Ariella dengan penuh keyakinan. Mederick menghentikan mobilnya dan menatap mata coklat itu dengan serius
“Kau yakin? Kau tau kan Riel, jika kesepakatan kita sudah terjadi maka kau tidak memiliki kesempatan untuk kembali?”
“Aku tahu dan aku yakin. Tapi ingat, jangan menyentuh Andrew ataupun Faniya, mereka milikku” ucap Ella dengan sungguh-sungguh. Seringaian lebar Mederick terukir sempurna. Tubuhnya mendekat kearah Ella.
__ADS_1
“Jangan menyesali ucapanmu nanti” Seru Mederick tepat di sebelah telinga Ella
To be continuee💗