"PERNIKAHAN YANG DIDASARI HUTANG"

"PERNIKAHAN YANG DIDASARI HUTANG"
#15


__ADS_3

"bukan nya kau bilang kaki mu sakit"ucap Arkana dingin


"tidak tuan itu hanya saya tidak bisa mengejar langkah tuan yang lebar dan cepat"ucap Zahra


tanpa menjawab Arkana kembali melangkah kearah mobil sambil memelankan dan memperkecil langkah nya agar bisa sejajar dengan Zahra


mereka pun langsung menuju rumah Arkana..didalam mobil tak ada yang berbicara sama sekali membuat suasana hening hanya terdengar suara mesin mobil.


sesampai nya dirumah Bagas langsung membukakan gerbang untuk majikan nya..setelah memakirkan mobil Arkana langsung menuju kamar nya sedang kan Zahra menuju ruang tv untuk bersantai sambil menonton tv


"Zahra"panggil Bagas


"ya ada apa gas??"jawab Zahra


"aku mau tanya kamu ada apa dengan tuan semalam apa ada masalah??apa tangan kamu baik baik aja aku melihat mu ditarik oleh tuan arkana??"tanya Bagas


"gak ada apa apa mungkin semalam ada kerjaan aku yang membuatnya marah dan tangan aku juga baik baik aja ko gas"jawab Zahra dengan senyum


"sukur dechh kalo baik baik aja"bagas


"sedang apa kalian disini"tanya Arkana yang baru saja menghampiri Zahra setelah mengganti baju nya dengan baju santai


"maaf tuan saya permisi akan kembali kedepan lagi"ucap Bagas lalu pergi


"saya sedang menonton film kartun tuan"jawab Zahra


"kamu sudah besar masih saja menonton kartun??apa kau dekat dengan bagas??"ucap Arkana dan duduk disamping Zahra


membuat Zahra langsung berdiri


"ya saya cukup dekat dengan bagas karna disini hanya dia teman mengobrol ku"jawab Zahra sambil berdiri


"mengapa kamu berdiri ayo duduk"ucap Arkana lembut


"emmm tidak usah tuan jika tuan ingin menonton silakan tuan saja saya bisa menonton didalam kamar"ucap Zahra


"saya ingin menonton ditemani oleh mu"ucap arkana


"tapi tuan.."


"tak ada tapi ayo kembali duduk didekat ku"ucap Arkana


tanpa menjawab lagi Zahra langsung duduk kembali ketempat duduk..jarak yang begitu dekat membuat jantung Zahra berdetak begitu kencang.

__ADS_1


"kenapa jantung gw berdetak kenceng banget ya apa tuan Arkana bakalan denger"bisik nya pada diri nya sendiri


"apa yang kau bicarakan menyebut nama ku"ucap Arkana mendekatkan wajahnya dengan wajah Zahra


"akhh tuan maaf saya tidak berbicarakan tuan"ucap Zahra tiba tiba berdiri karna kaget Arkana mendekatkan nya


"maaf tuan saya pamit kekamar dulu"ucap Zahra lalu buru buru berlari


"lucu sekali dia"ucap Arkana melihat tingkah Zahra


dalam kamar Zahra


"akhh kenapa gw deg degan banget pas tadi Arkana deketin gw"sambil memegang dada nya


tring suara hp membuat Zahra begitu kaget .


"aaaaa"Zahra kaget dan sedikit meloncat


"ya ampun hanya suara hp kenapa gw separno ini"sambil mengambil hp yang berada di sakunya


"ya hallo"


"apa sudah sampai, sekarang kamu dimana biar aku jemput kamu"


"oke tunggu disana aku akan menjemputmu"ucap nya lalu menutup telvon nya


"tuan maaf saya mau pergi sebentar menjemput sodara saya apa boleh??"ucap Zahra dan sedikit menunduk


