
ya hampir semua isi diruangan Zahra bermotif Doraemon dan juga berwarna biru namun ini terlihat begitu nyaman dan indah dan juga dihiasi dengan beberapa bunga yang cantik dan indah dan juga kamar Zahra begitu harum..
"apa yang kau pakai untuk kamar mu mengapa begitu wangi sekali"tanya Arkana
"emmm i itu pengharum ruangan tuan"ucap Zahra
"pengharum ruangan tapi saya tidak pernah mencium pengharum ruangan yang begitu lembut dan juga menenangkan seperti ini harum nya"ucap Arkana sambil memejamkan mata merasakan harum yang begitu iya suka
"ini saya yang buat sendiri tuan"ucap Zahra
"apa kamu yang buat??"tanya Arkana tak percaya
"ya tuan saya buat sendiri pengharum ruangan nya dengan bahan bahan alami menjadikan harum nya tidak terlalu menyengat tetapi tetap tercium dan juga begitu lembut"ucap Zahra
"apa saya boleh liat"ucap Arkana
"ya boleh"ucap Zahra menuju tempat iya menyimpan pengharum ruangan yang iya buat
"banyak sekali"ucap Arkana setelah melihat ada hampir satu laci penuh dengan pengharum ruangan yang berbeda warna
"apa saya boleh memegang nya"tanya Arkana
"ya"ucap Zahra bingung baru kali ini Zahra mengobrol dengan Arkana padahal awal nya Arkana selalu menjawab sepatah dua patah saja saat Zahra bertanya.
Zahra melihat Arkana begitu suka dengan pengharum yang dibuat oleh Zahra
"apa tuan mau pakai dikamar tuan??"tanya Zahra
"apa boleh??"Arkana
"ya tuan silakan ambil semau tuan saya senang ada yang suka dengan pengharum ruangan saya"ucap Zahra
"terimakasih"Arkana lalu memilih pengharum ruangan yang dia suka dia mengambil 3 buah pengharum yang berbeda
"apa boleh kamu menyimpan disetiap ruangan dirumah ini saya sangat suka dengan harum nya"ucap Arkana
"ya boleh tuan saya seneng banget tuan suka awal nya memang saya mau menaruh disetiap ruangan apa lagi dikamar tuan tapi saya takut kalo tuan marah dan tidak suka dengan pengharum nya makanya saya hanya pasang dikamar saya saja"jawab Zahra dengan senyum lebar karna senang
"kamu cantik saat tersenyum"ucap Arkana tanpa sadar
membuat wajah Zahra yang putih mulus menjadi merah karna malu iya menunduk untuk menutupi wajahnya yang merah agar tak terlihat oleh Arkana
"makasih tuan"ucap Zahra
"apa??"ucap Arkana
"makasih tuan udah puji saya"ucap Zahra sambil menunduk
apa?? jadi tadi gw ngomong beneran gw kira gw ngomong dalam hati gila malu banget gw ketahuan muji Zahra batin Arkana
__ADS_1
"ekhemm yasudah saya kembali kekamar..untuk pengharum nya terimakasih dan juga untuk tangan mu saya minta maaf besok jika tangan mu masih merah saya akan bawa kamu ke rumah sakit untuk periksa"ucap Arkana lembut lalu pergi meninggalkan Zahra yang masih tak percaya
apa tadi benar benar tuan Arkana yang cuek dan dingin itu kenapa gw ngerasa hari ini dia beda banget apa dia kesambet hantu ya batin Zahra bertanya tanya
Zahra langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan diri nya setelah selesai Zahra langsung berbaring diranjang nya yang begitu empuk dan nyaman
keesokan hari nya saat Zahra turun dari tangga yang hendak menuju dapur untuk memasak Zahra mencium harum makanan yang begitu nikmat namun Zahra bingun siapa yang berada didapur karna dirumah ini hanya ada 3 orang saja..
saat Zahra sampai didapur Zahra terkejut saat melihat seseorang yang sedang masak dan memakai celemek Zahra yang bermotif Doraemon.
"tuan"ucap Zahra pada Arkana yang sedang memasak
"kau sudah bangun"ucap Arkana melihat Zahra sebentar lalu fokus kembali pada masakan nya
"apa yang sedang tuan lakukan didapur??"tanya Zahra
"seperti yang kau liat"ucap Arkana
"maaf tuan apa tuan laper karna saya belum memasak jadi tuan yang masak maaf kan saya ya tuan karna telat bangun"ucap Zahra sambil berjalan mendekatkan diri pada Arkana"biar saya saja tuan yang lanjutkan tuan silakan duduk dan menunggu masakan nya matang"ucap Zahra mengambil spatula yang sedang dipegang oleh Arkana
Arkana melihat tangan nya yang dipegang oleh Zahra...Zahra memperhatikan tatapan Arkana yang menuju tangan..
