
Kau tanyakan langsung pada Derick.” Ucap Dalton kembali menyesap cairan merah dalam gelas ditangannya
“Bukankah itu adikmu?” Ucap Dalton membuat Ariella mengalihkan tatapannya mengikuti arah pandangan Dalton.
Ia mendapati Faniya yang berada disebelah Andrew menatap kagum kearah Mederick yang bersender dipilar pinggir ballroom hotel itu. Dengan jas yang tergantung dilengannya.
Pandangan pria itu mengarah pada tablet yang dipegangnya. Tanpa menggunakan topeng dan seolah tak memperdulikan kondisi sekitar, dimana para wanita tidak henti menatap takjub padanya termasuk faniya.
“Iya kakek. Namanya Faniya” Ariella kembali menyesap wine ditangan kanannya. Ia tersenyum tipis disela sesapannya kala meihat Faniya mendekat kearah Mederick yang sepertinya masih tak menyadari keberadaan wanita itu.
“Sepertinya kamu harus kembali ke suamimu, tatapan adikmu seperti wanita yang melihat barang bermerek yang limited editoin” Atensi ariella kembali pada Dalton yang terkekeh kecil
“Selera humor kakek sangat bagus” Ariella kembali ke arah Faniya yang terlihat berbicara kepada Mederick lalu tangan wanita itu terulur yang dibalas tatapan datar sebelum Mederick kembali menatap tabletnya. Mengabaikan Faniya yang kini menurunkan uluran tangannya dengan terkepal.
Ariella menahan senyumnya. Setelah berpamitan dengan Dalton dengan anggun gadis itu menyeret gaunnya mendekat kearah Mederick dan Faniya.
“Derick…” panggilan itu mengalun lembut ditelinga Mederick. Membuat atensinya teralihkan sepenuhnya pada Ariella yang menatapnya dengan senyum dan tatapan yang sayu. Sial, pikirnya kembali berkelana dengan liar ketika tangan Ariella mulai menyentuhnya.
“Apa kau sibuk?” Tangan Ariella mengusap rahang pria itu lembut, tatapan sayu dan nada suara yang dibuat lemah itu membuat Mederick menatapnya intens dengan tatapan yang menggelap.
Pria itu meraih tangan Ariella yang sudah dengan seenaknya bermain pada rahang kokohnya.
__ADS_1
Masih dengan senyumnya Ariella melirik sekilas pada Faniya. Lalu kembali pada Mederick yang menggenggam tangannya.
“Astaga, ada adikku rupanya” Ariella memasang senyum tipisnya
“Iya kak” Faniya menahan kesalnya, ia benci menyebut Ariella kakak namun citranya didepan Medercik lebih penting. Ia harus terlihat seperti wanita lemah lembut dan sopan.
“Derick, sepertinya kamu sudah mengenal Faniya” ucap Ariella. Mederick mengikuti pandangan Ariella pada sosok lain yang berada didepannya.
“Dia adikmu?” Tanya Mederick menunjuk Faniya menggunakan dagunya. Yang dibalasi anggukan singkat Ariella.
“Tidak penting” lanjut Mederick. Sebuah smirk lebar terbentuk dibibir Ariella yang terbalut lipstick merah delima memudar itu. Sementara itu Faniya terlihat marah dan kesal. Tatapan kebencian terlihat di matanya.
“Ah aku lupa, kakek memanggilmu” ucap Ariella pada Mederick.
“Diam disini dan jangan kemana-mana!” kalimat perintah itu membuat Ariella mengangguk, Mederick menepuk puncak kepala Ariella lalu berjalan kearah Dalton yang kini berjalan menuju luar ballroom.
Ariella menatap faniya yang menyorotnya benci. Senyuman yang Faniya tampilkan langsung luruh begitu saja ketika Mederick sudah menjauh. Tatapan tak terima dapat ia lihat dari mata gelap wanita itu. Begitupula dengan tangannya yang terkepal sempurna. Ia menatap kondisi sekitar yang mulai sepi, itu hal wajar karena acaranya sudah selesai.
“Kau pembohong!” desis Faniya setelah mereka terdiam selama 5 menit. Ariella mengeryitkan dahinya tanda tak paham namun didalam hati ia tertawa puas melihat faniya yang hilang kendali.
“Mederick Winston bukan pria cacat buruk rupa, kau berbohong padaku” lanjutnya
__ADS_1
“Aku? Berbohong?” Ariella menunjuk dirinya sendiri, lalu tersenyum tipis “bukankah kamu yang berpikir seperti itu, jelas-jelas kamu yang membuatku untuk menggantikanmu menikah dengannya”
“Seharusnya kamu memberitauku bagaimana rupanya setelah kalian bertemu!”
“Aku sudah melakukannya, ingat.” Ucap Ariella tenang
“Aku tidak mau tau kalian harus bercerai!” ucap Faniya emosi. Untungnya suasana disekitar mereka sudah sepi
“Lalu jika aku bercerai, apa yang akan kamu lakukan?” Tanya Ariella
“Tentu aku yang menikah dengannya” Jawab Faniya
“Aku tidak tau bahwa adikku ini sangat tamak bahkan saat ia sedang hamil anak mantan tunangan kakaknya”
Faniya menatap tajam pada Ariella tak terima dengan perkataan wanita itu, dengan emosi yang menggebu tangannya terulur melayangkan tamparan pada gadis itu.
PLAK
“Apa yang kamu lakukan, Faniya!”
To be continuee💗
__ADS_1