"ya silakan"ucap Arkana tanpa memalingkan wajahnya dari tv


setelah mendapatkan izin Zahra langsung keluar menuju mobil nya


"apa kamu mau pergi"tanya Bagas


"ya aku mau ngejemput sodara ku yang baru saja datang"jawab Zahra


bagaspun langsung membukakan gerbang untuk Zahra


"aku pergi dulu ya gas owhh ya apa kamu mau nitip sesuatu??"tanya Zahra


"tidak usah aku gak mau membuatmu repot"ucap Bagas


"apaan sihh kamu kaya kesiapa aja gimana mau nitip gak biar sekalian dibeliin"ucap Zahra

__ADS_1


"gak usah aku gak mau apa apa kamu hati hati ya jangan ngebut bawa mobil nya"ucap Bagas lalu dianggukan oleh Zahra..


Zahra melanjutkan perjalanan menuju ke bandara.


"mana ya Caca aku udah lama tidak melihat nya apa dia sudah berubah sekarang"ucap Zahra sambil terus melihat orang yang keluar dari dalam bandara


"Kha Zahra"ucap seorang wanita muda yang mungkin usia nya sekitar 17tahun


"apa kamu Caca"ucap Zahra tidak mengenali gadis yang sekarang berada didepan nya


"apa kha Zahra lupa pada ku kau jahat Kha sudah lupa dengan adik sepupu mu ini"ucap Caca sedikit memanyunkan bibirnya tanda merajuk


"ayo lahh ca wajar jika aku tidak mengenal mu karna kamu berubah begitu banyak dulu kau adalah anak kecil yang begitu imut namun setelah hampir 10 tahun kita tak bertemu sekarang kau telah menjadi gadis cantik dan mungkin sedikit seksi apa kamu nyaman dengan pakaian mu yang terlalu terbuka seperti itu??"ucap Zahra heran dengan pakaian yang dipakai oleh gadis berumur 17tahun


"Kha ini tuhh pakaian yang trendi disana"ucap Caca


"oke, owhh ya Cha mengapa 6 bulan lalu kau menelvonku akan datang tapi ternyata kau tak mengabariku kalo kau tak jadi datang apa ada masalah disana??"tanya Zahra sambil berjalan kearah mobil nya


"maaf Kha saat itu aku sedikit ada masalah yang membuat ku tertunda untuk datang kemari maafkan aku aku lupa untuk mengabari mu karna terlalu sibuk maaf ya Kha"ucap Caca


"oke aku memaafkan mu,apa kau tau bahwa aku sudah menikah??"tanya Zahra


"apa??Kaka kamu sudah menikah mengapa kamu tidak bilang kepada ku bahkan yang lain nya pun tak ada yang bilang bahwa kau sudah menikah??"Caca yang kaget atas berita pernikahan Zahra


"pernikahan ku memang tak ada keluarga yang tau hanya kedua orang tua ku adik ku dan juga sahabat ku selain itu tak ada yang diberi tahu"ucap Zahra


"mengapa Kha??"ucap Caca


"aku pun tak tau bahkan pernikahan ku direncanakan tanpa sepengetahuan ku setelah 2 hari akan menikah papa baru memberitahu ku bahwa aku akan menikah"ucap Zahra


"apa om seperti itu kenapa Kha apa ada masalah???sekarang om dan Tante mana mengapa dia tak menjemput ku??"Caca


"aku tak tau Cha sekarang mereka dimana"ucap Zahra sambil berjalan memasuki mobil setelah memasukan barang bawaan Caca kedalam bagasi mobil


Caca pun memasuki mobil


"maksud Kaka apa kamu gak tau mereka dimana??"Caca


"ya setelah aku menikah aku tak pernah melihat nya lagi"ucap Zahra sambil menyalahkan mesin mobil dan melaju menuju kediaman Arkana


"kenapa Kaka gak cari dirumah"ucap Caca


"aku udah pernah pulang tapi saat sampai disana rumah itu sudah berpindah tangan"ucap Zahra

__ADS_1


"apa kenapa mereka seperti itu bukan nya om sama Tante begitu sayang sama Kaka mengapa sekarang mereka meninggalkan Kaka"tanya Caca


"entah lahh Kaka pun tak tau"ucap Zahra


__ADS_2