"akhh maaf tuan saya tidak sengaja"ucap Zahra lalu menarik tangan nya kembali
"biar saya saja kamu duduk disana"ucap Arkana
"tapi tuan...."ucap Zahra dipotong oleh Arkana
Zahra mengikuti permintaan Arkana yang menyuruh nya duduk dan menunggu
setelah selesai Arkana Arkana langsung menyajikan nya di meja makan.
begitu banyak makanan yang Arkana masak dan juga begitu terlihat nikmat makanan nya.
Arkana melihat Zahra yang terus menatap makanan yang berada dimeja dengan tatapan heran.
"mengapa kamu bengong bukan nya dimakan"ucap Arkana sambil menyimpan buah yang tadi ia cuci
"maaf tuan apa semua ini tuan yang masak??"tanya Zahra sambil terus menatap makananyang begitu banyak terpajang didepan nya
"ya"ucap Arkana duduk dihadapan Zahra
"mengapa tuan memasak begitu banyak makanan?? apa ada seseorang yang akan datang??"tanya Zahra
"tidak.saya tidak tau makanan yang kau sukai dan saya memasak untuk mu atas permintaan maaf ku karna telah kasar terhadap mu sampai membuat tangan kanan mu memerah"ucap Arkana
"tuan saya tidak apa apa tuan tak perlu seperti ini"ucap Zahra
"sudah makan saja setelah ini kita kerumah sakit untuk memeriksa tangan mu itu"ucap arkana
__ADS_1
"tapi tuan tangan saya sudah tidak apa apa tidak usah kerumah sakit"ucap Zahra
"saya tidak suka ditolak"tegas Arkana
Zahra diam tak bicara apa apa lagi..lalu iya mengambilkan makan untuk Arkana dan diri nya..
setelah selesai makan seperti yang diucapkan oleh Arkana ia langsung membawa Zahra menuju rumah sakit..
sesampai nya dirumah sakit.
"kenapa kita gak mengantri seperti yang lain"tanya Zahra
namun Arkana tidak menjawab terus berjalan menuju ruangan dokter..
"tumben lu kerumah sakit ngapain biasa nya lu paling males banget untuk kerumah sakit"ucap seorang dokter muda
"berisik lu coba tolong lu periksain tangan dia"ucap Arkana sambil menunjuk ke arah Zahra dengan matanya
"siapa nie tumben beda"ucap dokter muda namun langsung mendapatkan tatapan mata tajam dari Arkana
"emmm co coba sini gw periksa dulu"ucap dokter muda itu yang sebenar nya adalah teman dekat Arkana bernama ABI SUFYAN
"ini sihh gak kenapa napa hanya sedikit merah apa sakit"ucap Abi sambil memegang tangan Zahra yang putih
"tidak"jawab Zahra dengan senyuman
"ini gak kenapa napa ko gak ada yang serius juga sebentar lagi juga sudah tidak merah lagi"ucap Abi
"iya terimakasih"ucap Zahra namun tangan Zahra belum juga dilepas oleh Abi
"ngapain lu masih pegang tangan dia bukan nya sudah selesai pemeriksaan nya"ucap Arkana sambil terus memandang tangan Zahra yang masih dipegang oleh Abi
"emmm sorry ya Bu..."
"panggil aja Zahra"ucap Zahra sambil tersenyum ramah
"oke Zahra kenalin aku abi Sufyan teman nya Arkana"ucap Abi
dibalas senyum oleh Zahra..melihat Zahra yang tersenyum ramah terhadap Abi membuat Arkana kesal.
"udah selesai ayo pergi"ucap Arkana menarik Zahra
"lu pelan pelan Napa sama cewe"ucap Abi
"berisik lu"ucap Arkana berlalu pergi
"tuan langkah kaki saya tidak bisa mengejar langkah tuan apa bisa pelan pelan kaki saya sedikit sakit"ucap Zahra yang sakit karna mengejar langkah Arkana yang lebar dan terbilang buru buru..
mendengar Zahra bilang sakit pada kaki nya membuat Arkana berhentikan langkah nya dan melihat kekaki Zahra
__ADS_1
"kita periksa lagi"ucap Arkana hendak kembali kedalam rumah sakit
"akhh tuan tidak perlu saya baik baik saja"ucap Zahra