
"ini minuman nya"barista itu memberikan minuman yang beralkohol tinggi sesuai yang diminta zahra
"terimakasih"ucap Zahra lalu meminum nya dengan satu tegukan
"hey jangan minum terlalu cepat"ucap pemilik bar
"mohon satu lagi"ucap zahra
"hey kau"ucap nya
"bagaimana bos"tanya barista
"plis 1 lagi ya aku pengen melupakan semua ini aku mohon"ucap zahra memohon pada pemilik bar
"berikan lahh yang dia mau lagian dia juga bayar kan"ucap nya
barista itu pun membuatkan nya kembali setelah mendapat persetujuan dari bos nya
"apa yang ingin kau lupakan mengapa kau sangat ingin sekali melupakan nya"ucap pemilik bar ramah sambil duduk disampingnya
"banyak yang ingin aku lupakan kalo bisa aku ingin hilang ingatan agar semua ingatan yang menyakitkan hilang sepenuh nya"ucap Zahra meminum nya lagi
"apa kau bisa menceritakan nya kepadaku"ucap pemilik bar
"emang nya kau siapa apa aku mengenal mu kenapa kau ingin mendengar cerita ku"ucap Zahra masih terus meminum
"kamu mengenal ku mulai sekarang, aku adalah Carlos Wiliam pemilik bar ini"ucap Wiliam
"owhh ya aku Zahra byzantia"ucap Zahra tanpa sadar
"nahh sekarang kamu mengenal ku dan aku mengenal mu apa kamu bisa menceritakan nya pada ku"ucap Wiliam
"gak"ucap Zahra
__ADS_1
"kenapa"ucap Wiliam
"karna aku gak mau ada seseorang yang mengawatirkan ku"ucap Zahra
"memangnya kenapa kamu gak mau ada yang mengawatirkan mu bukan nya itu akan bagus untuk mu"ucap Wiliam
"gw gak mau membuat mereka sedih gw gak mau membuat mereka khawatir sudah cukup bagi mereka cemas akan kondisi sindy gw gak mau membuat beban mereka lagi karna masalah gw"Zahra terus meminta minuman setelah gelas nya kosong
"kenapa kehidupan gw begitu menyedihkan kenapa apa salah yang pernah gw perbuat sebelum nya kenapa saat gw merasa bahagia ada saja masalah yang membuat gw hancur kenapa???gw bahagia bersama kedua orang tua gw tiba tiba tuhan mengambil nya dari sisi gw, adik yang gw sayang dari dia lahir ternyata sama sekali gak peduli sama gw, gw tau dia bukan adik kandung gw tapi gw benar benar sayang dengan nya tapi apa yang gw denger dari nya ternyata dia gak pernah sama sekali membalas rasa sayang nya terhadap gw semua hanya pura pura, mereka yang udah gw anggap orang tua gw sendiri ternyata tega ninggalin gw dan menjual gw kepada orang lain dan gw dipaksa untuk menikahi nya menikahi pria yang gak gw cintai, gw terpaksa pisah sama zio orang yang sangat berharga bagi gw melepas harapan yang pernah kita impikan gw menyakiti nya gw membuatnya kecewa demi dia yang sekarang menjadi suami gw setelah gw mencintai nya selama setahun ini gw berusaha membuka hati gw buat nya, tapi ternyata dia menghiyanati gw dia melakukan hal yang gak seharusnya dilakukan kenapa lu bisa melakukan itu dengan pembantu lu sendiri apa lu gak mikir gw akan tau dan melihat itu semua akhh gw bego kenapa gw bisa sesakit ini gw bego kenapa gw gak memukul lu aja atau memaki lu kenapa gw berpura pura tenang seakan gw baik baik aja kenapa semua nya terjadi sama gw kenapa harus kehidupan gw, dan sekarang kondisi sahabat terbaik gw dalam ancaman apa gw juga akan kehilangan dia kenapa kehidupan gw ancur kenapa gak biarkan gw bahagia terus kenapa"teriak Zahra dan memukul mukul diri nya Zahra sudah mulai mabuk dan tak sadar akan keadaan nya
"apa yang kau lakukan berhenti memukul diri mu sendiri"ucap Wiliam
"kau mabuk, Edi bantu saya"ucap Wiliam pada barista
Zahra terus bergumam memukul dirinya dan mencaci dirinya yang bodoh dan mengutuk kehidupan nya yang hancur
"hey kau bisa diam tidak"teriak Wiliam
"apa kau sudah sadar"ucap Wiliam
Zahra tiba tiba memeluk Wiliam
Wiliam yang kaget hanya diam dan bingung
"Edi apa yang harus saya lakukan dengan wanita ini??"ucap Wiliam
"maaf bos saya juga tidak tau"ucap Edi yang ikut bingung
Zahra semakin menangis kencang sambil memukul sesekali dada Wiliam
setelah melihat Zahra yang menangis kencang seperti melepaskan kesedihan nya Wiliam pun diam membiarkan Zahra menangis dan memukul nya
"apa kau sudah lebih tenang"ucap Wiliam setelah Zahra melepaskan pelukan nya dan mulai tenang
__ADS_1
"kamu siapa??akhh maaf saya membasahi membasahi baju mu ukhu owhh ya ya saya saya disini owhh ya ini bayaran untuk minuman nya terimakasih owhh apa cukup kalo tidak ini nomor saya nanti anda bisa menghubungi saya jika tidak cukup ini untuk tips mu terimakasih saya saya akan pergi ya dadah makasih banyak ya ya saya pergi"ucap Zahra tidak jelas ngelantur lalu pergi menuju mobil nya
"hey kau mabuk sebaik nya kau diam disini dulu gak baik jika kau mengendarai mobil dengan keadaan mabuk"ucap Wiliam menghentikan Zahra
"akhh aku gak mabuk ko hanya sedikit pusing saja owhh ya kamu siapa???"ucap Zahra mendekatkan wajah nya pada Wiliam
"owhh ya aku ingat kamu siapa ya nama nya aku lupa tapi kamu yang didalam kan kamu cukup tampan tapi maaf aku harus pergi kerumah sakit"ucap Zahra berjalan
"aku harus kemana ya ini dimana owhh ya ya saya ingat jalan ini seperti nya saya harus ke rumah sakit owhh Yaya ya saya ingat jalan nya"ucap Zahra ngelantur
"hey biar saya antar kamu mau kerumah sakit mana"ucap Wiliam
"rumah sakit xx ada mereka disana ya kesana"ucap Zahra hendak masuk ke mobil nya
"biar saya antar kamu duduk disini saja"ucap Wiliam membukakan pintu mobil dan membiarkan Zahra duduk di kursi depan dan dirinya yang akan menyetir
"owhh ya ok"ucap Zahra
Zahra terus menggumam hal yang membuat Wiliam tidak mengerti sesekali Zahra akan menangis dan berusaha tersenyum dan bergumam bahwa dirinya baik baik aja
Wiliam sesekali menatap kearah Zahra
"apa wanita jika mabuk seperti ini??"gumam Wiliam
"kita sudah sampai dirumah sakit kamu akan mengunjungi siapa??"tanya Wiliam namun Zahra tak menyahut
"hey kamu tidak mendengar ku"ucap Wiliam
"apa"ucap Zahra menatap wajah Wiliam yang begitu dekat
'kenapa jantung gw ko berdetak kenceng banget dan wajah dia kenapa begitu manis dan cantik akhh imut nya'ucap Wiliam sambil terus menatap wajah Zahra
grebbb cupp
__ADS_1