
setelah selesai makan mereka pun kembali kerumah masing masing dan Bagas pun kembali bekerja karna jam kerja nya belum selesai.
keesokan hari nya setelah selesai kerjaan rutin Zahra , Zahra pun bersiap dengan pakaian dan juga sepatu yang kemarin dibeli dan juga dengan riasan dan tatanan rambut yang sudah siap untuk membuat Zahra semakin sempurna
Zahra pun menuju lantai bawah untuk menunggu Bagas siap, sebelum itu kemarin bagas sudah sempat minta izin untuk libur hari ini.
"udah siap"ucap Zahra pada Bagas yang baru saja mendekat kearah nya
"siap, Ra lu cantik banget"ucap Bagas
"bisa aja yaudah yu"ucap Zahra
"Kha mau kemana???"tanya Caca
"owhh iya aku lupa bilang ke kamu ca aku hari ini wisuda ca"ucap Zahra
"akhh Kaka kenapa gak bilang kan aku juga mau datang"ucap Caca
"yaudah kamu siap siap aja nanti kamu nyusul ke kampus aku kamu tau kan kampus aku??"ucap Zahra
"tau ko oke nanti aku nyusul kesana"ucap Caca
"nanti kabarin aja kalo sudah sampai kampus"Zahra
"oke"Caca berlalu memasuki kamar
Zahra dan Bagas pun menuju mobil Zahra yang sudah terparkir didepan rumah
"kalian mau kemana??"tanya Arkana pada Bagas dan Zahra yang sedang mendekat kearah mobil
"saya mau kekampus"ucap Zahra
"kekampus??mengapa kamu memakai baju seperti itu untuk kekampus??"tanya arkana
"apa tuan lupa hari ini saya wisuda kan saya sudah minta izin ketuan 2 hari yang lalu"ucap Zahra
"mengapa dia juga ikut dengan mu"ucap Arkana
"dia mau menemaniku"ucap Zahra
"mengapa kamu tidak meminta ku untuk menemani mu"ucap Arkana
Zahra dan Bagas saling pandang ucapan Arkana membuat bingung mereka.
"emmm maaf tuan bukan nya tuan tidak mau ikut campur urusan saya ya??? apa lagi untuk mendampingi saya bukan nya tuan tidak mau?? makanya saya tidak meminta pada tuan"ucap Zahra
"emmm"arkana pun bingung dengan diri nya sendiri lalu iya berbalik menuju dalam rumah tanpa berbicara
"ada apa sama Arkana??"tanya Zahra pada Bagas
"kenapa nanya ke aku, aku juga kan gak tau kamu yang istri nya masa nanya ke aku"ucap Bagas sambil mengangkat angkatkan bahu nya
"bentar dechh gw samperin Arkana dulu"ucap Zahra
"oke"ucap Bagas
Zahra berlari kecil menghampiri Arkana yang berada dikamar nya
"tuan"ucap Zahra sambil mengetuk pintu kamar ARKANA
"ya masuk"ucap Arkana
__ADS_1
"tuan apa tuan marah karna saya tidak meminta izin kepada tuan bahwa Bagas menemani saya??"tanya Zahra
Arkana mendekat kearah Zahra membuat Zahra mundur kebelakang
"tu tuan"ucap Zahra setelah diri nya tidak bisa mundur lagi karna sudah tekena dinding
"kamu memanggil saya apa??"ucap Arkana menghampit Zahra dengan kedua tangan nya yang menempel ke dinding membuat Zahra tidak bisa bergerak
"tu tuan"ucap Zahra gugup karna diri nya dengan Arkana hanya bercarak beberapa centi saja
"bukan nya sudah pernah saya bilang kamu harus memanggil saya dengan sebutan apa"ucap Arkana
"emmm ma maaf tuan ekhh mas maksud saya"ucap Zahra
"kamu dengan gampangnya memanggil Bagas dengan sebutan nama yang begitu akrap tapi kamu begitu sulit memanggil ku dengan sebutan mas"ucap Arkana
"ma maaf aku salah"ucap Zahra menunduk
"jika sedang berbicara tatap wajah nya bukan tatap kelantai"ucap Arkana
