"PERNIKAHAN YANG DIDASARI HUTANG"

"PERNIKAHAN YANG DIDASARI HUTANG"
#01


__ADS_3

Saat ini aku sedang berada diatas pelaminan menyambut begitu banyak tamu dengan seorang pria disamping ku pria yang baru saja ku kenal beberapa menit lalu sekarang telah resmi menjadi suami sah ku...


Ya hari ini adalah hari pernikahan ku yang seharus nya menjadi hari paling bahagia dan terbaik yang pernah aku impikan namun semua nya hancur karna kedua orang tua ku memaksa ku untuk menikahi seorang pengusaha muda..


Pernikahan yang pernah aku impikan..menikah dengan seseorang yang aku cintai melaksanakan pernikahan yang megah dan meriah berbahagia menyambut tamu tamu dengan senyuman semua itu telah kandas...


sekarang aku sedang melangsungkan pernikahan ya memang begitu megah dan mewah namun aku tak berbahagia karna orang yang aku nikahi bukan lah pria yang aku cintai..


setelah acara selesai keluarga ku dan keluarga suami ku telah pergi meninggalkan gedung..aku langsung diajak oleh suami ku kerumah yang menurutku begitu besar.


"ini kamar saya kamu tidur dikamar sebelah"ucap nya


tanpa banyak tanya aku langsung keluar dan menuju kamar yang berada tepat disamping kamar suami ku..


aku memasuki kamar dan melihat dengan kagum begitu luas dan mewah kamar ini apa gak terlalu besar untuk tidur sendiri..ucap ku dalam hati lalu aku membaringkan tubuh ku yang begitu lelah karna terlalu lama berdiri bahkan perutku begitu lapar karna selama acara aku tidak memakan apa apa..


setelah selesai mandi aku langsung menuju dapur untuk memasak makanan namun setelah membuka kulkas tak ada satu pun bahan yang bisa dimasak isi kulkas kosong melompong tak ada apa apa..


"yaampun aku begitu lapar"ucap ku sambil memegang perut yang sudah sejak tadi berdemo meminta dimasuki makanan.


"aku pesan online aja dechh seperti nya aku masih memegang uang"lari menuju kamar dan mengambil hp langsung ku buka aplikasi untuk memesan makanan..


"semoga aja makanan nya gak lama aku udah laper banget"ucap ku sambil duduk di teras rumah


"ngapain kamu disini"tanya suami ku


"aku lagi menunggu pesanan ku"ucap ku menunduk


dia pergi meninggalkan rumah dengan mengendarai mobil sport nya tanpa menjawab ucapan ku


"apa dia begitu tak ingin menikah dengan ku bahkan dimalam pertama pernikahan kita dia pun pergi kalo memang dia gak mau menikah dengan ku untuk apa dia memaksa papa untuk memaksaku menikahi dia dasar cowo aneh"ucap ku


tak lama menunggu pesanan ku pun datang.


"akhir nya yang ditunggu tunggu datang"aku pun langsung menuju dapur

__ADS_1


"ya ampun ini rumah begitu besar tapi tak ada satu pun piring atau sendok cuma ada gelas terus aku mau makan pake apa dong"ucap ku bingung


"untuk apa kamu berada di dapur"ucap pria


"akhh tuan aku ingin memakan pesanan ku namun tak ada alat makan disini hanya ada gelas bahkan alat memasak pun tak ada aku bingung harus bagaimana"ucap ku bingung


"memang tak ada lebih baik kamu makan diluar"ucap nya


"mengapa tuan balik lagi bukan nya tuan baru saja pergi"tanya ku hati hati takut salah berbicara


"hp ku ketinggalan"jawab nya setelah mengambil hp nya dia langsung pergi lagi.


