"PERNIKAHAN YANG DIDASARI HUTANG"

"PERNIKAHAN YANG DIDASARI HUTANG"
#51


__ADS_3

ciuman Arkana dan Zahra semakin panas.


"emmm"Zahra


tangan arkana tidak tinggal diam dia mengusap usap punggung Zahra dan memasukkan kedalam baju Zahra


"emmm emmm"suara Zahra disela ciuman


ciuman semakin panas sampai nafas kedua nya hampir kehabisan arkana tidak melepaskan ciuman nya.


tangan Arkana mulai nakal masuk kedalam bra milik Zahra dan memainkan benda kenyal milik Zahra


Zahra yang sadar langsung melepaskan ciuman nya


"mas"ucap Zahra menatap Arkana sambil mengatur nafas nya yang tidak beraturan


"maaf aku terbawa suasana zahra"ucap Arkana memeluk Zahra dan mencium pucuk rambut Zahra


"maaf mas aku belum siap"ucap Zahra yang berada di dekapan arkana


"iya gak papa Zahra aku akan menunggu mu"ucap Arkana


"aku menyayangimu Zahra"ucap Arkana


"hemm"ucap Zahra


"kamu tidak membalasnya"tanya arkana


"ya aku mengerti kamu belum menyukaiku"ucap Arkana


"maaf mas"Zahra


"gak papa aku akan bersabar dan menunggu"ucap Arkana


"mas aku besok minta izin keluar ya mau mengantar sindy"ucap Zahra


"gak boleh kamu belum benar benar sehat Zahra aku takut kamu sakit lagi"ucap Arkana


"tapi mas aku harus mengantar sindy dan aku juga sudah sembuh mas aku sudah baik baik aja ini pun berkatmu yang merawat ku mas kmu liat aku wajah ku sudah tidak pucat lagi kan"ucap Zahra


"tapi"ucap Arkana


"mas"Zahra melihat kearah Arkana dengan wajah memohon


"baik lah tapi kamu harus hati hati"ucap Arkana mengecup bibir Zahra


"iya mas"ucap Zahra


"aku juga besok sudah harus kembali kerja aku sudah beberapa hari tidak masuk banyak berkas yang harus aku tangani kamu gak papa kan aku tinggal kerja tapi tenang aja aku akan pulang ko kerumah ini"ucap Arkana


"iya mas aku akan menunggu mu pulang besok"ucap Zahra


Arkana pun memeluk Zahra


keesokan hari nya Zahra sudah selesai memasak dan juga sudah rapih.


sebelum sarapan zahra menunggu Arkana turun untuk sarapan bersama


"pagi sayang"ucap Arkana mendekat kearah Zahra dan mencium pucuk rambut Zahra

__ADS_1


"pagi mas"ucap Zahra


Zahra pun mengambilkan makanan dan minuman untuk Arkana


"apa kamu bisa memanggilku dengan sebutan sayang jika kita sedang berdua"ucap Arkana disela sela makan nya


"kenapa??"tanya Arkana melihat wajah Zahra bingung


"tapi aku malu dan gak terbiasa mas"ucap Zahra


"makanya biasakan mulai sekarang sayang"ucap Arkana memegang tangan Zahra yang berada diatas meja


"iya mas"ucap Zahra


"mana sayang nya"ucap arkana


"iya sa sayang"ucap Zahra


"makasih sayang"ucap Arkana


mereka pun melanjutkan makan nya


setelah selesai makan Zahra dan Arkana pun langsung pergi.