Zahra lalu menatap wajah Arkana yang tanpa ekspresi
begitu tampan namun begitu dingin ucap Zahra dalam hati
tanpa aba aba Arkana mencium bibir Zahra yang membuat Zahra kaget
setelah Arkana melepas ciuman nya Zahra menutup mulut nya
"tu tu emmm mas apa yang anda lakukan"ucap Zahra
"saya mencium istri saya apa ada yang salah??"ucap Arkana tetap dengan nada yang dingin dan menatap wajah zahra
"ta tapi kenapa??"ucap Zahra
"emm ma maaf tuan saya harus ke kampus sekarang"ucap Zahra menunduk
"saya akan menemani mu"ucap Arkana seketika membuat Zahra menatap wajah Arkana
"mengapa apa kamu tidak mau??"ucap Arkana sambil mengangkat Alis nya
"akhh tidak tuan hanya aneh saja biasa nya tuan tidak mau untuk ikut kedalam urusan saya"ucap Zahra
"hari ini beda dan satu lagi jangan sebut saya tuan lagi saya tidak suka"ucap arkana
"emm iy iya ma maaf mas"ucap Zahra
"yasudah yu"ucap Arkana sambil memegang tangan Zahra
Zahra menatap tangan nya yang dipegang sambil tetap didalam posisi tanpa bergerak
"kenapa"ucap Arkana lalu mengikuti arah pandang Zahra
"ayo"ucap Arkana masih memegang tangan Zahra
"ta tapi tuan tangan saya"ucap zahra
"kenapa??apa gak boleh"ucap Arkana melepas tangan Zahra lalu merangkul pinggang Zahra
"aaa mas"ucap Zahra kaget dan masihh diam tidak berjalan
"kau lama sekali bukan nya kau bilang ingin ke kampus sekarang"ucap Arkana menggendong Zahra
__ADS_1
Zahra memberontak meminta diturunkan
"diam dan berpegangan lahh agar kau tak jatuh dari gendongan saya"ucap Arkana
Zahra memegang jas arkana
"kau bisa membuat jas ku kusut jika kau memegang nya seperti itu"ucap Arkana sambil menuruni tangga
"saya harus berpegangan kemana??lebih baik turunkan saya biar saya jalan sendiri"ucap Zahra
"tidak kau bisa merangkul leher saya jika tidak saya akan langsung melepas kan mu agar kamu terjatuh kebawah"ucap Arkana
Zahra langsung mengalungkan tangan nya pada leher Arkana dengan gugup dan menyembunyikan wajahnya dibalik tangan zahra
terbesit senyum pada wajah Arkana
"apa sudah sampai depan kenapa begitu lama"ucap Zahra
"ya sebentar lagi"ucap Arkana
Arkana sengaja berjalan lambat agar lama sampai depan
"kamu bisa berangkat sendiri dengan mobil Zahra biarkan Zahra berangkat dengan ku"ucap Arkana kepada Bagas yang masih bengong dengan apa yang iya liat
Arkana langsung memasukan Zahra pada mobil sport nya dan berlalu meninggalkan Bagas yang masih diam terpaku
tring suara hp Bagas
pesan dari Zahra.
Zahra : maaf gas aku gak bisa berangkat
bareng kamu gak tau kenapa tiba tiba
Arkana ingin ikut dengan ku sampai
aku digendong oleh nya ,maaf ya owhh
ya Caca bilang ingin ikut apa kamu
bisa berangkat bareng dengan nya??
Bagas : oke tidak papa, ya aku bisa menunggu
Caca
Zahra : makasih, jangan lupa kabarin aku jika
sudah sampai
Bagas : oke nanti akan aku kabari setelah
sampai
didalam mobil Arkana
"sedang apa??dari tadi sibuk dengan hp??"tanya Arkana
"owhh ini saya mengirim pesan ke bagas"jawab Zahra
"mengapa harus mengirim pesan kan dia tadi sudah liat sendiri bahwa kamu bersama ku"ucap Arkana
__ADS_1
Zahra tak bisa menjawab lagi dia hanya tersenyum kearah Arkana