
mereka pun menanam tanaman yang tadi dibeli oleh Zahra sampai langit berwarna jingga
"besok lagi saja Bagas lanjut nya sekarang sudah mulai gelap kamu kembali kekamar saja disini biar aku yang rapihkan"ucap Zahra
"baik saja kembali kekamar duluan non Zahra"ucap Bagas
Zahra menjawab dengan anggukan..setelah selesai merapihkan barang barang yang dipakai nya tadi Zahra langsung menuju kamar nya dan langsung masuk kekamar mandi untuk membersihkan badan nya yang bau pupuk dan juga kotor karna tanah.
seperti biasa walau tak ada Arkana Zahra selalu saja menyempatkan diri untuk memasak.
"ekhh non Zahra sudah bangun"ucap Bagas yang baru saja keluar dari kamar nya
"sudah..saya kekamar dulu ya"ucap Zahra kembali kekamar setelah selesai memasak
"Bagas ayo makan bareng saya"ucap zahra setelah rapih dan turun hendak ke dapur untuk sarapan
"iya non silakan non duluan saya bisa nanti"ucap Bagas
"coba dechh panggil nya Zahra jangan non"ucap Zahra
"iya Zahra"ucap Bagas
"nah gitu anggap aja aku teman kamu jangan terlalu sungkan sama aku ini bukan rumah aku ini rumah Arkana jadi jangan terlalu formal sama aku"ucap Zahra
setelah selesai makan Zahra langsung menaiki mobil nya dan dibukakan gerbang oleh Bagas
"makasih"ucap Zahra sambil menurunkan kaca
"sudah tugas saya Zahra"ucap Bagas berusaha terbiasa
"ya udah aku berangkat ya kamu jangan lupa untuk menutup gerbang dan kunci rumah jika keluar kalo ada apa apa hubungi aku aja udah punya kan no aku"ucap Zahra
"sudah hati hati"ucap Bagas
dianggukan oleh Zahra lalu menutup kaca dan melajukan mobil nya ke kampus
sesampai nya dikampus Zahra langsung menuju kantin karna Zahra yakin teman teman nya pasti berada di disana..dugaan Zahra benar dia melihat 3 sahabat nya sedang tertawa sambil memegang minuman
"hayo ketawain apa"Zahra sambil menggebrak meja
"aaaa Zahra gila lu..lu mau bikin gw mati karna kaget ya"ucap Giselle yang sambil memukul Zahra dengan buku yang berada diatas meja
"hahaha"Zahra tertawa karna bisa mengagetkan sahabat nya
"ketawa lu liat kita kaget"ucap sindy
"lu kekampus kira kita lu gak akan kekampus hari ini"ucap Adit
"kampus lahh malas gw dirumah terus bt"ucap Zahra sambil mengambil minuman milih sindy
__ADS_1
"mata lu agak sembab kemarin lu abis nangis seharian Ra??"tanya Adit
"iya Ra mata lu agak sembab ngapain lu nangis Ra siapa yang kena musibah??"tanya Giselle
"emang ya lu mah inem"ucap Adit
"maksudnya apa sihh siapa si inem itu???temen lu ra??nama nya norak banget inem"tanya Giselle
"emang cape ngomong sama lu"Adit
"lu cape apa dit kan dari tadi lu disini Ama kita masa lu cape"Giselle
"bodo amat"Adit
"siapa lagi itu si amat??"Giselle
Adit yang lain nya hanya memutarkan mata nya malas..
