
zio mengejar Zahra..
Zahra menangis karna begitu sakit dan merasa sangat sangat bersalah kepada zio orang yang benar benar sayang dengan nya yang benar benar tulus padanya..
"Zahra"panggil zio
"maafkan aku zio aku begitu bersalah kepada mu"ucap Tasya menghapus air matanya
"Zahra tolong jangan lahh menangis lagi dan jangan menyalahkan diri mu atas semua ini karna ini bukan lahh salah mu Zahra "ucap zio
"aku tau betapa kamu kecewa zio aku tau betapa kamu merasakan sakit disini"ucap Zahra sambil menunjuk pada dada zio
"aku yang telah membuat mu merasakan itu semua, semua karna ku semua impian indah kita hancur semua karna ku zio"ucap Zahra sambil terus menangis
"Zahra aku begitu mencintaimu, memang aku begitu kecewa saat mengetahui ini semua aku begitu sedih saat tau orang yang aku sayang telah menikah dengan orang lain tapi ini semua bukan kesalahan mu Zahra ini sudah takdir, tuhan tak mengizinkan kita untuk bersama Zahra" zio
"Zahra aku akan berusaha mengiklaskan mu dengan nya aku berharap pernikahan kalian bahagia aku seneng saat kamu bahagia Zahra walaupun bukan bersamaku, cari aku saat kamu butuh aku Zahra aku akan selalu ada saat kamu membutuhkan ku kamu adalah cinta ku untuk selama nya Zahra dan jika kamu dikecewakan oleh dia pergilah bersama ku Zahra aku akan selalu menunggu mu dan akan selalu menerima keadaan mu"ucap zio
"Zahra apa aku boleh memeluk mu"ucap zio lalu dianggukan oleh zahra
Zio memeluk Zahra, seseorang yang dulu adalah milik nya yang dulu selalu menemani nya sekarang sudah milik orang lain sudah bukan untuk nya lagi..
"aku akan sangat merindukan mu Zahra"ucap zio lirih
Zahra ingin melepaskan pelukan nya karna ucapan zio
"biarkan aku memeluk mu lebih lama lagi Zahra"ucap zio air mata zio jatuh tanpa iya sadari terjatuh ke punggung Tasya yang terbuka
kamu menangis zio??kamu menangis karna ku maaf kan aku zio aku tak bisa memperbaiki hubungan kita maaf kan aku zio batin zahra sambil mengeratkan pelukan pada zio dan menangis
cukup lama mereka dalam keadaan berpelukan
seseorang menarik tangan Zahra sampai mereka pun terlepas..
zio begitu terkejut melihat siapa yang menarik zahra..
berbeda dengan Zahra ia tidak terkejut hanya bingung mengapa Arkana bisa berada disini..
__ADS_1
ya yang menarik Zahra adalah Arkana..
saat Zahra berada di atas panggung ada seseorang yang terus melihat kearah Zahra..yaitu Arkana entah mengapa Arkana ingin sekali ke kampus Zahra saat sampai dikampus Arkana memasuki kampus karna memang Arkana salah satu investor kampus Zahra jadi tak sulit untuk Arkana mengetahui kegiatan kampus ini..
ia melihat Zahra sedang berada diatas panggung dengan seorang pria yang sedang mengusap pipi Zahra..Arkana terus menerus mengikuti arah gerak Zahra sampai iya mengikuti Zahra saat iya berlari turun dari panggung menuju belakang Arkana pun mendengar semua pembicaraan mereka setelah melihat Zahra dipeluk orang lain dengan begitu lama entah ada apa dengan dirinya sendiri Merasa begitu kesal dan menarik Zahra agar terlepas dari pelukan zio
Zahra masih bingung bagaimana Arkana bisa berada disini dan mengapa dia tiba tiba menarik Zahra.
tanpa sepatah katapun Zahra langsung ditarik kasar oleh Arkana membuat Zahra menjadi bingung apa Zahra melakukan sesuatu yang fatal sampai Arkana menarik Zahra dengan emosi.
