
Zahra tak mendengar ucapan Bagas dan melepas tangan nya yang dipegang oleh Bagas, Zahra membuka pintu kamar Vira dan brak Zahra terjatuh kelantai kaget saat melihat siap yang berada diatas ranjang milik Vira
"Zahra"ucap Arkana kaget melihat siapa yang lancang membuka pintu
Zahra tersenyum miris lalu iya pun berdiri kembali
"sorry mengganggu kesenangan anda"ucap Zahra menutup pintu dengan kencang dan langsung berlari menuju kekamar lama nya lalu mengunci nya
beberapa lama kemudian Arkana berteriak teriak sambil mengetuk pintu kamar Zahra dulu
"Zahra tolong buka pintu nya"teriak Arkana
Zahra tak menjawab dan berpura pura tidak mendengar
"apa ini yang membuat ku takut dan khawatir memberikan tubuhku untuk nya kenapa dia bisa melakukan itu disini??apa dia gak berpikir aku akan melihat nya dan mengetahui semua itu??sudah berapa lama dia bersama dengan nya??"begitu banyak pertanyaan yang tiba tiba datang kedalam pemikiran Zahra
Zahra terus menangis bergulat dengan pemikiran nya sendiri tanpa mempedulikan teriakan dan ketukan yang terus terdengar memanggil nama nya didepan pintu kamar nya
"apa yang harus aku lakukan sekarang???aku harus bagaimana??aku butuh seseorang untuk bisa mendengar ku cerita tapi siapa???gak mungkin aku bercerita dengan mereka saat ini,aku gak mungkin berbicara dengan Bagas,Lee atau dito ini hanya akan membuatku malu, apa karna ini Tuhan engkau memberikan rasa takut pada diri ku saat aku ingin memberikan tubuh ku jika memang iya aku sangat berterimakasih"ucap Zahra tersenyum sambil terus menangis
Zahra berusaha terus tersenyum namun air mata nya tetap tidak bisa berhenti begitu sakit hati Zahra mengetahui kelakuan suami nya dibelakang diri nya
Zahra tak mau terus memikirkan hal itu dan terus bergulat dengan pemikiran dan batin nya Zahra berusaha untuk tidur dan menganggap semua nya tak terjadi dan diri nya tak melihat apa pun
pukul 3dini hari Zahra belum juga tertidur zahra keluar dari kamar nya dan memasak makanan untuk seseorang berusaha bersikap biasa saja dan menganggap diri nya tak pernah melihat apapun
Zahra berpikir setelah memasak Zahra akan mengambil barang barang nya dikamar Arkana lalu pergi kerumah sakit
namun saat Zahra membuka pintu kamar Arkana iya melihat Arkana sedang duduk seperti menunggu seseorang
"Zahra"ucap Arkana saat melihat Zahra membuka pintu kamar nya
Zahra kaget karena seseorang yang gak mau zahra temui saat ini ternyata tidak sedang tidur
Zahra berbalik berusaha untuk kembali kekamar nya namun....
grep tangan Zahra dipegang oleh Arkana
"Zahra mohon dengerin aku dulu"ucap Arkana lembut
__ADS_1
"gak perlu ada yang dibicarain mas aku ngerti ko kamu butuh seseorang untuk melepas sesuatu"ucap Zahra tanpa berbalikan badan nya
"maaf kan aku Zahra maaf"ucap Arkana
"gak perlu minta maaf mas, aku yang harus nya minta maaf ke kamu karna gak bisa memberikan apa yang harus nya jadi hak mu"ucap Zahra
"lihat aku Zahra"ucap Arkana
"maaf aku gak bisa menatap mu tolong lepas kan aku mas aku harus segera kerumah sakit"ucap Zahra
"aku tau kamu marah sama aku kamu pasti benci aku tapi tolong Zahra liat aku, aku minta maaf atas apa yang kamu liat kemarin aku---"Arkana
"aku bilang kan mas tadi gak perlu minta maaf ke aku harus nya aku yang minta maaf ke kamu, maaf aku gak bisa liat wajah mu mas bukan karena aku benci tapi hanya saja aku sedang tak ingin melihat mu dan maaf jangan membicarakan masalah itu lagi aku sudah menganggap aku gak pernah liat apa pun ko mas lagian dari awal kita udah sepakat aku gak akan ikut campur masalah pribadi mu aku gak akan mempermasalahkan itu aku gak ada hak untuk marah benci atau apapun itu tapi mohon biarkan aku sendiri dulu mas maaf aku butuh waktu untuk bisa seperti biasa nya"ucap Zahra berusaha melepaskan tangan nya dari genggaman tangan arkana