mereka pun mengobrol dan tertawa karna kedodolan nya si Giselle
"ekhh udah mau dimulai nie kelas nya yu kekelas"ucap Adit
"yu"ucap Giselle
mereka pun berjalan ke arah kelas sambil sesekali mengisengi Giselle
"udah selesai nie kelas nya abis ini kita mau kemana nie??"tanya sindy
"gimana kalo kita ke club udah lama kan gak kesana"ucap Giselle
"emm boleh juga tuhh ide lu sel"ucap Adit
"oke gw juga setuju"sindy
"Zahra"panggil seseorang dari belakang
"ekhh tuan Lee ko bisa ada disini sihh??"tanya Zahra
"hai Kha ganteng"ucap Giselle sambil melambaikan tangan
"hai..aku ada kerjaan kekampus ini..kamu ternyata mahasiswa dikampus ini??"tanya Lee
"iya tuan Lee aku kuliah disini semester akhir"ucap Zahra
"jangan tuan dong Ra panggil nya aku"ucap Lee
"oke Lee"Zahra
"Kha ganteng mau gabung gak sama kita kita mau ke club nie biasa refreshing"ucap Giselle
__ADS_1
"maaf saya gak bisa masih ada pertemuan dengan dekan dikampus ini..saya melihat Zahra karna penasaran takut salah lihat makanya saya kesini dulu"ucap lee
"maaf tuan saya mengganggu..dekan kampus ini sudah menunggu tuan di ruangan nya"ucap sekertaris Lee
"oke..saya pamit dulu ya lain kali pasti saya akan ikut bergabung"ucap Lee
"bener ya"Giselle
"iya dahh sampai bertemu lagi"ucap Lee sambil melambaikan tangan kearah Zahra dan sahabat nya
"Zahra"
"zio ada apa??"tanya Zahra yang melihat zio mendekat kearah nya
"ada yang masih mau aku omongin sama kamu,kamu mau kan hari ini jalan sama aku"ucap zio
"emmm gimana ya"Zahra melihat ke arah sahabat nya
"udah Sono jalan kita ngerti ko kalian masihh banyak yang mau ditanyakan satu sama lain"ucap Adit
"kan kita mau ke club masa Zahra gak ikut sihh"Giselle
"udah Ra zio sana jalan aja jangan dengerin si pea Giselle"ucap sindy
"sorry ya gw ajak Zahra dulu"ucap zio
"iya selow aja zio lu kaya yang baru kenal Ama kita aja"ucap Adit
"iya sihh lu udah sana"ucap sindy
"gw bawa mobil dit lu bisa gak bawa mobil gw dulu nie kunci nya"lempar Zahra
"oke"ucap Adit
Zahra dan zio pun berjalan kearah mobil zio,,
zio mebawa Zahra ketepi pantai.
"Ra aku belum sepenuh nya percaya kalo kamu beneran sudah nikah sama pria lain aku belum bisa iklasin kamu Ra maaf kan aku yang belum bisa melepaskan mu"ucap zio setelah mereka berdua duduk di bawah payung besar yang terdapat ditepi pantai
"aku paham zio tak semudah itu untuk melupakan seseorang, aku pun sama zio aku sulit untuk melupakan mu tapi aku terus berusaha untuk melepaskan mu bersama orang lain yang bisa bersama sama dengan mu dan membahagiakan mu, kita gak akan bisa bersama lagi zio aku udah menjadi milik orang lain menjadi istri dari pria lain"ucap Zahra sambil memandang ke pantai
"apa kamu mencintai suami mu Ra apa kamu sudah melupakan perasaan mu terhadapku"ucap zio melihat kearah Zahra
"saat ini memang aku belum bisa mencintai suami ku, aku jujur sama kamu saat ini aku masih sangat menyayangi mu sulit untuk ku melupakan mu sudah banyak yang telah kita lalui bersama zio masa masa indah yang pernah kau berikan pada ku membuatku begitu menyayangi mu tapi aku sadar diri saat ini seharusnya aku sudah tak boleh memiliki perasaan apapun terhadapmu aku sudah menjadi istri sah orang lain seharusnya aku sepenuhnya memberikan hati ku pada suami ku aku tau ini begitu sulit untuk kita berdua tapi aku selalu berusaha dan mengiklaskan semua nya kita gak ditakdirkan bersama zio aku berusaha untuk bisa melupakan perasaan terhadap mu seharus nya kamu pun sama zio harus berusaha mengiklaskan ku dengan orang lain"ucap Zahra
"tapi aku tak bisa menjauh dari mu zahra aku berusaha untuk benci padamu agar aku bisa melupakan perasaan ini namun semua nya sia sia aku selalu teringat diri mu zahra"ucap zio
"kau tak perlu membenci diri ku dan menjauh dari ku kita bisa menjadi teman baik zio aku yakin seiring jalan nya waktu kamu akan bisa melupakan perasaan mu terhadapku aku percaya kamu akan menemukan wanita yang lebih baik dari ku yang bisa menyayangimu dengan tulus bisa membahagiakan mu yang bisa menggantikan posisiku dihati mu"ucap Zahra
__ADS_1