"PERNIKAHAN YANG DIDASARI HUTANG"

"PERNIKAHAN YANG DIDASARI HUTANG"
#138


__ADS_3

beberapa bulan setelah nya Zahra sudah mulai rutinitas nya kembali semua masalah nya sudah terselesaikan dan Zahra sudah bebes sepenuh nya dan hutang yang ia miliki terpaksa harus dibayarkan terlebih dahulu olehh Lee Karna Arkana tidak mau menceraikan nya sebelum semua hutang nya lunas.


setelah itu hari hari nya berjalan sangat baik Zahra sudah mulai bekerja disalah satu perusahaan menjadi seorang sekertaris CEO muda.


Giselle sudah kembali keparis, Lee kembali berkerja, Bagas sudah mendapatkan pekerjaan menjadi petugas keamanan di kantor pusat milik Lee, Dito pun kembali melanjutkan pendidikan nya.


semua nya berjalan kembali ke kesibukan nya masing masih mencari hal yang mereka ingin kan dan melakukan hal utama untuk bertahan hidup.


kehidupan Zahra berjalan sangat lancar sampai sebelum dia bertemu kembali dengan arkana mantan suami nya yang selama ini sengaja ia hindari.


Zahra dipertemukan disalah satu rapat yang di datanginya bersama atasan nya, sebenarnya saat ini Zahra ingin lari dari tempat ia berdiri tepat dihadapan nya ARKANA BAGASADITYA salah satu manusia yang tidak mau Zahra temui


"Zahra ada apa??kenapa kamu tidak duduk"ucap atasan Zahra kepada Zahra yang sedang mematung sambil memandang orang yang ada dihadapannya


"ma maaf bos"ucap Zahra lalu duduk


selama rapat Zahra berusaha bersikap biasa saja menghilangkan semua ketidak nyamanan nya.


setelah rapat selesai Zahra berjabat tangan dengan arkana orang yang bener bener ia hindari tanpa menatap wajah nya.


setelah itu Zahra buru buru meminta izin untuk kekamar mandi


dikamar mandi


"kenapa harus bertemu dengan nya??? kenapa ???kenapa??? kenapa harus dia akhh"Zahra memukul wastafel didepan nya


"akhh kenapa siHh harus ketemu dia kenapa "Zahra menatap wajah nya dicermin wajah kesal


setelah cukup lama Zahra mencuci wajah dan tangan nya lalu keluar berusaha biasa saja seolah tak ada yang terjadi dan ia bertemu dengan klien seperti biasa nya..


saat sedang berjalan menuju parkiran seseorang memanggilnya


"Zahra"


suara yang tidak mau ia dengar , Zahra menghiraukan nya dan tetap berjalan


"Zahra"


suara itu memanggilnya lagi namun Zahra tetap menghiraukan nya


"Zahra kenapa tidak berhenti aku memanggilmu"ucap Arkana memegang tangan Zahra


Zahra menatap sekilas lalu melepaskan tangan nya


"maaf saya masih ada pekerjaan"ucap Zahra hendak berjalan


"kamu pura pura kita tidak saling kenal"ucap Arkana


"maaf saya harus pergi"ucap Zahra sambil melangkah namun langkahnya terhenti, Zahra menatap Arkana dengan terpaksa


"seperti nya sudah lama kita tidak bertemu bagaimana kabarmu??"tanya Arkana setelah Zahra menatap nya


"maaf saya harus pergi bos saya masih menunggu"ucap Zahra


"apa kamu akan tetap seperti ini seolah kita tidak saling kenal, aku merindukan mu Zahra kenapa kamu tidak datang diacara pernikahan ku?? dimana kamu tinggal sekarang???bagaimana keadaan mu??"tanya Arkana sambil menatap Zahra


Zahra hanya diam memandang Arkana yang bertanya semua pertanyaan itu dengan heran

__ADS_1


"Zahra?? bagaimana keadaan mu?? kenapa kamu tidak datang padahal aku menunggumu mama dan papa juga menunggu mu mereka pengen bertemu dengan mu lagi??aku sangat merindukan mu Zahra aku seneng bisa bertemu dengan mu aku sudah lama mencari mu, tuan Lee, Bagas, bibi dan pak kebun semua nya pergi aku gak tau harus bertanya dengan siapa lagi bahkan tuan Lee selalu menolak ajakan ku kenapa kamu pergi tanpa memberi tahu ku kamu mencoba pergi jauh dari ku"Arkana


Zahra dibuat bengong dengan ucapan Arkana yang menurutnya sangat aneh


"kenapa tidak dijawab"tanya Arkana lagi sambil mendekat hendak memegang tangan Zahra namun Zahra menjauh


"maaf saya harus pergi"ucap Zahra


"aku gak akan biarkan kamu pergi sebelum kamu menjawab pertanyaan ku"Arkana


"pertanyaan yang gak masuk akal itu??hah apa kamu sedang becanda apa kamu gak sadar dengan pertanyaan mu itu??dan lagi kenapa aku harus menjawab nya"Zahra


"maaf saya benar benar tidak ada waktu saya permisi tuan Arkana yang terhormat"ucap Zahra lalu bergegas lari menghampiri bos nya yang sudah lama menunggu


"maaf bos lama menunggu"ucap Zahra


"apa kamu sedang tidak enak badan kenapa lama sekali"tanya bos nya sambil masuk kedalam mobil


"maaf tadi tiba tiba perut saya tidak enak bos makanya cukup lama maaf sekali lagi bos"Zahra


"bagaimana sekarang apa perlu kerumah sakit??atau kamu bisa pulang dan istirahat"


"ti tidak bos sekarang saya baik baik saja"ucap Zahra


"kamu yakin"


"yakin bos maaf sebelum nya"ucap Zahra


"oke kalo gitu, kita lanjut"ucap bos nya


jam 08.00 malam Zahra sampai dikosan nya.