"Zahra--"ucap Arkana langsung terpotong oleh Zahra
"mas aku mohon biarkan aku sendiri dulu,owhh ya aku sudah buatkan makanan untuk mu sarapan nanti mas jangan lupa dimakan ya dan hangatkan lagi jika mas gak suka masakan yang sudah dingin,dan juga kamu pasti belum tidur kan dari semalam lebih baik kamu tidur mas gak usah pedulikan aku,aku baik baik aja gak perlu khawatir lakukan lahh kegiatan mu seperti biasa mas gak usah pedulikan aku kamu bahagia seperti itu lakukan lahh mas maaf"ucap Zahra
"Zahra"ucap Arkana lirih
"mas beri aku waktu untuk sendiri aku pasti kembali kerumah ini ko lagian aku gak bisa pergi kemana mana kan kamu tau itu jadi gak usah khawatir aku akan kabur dan maaf sekali lagi"ucap Zahra berusaha tetap tenang
Zahra berjalan memasuki kamar Arkana dan mengambil barang keperluan kantor hp dompet dan juga kunci mobil lalu berjalan melewati Arkana yang masih diam mematung tanpa bergerak hanya menatap kepergian Zahra
"Zahra mau kemana jam segini"ucap Bagas
"gw pergi dulu"ucap Zahra berusaha tersenyum
"kemana biar gw antar"ucap Bagas
"gak perlu gw bisa sendiri ko gas lu istirahat aja ini masih terlalu pagi untuk lu bangun"ucap Zahra lalu keluar
Bagas mengikuti Zahra untuk membukakan gerbang
"apa lu akan kembali kesini Ra"ucap Bagas saat Zahra akan keluar gerbang dengan mobil nya
"gw gak bisa kemana mana gas gw pasti kembali ko tenang aja"ucap Zahra tersenyum kearah Bagas
Zahra pun berlalu dan Bagas menutup kembali gerbang nya dan masuk kedalam rumah melihat kearah Arkana yang masih menatap kearah luar
__ADS_1
Arkana diam tanpa melakukan apapun hanya mendengarkan suara mobil Zahra sebelum nya sampai suara itu hilang tak terdengar
didalam mobil
"gw harus kemana???ini masih jam 3 pagi masa gw harus kerumah sakit gak mungkin kan apa yang akan gw jawab kalo mereka nanyain kenapa gw kesana jam segini akhh gw bingung apa yang harus gw lakuin"ucap Zahra bingung masih didalam mobil dan berjalan entah akan kemana
Zahra memberhentikan mobil nya ditanam gak jauh dari rumah sakit
"akhh bingung apa gw harus kesana apa gak"ucap Zahra
Zahra menatap dirinya dari pantulan cermin sangat menyedihkan penampilan yang acak acakan mata yang sembab wajah yang jelek tanpa make up
"sungguh menyedihkan hidup gw kenapa semua nya terjadi"ucap Zahra mulai mengingat hal yang iya lihat dan mulai menangis kembali pedih sakit yang Zahra rasakan saat ini
Zahra terus menangis dan meratapi kehidupan nya yang selalu menyedihkan
"pengen lupain semua nya walau sesaat gw pengen lupa"ucap zahra menangis sambil memukul mukul stir mobil
setelah lama menangis akhirnya Zahra melajukan mobil nya menuju sebuah bar
Zahra memasuki sebuah bar yang hanya tinggal beberapa orang saja
"maaf nona kami sudah tutup"ucap seorang barista
"tolong beri aku satu kelas saja yang beralkohol tinggi"ucap Zahra
"tapi nona kami sudah mau tutup tidak melayani tamu lagi "ucap nya
"aku mohon satu saja aku ingin melupakan nya saat ini aku mohon beri aku satu gelas saja akan ku bayar lebih dan memberikan mu tips juga"ucap Zahra
"emmm nona tapi"ucap barista itu
"berikan apa yang dia mau"ucap seorang pria
"baik"ucap barista itu
"makasih aku hanya akan minum satu gelas saja setelah itu akan pergi"ucap Zahra kepada pria yang menurut nya pemilik bar ini
"apa kau sedang memiliki masalah"ucap nya
__ADS_1
"ya sangat banyak masalah yang datang dalam kehidupan ku"jawab Zahra otak nya sudah tak berfungsi dengan benar karna terlalu banyak menangis