"PERNIKAHAN YANG DIDASARI HUTANG"

"PERNIKAHAN YANG DIDASARI HUTANG"
#127


__ADS_3

jam 9.30 Zahra bangun dari tidur nya.


Zahra tak bergerak sedikit pun dari tidur nya hanya memandang langit langit kamar sambil mendengarkan suara kicauan burung.


"sekarang apa yang harus aku lakukan??"tanya Zahra pada dirinya sendiri sambil masih menatap langit langit kamar


"apa yang harus aku lakukan??"ucap nya lagi sambil meneteskan air mata


"aku harus bagaimana sekarang??"ucap nya lagi


"apa salah aku mas???kenapa kamu lakuin ini sama aku??padahal aku udah membuka hati ku untuk mu mas tapi kenapa kamu lukain aku seperti ini"


Zahra masih mengingat semua yang dikatakan Arkana seperti sebuah rekaman yang berputar dengan jelas ditelinga dan ingatan nya perkataan yang membuat Zahra sadar bahwa semua perlakuan Arkana selama ini hanya sebuah kebohongan,


"hahah kenapa aku bodoh banget sihh"tersenyum miris mengingat semua perlakuan arkana terhadap nya


"semua itu udah seperti sekenario yang sudah disusun dengan jelas oleh Arkana semua nya sangat sempurna dari akting Arkana, tujuan hingga akhir cerita nya mungkin sudah ditentukan sampai akhir, karena terlalu pintar kamu berakting sampai aku pun terjebak dalam sekenario ini tanpa sadar masuk kedalam jebakan yang membuat aku seperti ini kamu memang begitu pintar berakting mas sampai sebelum ini aku masih terjebak mungkin jika kamu menjadi artis akan dapat penghargaan"Zahra tersenyum miris sambil mengusap air mata nya


"kamu benar benar udah membuatku hancur mas membuat ku seperti sekarang hiks hiks, kamu yang membuat aku harus mengetahui hal yang selama ini pura pura gak ku ketahui tentang keluarga angkatku hiks hiks kamu juga yang udah membuat aku mengecewakan zio pria yang baik dan tulus ,dan sekarang saat aku sudah benar benar mencintaimu dan menganggap mu segala nya kamu membuat aku melayang dengan semua kasih sayang mu kini kamu membuatku jatuh dari ketinggian yang membuat aku begitu sakit hingga tak sanggup bangkit lagi apa memang ini tujuan mu untuk membuat ku hancur mas kenapa???kenapa harus aku kenapa mas?? apa memang dari awal aku gak pantas untuk bahagia??apa memang dari awal seharusnya aku gak berharap??apa salah ku???kenapa kamu lakuin ini sama aku mas???apa aku salah mencintaimu??apa aku melakukan kesalahan hingga kamu melakukan ini semua??kenapa kamu memperlakukan ku dengan sangat baik apa hanya untuk melihat ku terpuruk mas, sekarang aku harus bagaimana??kalo memang tujuan mu itu kamu berhasil mas buat aku hancur, hiks hiks kenapa rasanya begitu sakit hiks hiks"


"cukup udah cukup kenapa perkataan mu terus terngiang ditelinga ku kenapa semua ucapan mu masih jelas seperti berada didalam pikiran ku, aku ingin lupa aku ingin semua nya tak pernah terjadi aaaaaa aku harus bagaimana hiks hiks hiks"tangis Zahra sambil menutup telinganya dengan bantal


"aku harus bagaimana"teriak Zahra lagi


"berusaha baik baik aja, gak ada gunanya gak bisa membuat rasa sakit ini hilang aku harus gimana ku mohon hilangkan rasa sakit ini"ucap Zahra menangis sambil menutup kepalanya dibawah bantal


beberapa jam kemudian Zahra berhenti menangis berjalan menatap wajah nya dalam cermin


bayangan yang sangat kacau balau yang berada dalam cermin.