"Zahra"panggil zio
"aku pulang dulu zio bilangin ke yang lain nya juga aku duluan"teriak zahra
Arkana melihat kearah Zahra dengan wajah merah padam karna menahan emosi yang entah apa penyebab nya..
Zahra dipaksa memasuki mobil Arkana. lalu Arkana membawa Zahra menuju rumah dengan kecepatan tinggi..
"tuan apakah bisa lebih pelan saya takut akan terjadi yang tidak tidak"ucap Zahra sambil berpegangan.
Arkana tidak mendengarkan ucapan Zahra iya terus melanjukan mobil dengan cepat tanpa mengurangi kecepatan..setelah sampai Arkana langsung membuka pintu mobil dan menarik Zahra agar ikut dengan nya..
"tuan sebenar nya kenapa saya ditarik seperti ini apa ada yang salah dengan pekerjaan saya..tolong lepaskan tangan saya genggaman tuan membuat tangan saya sakit"ucap Zahra
arkana langsung melepaskan tangan Zahra diliat nya tangan Zahra yang berwarna agak merah dibagian yang digenggam oleh Arkana..
Zahra mengusap tangan nya yang sakit karna dipegang oleh Arkana..
"awww...tuan apa yang membuat tuan marah terhadap ku sampai tuan memegangku dengan kasar jika memang pekerjaan ku tidak baik saya minta maaf"ucap Zahra
Arkana tidak menjawab hanya terus menatap tangan Zahra yang memerah karna nya..
"saya permisi tuan ingin mengobati tangan saya"ucap Zahra karna tak dapat jawaban dari Arkana lalu Zahra pergi menuju kamar nya.
Arkana hanya menatap punggung Zahra yang semakin menjauh hingga hilang dibalik pintu kamar Zahra..
"akhh ada apa sama gw kenapa gw bisa marah sama dia dan membuat tangan nya sampai seperti itu..akhh gila gila"teriak Arkana
__ADS_1
Zahra mendengar teriakan Arkana..
"mungkin dia lagi ada masalah tapi kenapa harus gw yang jadi korban"ucap Zahra sambil mengobati tangan nya yang memerah
"awww sakit banget"
drett drett drett bunyi hp Zahra yang berada didalam tas..lalu ia mengambil nya telvon dari sahabat nya..
"hallo dit"ucap Zahra dalam telvon
"gw baik baik aja ko dit"
"gw juga gak tau kenapa dia bisa berada disana"
"ok besok gw jelasin udah dulu ya bay"Zahra menutup telvon nya
Zahra melanjutkan mengompres tangan nya.
tok tok tok
Zahra membuka pintu kamar yang diketuk oleh seseorang.
"apa tangan mu baik baik aja"tanya Arkana lembut
Zahra bingung dengan Arkana mengapa dia berbicara begitu lembut padahal tadi menarik ku dengan kencang dan wajah nya juga seperti menahan emosi tapi berbeda dengan sekarang
Arkana menarik tangan Zahra dengan lembut dan melihat tangan Zahra yang tadi iya tarik sedikit memerah.
Zahra menarik tangan nya kembali
"saya baik baik saja tuan tidak perlu khawatir"ucap zahra langsung berjalan kedalam kamar nya tanpa menutup pintu
Arkana mengikuti masuk kedalam kamar Zahra..
Arkana begitu terpana dengan kamar Zahra dulu kamar ini memang mewah dan besar namun tak seindah ini kapan Zahra mengubah kamar ini dengan begitu indah dan begitu nyaman..membuat siapa saja yang memasuki kamar nya akan merasa nyaman dan betah berlama lama disini...Arkana terus memperhatikan kamar Zahra
"emmm maaf tuan saja mengubah kamar ini tanpa memberi tahu tuan karna saya tak terlalu suka dengan kamar yang sebelum nya maaf kan saya"ucap Zahra setelah melihat Arkana sedang memperhatikan kamar nya
__ADS_1
"tidak papa bahkan saya suka dengan kamar mu"ucap Arkana lalu duduk dikasur sahra yang dibalut seprei bermotif Doraemon..