"mas padahal aku bisa membawa mobil ku sendiri"ucap Zahra


"biar aku yang antar sayang"ucap Arkana


mereka pun langsung menuju kerumah Giselle


sesampainya didepan rumah Giselle


"mas makasih ya kamu hati hati aku turun dulu"ucap Zahra


"apa mas??"tanya Zahra


Arkana mencium kening Zahra


"kamu hati hati dan jangan lupa minum obat nya ya obat itu harus dihabiskan"ucap Arkana


"iya mas"ucap Zahra


"sayang nya mana"ucap Arkana


"iya sayang"ucap Zahra


Arkana mengecup bibir zahra


"mas"ucap Zahra langsung lihat ke kaca didalam mobil


"kamu cantik ko gak usah ngaca lagi"ucap Arkana


"yaudah ya aku turun dah mas"ucap Zahra Lalu turun dan menuju kearah teman teman nya yang sudah menunggu disamping mobil Adit yang terparkir didepan rumah Giselle


"kamu bener udh sembuh Ra"ucap Adit


"gw udah baik baik aja ko yaudah yu kita jalan"ucap Zahra


"yu tapi kita sarapan dulu ya gw laper"ucap Giselle

__ADS_1


"emang nya lu gak sarapan dulu sel"ucap Zahra


"kga biasa dirumah gak ada siapa siapa pembantu gw juga lagi sibuk bersihin rumah kaka gw"ucap Giselle


"kalian juga belum pada sarapan"tanya Zahra


"ya belum kan kita nginep dirumah Giselle"ucap sindy


"yaudah"ucap Zahra


mereka pun langsung menjalankan mobil nya menuju sebuah resto dekat rumah sakit


"Ra lu gak pesen makanan??"Adit


"gak dit gw udah sarapan"Zahra


"owhh yaudah gw makan ya Ra"ucap Adit


"ya dit"Zahra


selesai makan dan membayar mereka ber4 langsung menuju rumah sakit dan menemui dokter


sindy pun menjalankan pemeriksaan dan kunjungan rutin


"bagaimana dok"ucap Zahra Giselle dan Adit kepada dokter yang menangani sindy


mereka 4 keluar dari ruangan dokter setelah mendengar penjelasan dokter tentang kondisi sindy


"sin yang sabar ya"ucap Zahra


"lu pasti bisa jalanin ini semua ko buktinya lu bisa bertahan sampai sekarang"Giselle


"iya sin semangat, kita bersama lu sin"ucap Adit


"makasih ya kalian selalu ada buat gw, gw udah yakin semua nya akan terjadi gw udah ikhlas menerima semua nya"ucap sindy


mereka ber4 pun saling berpelukan dengan meneteskan air mata


"jangan nangis dong kalian buat gw sedih nie"ucap sindy


"lu akan sembuh sin semua nya akan baik baik aja gw yakin itu lu kuat sin lu bisa jalanin ini"ucap Zahra


"makasih Ra dan makasih buat kalian juga gw seneng banget disisa waktu yang gw punya gw bersama kalian"ucap sindy


"apaan sihh sin ko lu ngomong kaya gitu lu pasti sembuh sin kita yakin lu bisa lewatin ini semua sama seperti saat itu lu bisa jalanin itu semua sin jangan ngomong kaya gitu lagi"ucap Giselle memeluk sindy sambil menangis


"jangan nangis dong sel gw nanti ikut nangis juga"ucap sindy


"huhhhh"menahan agar gak nangis"gw pasrah jika Tuhan sudah memanggil ,, gw sangat bahagia dipertemukan sama kalian orang orang paling hebat orang orang yang paling berarti bagi gw, gw bersyukur dihari hari terakhir gw gw bersama kalian sahabat gw yang paling gw sayang"ucap sindy


mereka pun berpelukan lagi dengan air mata membasahi setiap pipi mereka tanpa ada yang berbicara kembali


mendengar kabar tentang kondisi sahabat nya yang sudah tak lama lagi membuat mereka terpukul mendengar kabar duka itu hingga tak bisa berkata kata apa apa lagi,


mereka hanya bisa berdoa dan berharap prediksi dokter semua salah


setelah lama menenangkan satu sama lain mereka pun langsung menuju tempat dimana sindy ingin pergi


"sin"ucap Zahra melihat sindy terus memandang kearah luar jendela

__ADS_1


"apa Ra tenang gw baik baik aja"ucap sindy tersenyum kearah Zahra yang terlihat khawatir


"ayo lah kita akan jalan jalan ke pantai dimana tempat pertama kita bertemu dan berkumpul menjadi sahabat"ucap sindy


__ADS_2