__ADS_1


Zahra tersenyum miris


"apa ini baik baik aja??"tanya zahra memandang diri nya


zahra mencuci muka nya dan berjalan kearah kulkas didapur untuk mengambil buah dan susu untuk mengisi perut nya yang sudah lapar


"permisi"ucap seseorang dari arah pintu


Zahra yang sedang duduk pun beranjak membukakan pintu walau malas Zahra tetap membukakan nya


"permisi mba saya Sri yang ditugaskan tuan muda Dito untuk membantu mba selama disini, emmm mba ada masalah??apa ada sesuatu yang dibutuhkan???"tanya Sri setelah melihat penampilan Zahra


Zahra hanya menggelengkan kepala sambil tersenyum kaku lalu berjalan kearah kamar


"mba apa ada masalah??"tanya sri didepan pintu kamar zahra


"tuan muda bilang kalo mba Zahra orang nya ramah dan ceria kenapa yang saya liat seperti orang yang gak ada nyawanya, apa sedang ada masalah akhh sudah lahh bukan urusan ku juga aku gak mau ikut campur urus orang lain takut dapat masalah "ucap Sri menuju dapur untuk melihat isi kulkas dan melakukan kegiatan nya


Zahra menatap kearah luar jendela sambil membayangkan hal sepele yang biasa dia lakukan dengan arkana yang membuat nya terlihat sangat bodoh percaya akan perlakuan arkana yang sebenar nya adalah sebuah kebohongan


3 hari berlalu Zahra masih dalam keadaan yang sama tidak tersenyum atau pun berbicara Zahra hanya memakan 2 buah dan 2 kaleng susu setiap hari nya makanan yang dimasakan oleh Sri tidak disentuh sama sekali hingga membuat Sri bingung dan khawatir


Ting tong(bel)


"sebentar"teriak Sri dari arah belakang


"permisi ada yang bisa saya bantu??"ucap Sri setelah membukakan pintu


"apa Zahra ada didalam"ucap nya

__ADS_1


"akhh teman nya mba Zahra ya , mba Zahra ada didalam kamar mba"ucap sri


"apa zahra baik baik aja??"tanya nya


"kalo itu saya kurang tau mba, seperti nya mba zahra sedang ada masalah setiap hari berdiam dikamar dan hanya memakan buah dan susu saja"ucap sri


"apa saya boleh masuk"


"akhh ya si silakan mba"ucap Sri


seseorang itu pun langsung berlari kearah kamar Zahra yang diberitahu oleh Sri


"Zahra"panggil nya dengan sendu


Zahra masih menatap kearah luar jendela dengan duduk sambil memeluk kaki nya


"zahra maaf gw gak tau"ucap nya berlari dan langsung memeluk Zahra sambil menangis


Zahra kaget sekilas lalu membalaskan pelukan nya


"Zahra maaf gw baru datang sekarang maaf Zahra maafin gw, gw gak tau tentang masalah lu, kenapa lu gak bilang gw Zahra kenapa lu selalu simpan semua masalah lu sendiri sihh"ucap nya lagi memeluk Zahra dengan erat


"Giselle"tangis Zahra pun pecah dan memeluk erat Giselle


beberapa saat kemudian Giselle berani bertanya


"kenapa lu gak bilang ke gw Zahra apa lu mau diam aja seperti sekarang menangis sendirian seperti ini liat badan lu apa ini Zahra yang gw kenal apa seperti ini Zahra yang selalu bisa membantu kita semua dalam menghadapi masalah kita, Zahra liat gw kenapa lu seperti ini badan lu kurus seperti ini, ya ampun Ra kenapa sampai seperti ini sihh ayo dong Ra tunjukkin Zahra yang gw kenal mana senyuman lu mana ocehan lu candaan lu gw jauh jauh balik kesini mau liat lu Ra gw pengen liat senyuman lu yang manis"ucap Giselle


"lu udah semakin dewasa ya sell gw senang apa lu bahagia di sana gimana rencana lu di sana berjalan lancar"ucap Zahra masih dengan suara parau nya

__ADS_1


__ADS_2