"pengen mandi tapi males gak mandi badan lengket banget akhh males banget"ucap Zahra sambil menggoyang goyangkan kaki nya


"akhh mandi aja dechh dari pada nanti tidur nya gak nyaman"Zahra berjalan ke arah kamar mandi


Drett drettt (suara hp Zahra)


"siapa nie yang nelpon"setelah melihat nomor tanpa nama


"hallo"ucap Zahra setelah mengangkat telepon nya


"Zahra"suara seseorang yang Zahra kenal


Zahra langsung menutup telpon nya


"dia???kenapa dia bisa tau nomor gw siapa yang memberikan nya, bagaimana bisa"ucap Zahra menatap nomor yang tadi menghubunginya


"sekarang apa yang dia mau???padahal gw udah memilih tempat yang cukup jauh biar gak ketemu dia tapi kenapa tetap bisa ketemu"


"akhh sangat sial"ucap Zahra kesal


Zahra menaruh hp nya lalu pergi membersihkan tubuh nya,


pukul 07.30


Zahra sudah siap untuk berangkat ke kantor

__ADS_1


"Zahra"


Zahra melebarkan mata nya saat setelah membuka pintu menemukan sosok yang Zahra hindari


"Zahra ditempat seperti ini kamu tinggal sekarang"berjalan melewati Zahra yang masih bingung


"rumah kecil seperti ini, kamu sanggup tinggal disini, sangat tidak layak"ucap nya sambil melihat sekeliling


"apa yang kamu mau bagaimana kamu bisa tau tempat ini"ucap Zahra pada Arkana yang saat ini sedang duduk dikursi milik nya


"sangat mudah kalo kamu menanyai bagaimana aku bisa menemukan mu"


"mau mu apa???kita gak punya urusan apapun lagi kan jadi mau apa kmu kesini??"Zahra


"kenapa kamu kasar sekali sangat berbeda seperti saat kita masih bersama"arkana


"seperti nya kamu yang gak mengenal aku seperti ini lahh aku, aku bertanya lagi apa yang kamu lakukan???"Zahra


"aku ingin bertemu dengan mu"Arkana


"untuk apa kita gak punya urusan lagi dan gak ada alasan untuk kita bertemu"Zahra


"memang salah jika aku ingin bertemu dengan mu mantan istri ku"


"salah sangat salah"ucap Zahra penuh penekanan


"salah??bagian mana yang salah, aku hanya ingin bertemu dengan mu berbicara dengan mu mendengar suara mu melihat wajah mu"ucap Arkana menatap wajah Zahra


Zahra membuang nafas kasar


"gak perlu bertele tela apa mau mu?? aku harus pergi bekerja "ucap Zahra


Arkana bangun dan menghampiri Zahra, Zahra melangkah mundur


"kenapa menjauh??"arkana


"hah apa mau mu??"tanya Zahra kesal


"aku merindukan mu Zahra"ucap Arkana memeluk Zahra dengan tiba tiba


"apa lepaskan"ucap Zahra sambil memberontak dipelukan Arkana


"aku menyayangimu Zahra, aku sangat sangat merindukan mu, aku selalu mencari mu Zahra akhir nya sekarang aku menemukan mu"ucap Arkana lembut sambil memeluk Zahra dengan erat


"gak usah bercanda, merindukanku?? menyayangiku???alasan macam apa lepaskan"Zahra mendorong Arkana dengan kuat


"apa uang yang aku berikan kurang??berapa kurang nya akan segera ku bayarkan kan aku mohon jangan pernah menemuiku lagi"ucap Zahra


"ini gak ada urusan nya dengan utang ayah tirimu, Zahra aku benar benar merindukan mu aku ingin kita kembali, aku ingin mencicipi makanan mu lagi melihat wajah mu memeluk mu Zahra"ucap Arkana


Zahra tersenyum


"apa kamu bercanda tuan, bagaimana istri tercinta mu itu???bukan nya kamu sangat mencintai nya apa kamu lupa dengan ucapan mu dulu dan apa kamu lupa dengan perlakuan mu pada ku??maaf saya harus segera pergi jika memang anda masih ingin disini silakan tuan"ucap Zahra lalu berlari meninggalkan Arkana yang terus berteriak


"Zahra buka semua ucapan ku benar Zahra aku tidak bercanda"Arkana mengetuk ngetik pintu mobil Zahra


Zahra tidak pedulu dan menancap gas dengan kencang meninggalkan Arkana

__ADS_1


"sial"teriak Arkana


"menyebalkan"ucap Zahra didalam mobil


__ADS_2