"akhh bagaimana ini aneh banget rumah besar tapi isi dapur nya gak ada apa apa"aku pun langsung keluar


"permisi"panggilku pada rumah sebelah sambil memencet bel


"ya apa ada yang bisa saya bantu??"tanya seorang pria yang baru saja keluar dari rumah yang aku pencet bel nya


"maaf apa saya bisa meminjam piring dan juga sendok??"tanya ku


"ini piring dan juga sendok nya"ucap pria itu


"terimakasih"jawabku


"aku baru pertama kali melihat mu apa kamu warga baru"ucap nya


"saya tinggal disebelah"ucap ku sambil menunjuk pada rumah suami ku


"bukan nya itu rumah tuan ARKANA BAGASADITYA"ucap nya


"ya saya istrinya"ucap ku


"jadi kamu yang pagi tadi menikah dengan tuan ARKANA maaf kan saya sampai tidak mengenali mu padahal tadi saya sempat keacara pernikahan mu"ucap pria itu


"iya tidak apa apa"ucap ku

__ADS_1


"owhh ya perkenalkan nama ku LEE YOUNU"ucap nya sambil menjulurkan tangannya


"aku ZAHRA BYZANTIA"menerima uluran tangan


"mengapa kau meminjam piring dan sendok??"tanya LEE


"Dirumah Arkana belum ada perlengkapan dapur mungkin selama ini dia tidak pernah makan dirumah"ucap ku


"owhh seperti itu memang aku jarang banget melihat tuan ARKANA pulang kerumah itu"ucap nya


"ya sudah tuan Lee saya permisi dulu ya.. saya pinjam dulu piring dan sendok nya"ucap ku


"ya"jawab nya lalu memasuki rumah


"akhir nya bisa makan juga"ucap ku sambil membuka pesanan nasi Padang"emmm kalo lagi laper memang semua makanan jadi begitu enak"ucap ku


setelah selesai makan aku langsung menuju kamar...keesokan hari nya rumah yang besar begitu sepi hanya ada aku seorang..


"mungkin aku harus membeli beberapa barang"ucap ku sambil membuka pintu depan


"akhh tuan maaf saya tidak tau bahwa tuan sudah pulang"ucap ku namun tak dijawab


aku harus bagai mana suami ku baru pulang masa aku malah pergi ucap ku dalam hati yasudah lahh ikutin dia dulu


"apa ada yang bisa saya bantu tuan"tanya ku sambil diam didepan pintu kamar ARKANA


"kau boleh melakukan kegiatan sehari hari mu seperti biasa tapi satu yang saya minta kamu harus selalu merapihkan rumah ini saya tidak mau ada debu sedikit pun dan untuk perlengkapan didapur kau bisa membeli nya sendiri di meja sudah ada kartu untuk mu seterah apapun yang mau kau beli boleh dibeli tapi satu yang tak boleh jangan sekali kali kau menemui keluarga mu lagi apa lagi sampai memberikan uang ku untuk mereka dan nanti siang akan ada orang yang akan membawakan mu kulkas untuk dikamar mu tinggal kau beli isi nya saja agar kau tak perlu untuk turun kebawah jika haus"ucap nya


"tapi tuan kenapa saya tak boleh menemui keluarga saya??"tanya ku


"karna mereka telah menjual mu kepada ku"ucap nya lalu memasuki kamar mandi


"akhh"terduduk dilantai depan kamar ARKANA"gak mungkin..keluarga ku gak mungkin tega menjual ku"ucap ku lirih sambil menangis"apa karna aku bukan anak kandung mereka jadi mereka begitu tega menjadikan ku seperti barang"ucap ku sambil memegang dada yang merasa sakit


"mengapa kau menangis disini"ucap Arkana yang entah sejak kapan telah rapih dibelakang ku"kau tak percaya silakan saja kau menemui mereka pasti mereka telah pergi membawa uang yang telah aku berikan kepada mereka sebagai uang mahar dan satu lagi kau sekarang adalah pliharaan ku karna kau telah dijual oleh keluarga mu untuk membayar utang mereka jangan sekali kali berpikiran untuk bisa pergi dari genggaman ku"ucap Arkana lalu pergi meninggalkan ku yang masih menangis.

__ADS_1


__ADS_2