"PERNIKAHAN YANG DIDASARI HUTANG"

"PERNIKAHAN YANG DIDASARI HUTANG"
#115


__ADS_3

"ya sindy benar benar baik bahkan setelah apa yang saya lakukan kepadanya dia tetap mengharapkan kebahagiaan untuk saya dan masih menyayangi saya setelah baca itu saya baru sadar saya membuang hal paling berharga satu satu nya yang saya punya"ucap Sandy meletakkan minuman dimeja


"owhh ya saya baca surat terakhir apa benar saya cinta pertama dan terakhir sindy"ucap Sandy


"ya mungkin sindy gak pernah berpacaran dengan siapa pun padahal banyak banget laki laki yang mendekatinya bahkan sampai menembak nya tapi gak ada satu pun yang diterimanya jadi menurut saya dia benar benar menganggap anda cinta pertama dan terakhirnya"ucap Zahra


"bahkan dia sampai seperti itu saya benar benar malu sama diri saya sendiri"ucap Sandy


"hubungan anda dengan pacar anda bagaimana??"tnya Adit penasaran karena memang pacar nya lahh yang membuat sindy semakin jauh dari Abang nya


"sudah berakhir gak lama setelah saya menyadari sikap saya salah terhadap sindy beberapa kali sindy pernah bilang bahwa dia bukan wanita yang pantas untuk saya tapi saya tidak pernah mendengarnya setelah saya melihat sendiri perlakuan dia dibelakang saya saya baru sadar bahwa yang diucapkan sindy benar bahwa dia benar gak pantas untuk saya"ucap Sandy


"akhh jadi ngomongin wanita gak tau diri seperti dia sihh owhh ya kalian pasti kangen kan sudah lama gak kekamar sindy mau kekamar nya??"Sandy


"apa boleh"ucap mereka ber2


"ya kenapa gak sebelum kita kemakam nya kalian boleh melihat kamar nya dulu"ucap Sandy mengantarkan mereka kekamar sindy


"ini??"tanya Adit dan Zahra


"ya sekarang kamar ini jadi kamar saya juga saya gak bisa mengingat kenangan bersama dia lagi tapi saat saya berada dikamar ini saya merasa dia ada disini bersama saya gak ada yang bisa saya kenang lagi hanya kamar ini yang benar benar menunjukan keberadaan dirinya"ucap Sandy


Zahra dan Adit menatap kamar yang sudah lama gak mereka datangi rindu kangen sedih mereka rasakan saat masuk kedalam kamar yang hampir semua nya masih berada ditempat yang sama seperti saat terakhir mereka kesana


"ini"ucap zahra memegang foto yang dipajang bareng dengan foto mereka ber4


"foto saya dengan sindy saya gak tau bahwa sindy masih menyimpan semua foto dan semua tentang kita berdua dari kecil makanya saya pajang bareng dengan foto kalian saya gak merubah apa pun hanya menambahkan beberapa barang yang saya temukan dilemari sindy"ucap Sandy


"kenapa gak kau ubah menjadi kamar mu sendiri"ucap Adit

__ADS_1


"saya ingin tidur disini karna hanya disini tempat dimana sindy menghabiskan waktu nya, semua yang ada disini membuat saya mengingat akan dirinya akan sosok nya yang mungkin sudah saya lupakan saya hanya ingin merasakan kebahagiaan kesedihan atau kegembiraan yang dirasakan sindy, disini foto sindy bersama kalian adalah salah satu bukti sindy bahagia berada bersama kalian melihat foto sindy bersama kalian yang hanya bisa membuat saya bisa melihat senyum tawa yang gak pernah saya lihat itu hanya dengan cara seperti ini agar saya terus mengingat tentang nya"ucap Sandy


"sindy memang udah cantik ya dari kecil"ucap Zahra melihat foto Sandy dan sindy waktu kecil


"ya dia memang cantik mungkin dia orang tercantik dan terbaik yang pernah saya temui didunia ini"ucap Sandy


"Hem ya"ucap Zahra


setelah puas melihat kamar sindy mereka pun langsung menuju makam sindy


"hai sindy udah lama ya gak ketemu lu tau gak gw bawa siapa hari ini bukan Giselle tapi orang yang benar benar ingin lu temui maaf gw baru bisa ajak dia kesini sekarang walau terlambat semoga lu senang ya owhh ya gw tinggal ya sin biar lu bisa ngobrol puas dengan Abang lu "ucap Zahra meninggalkan Sandy dimakam sindy


sandy memandang batu nisan bertuliskan nama sindy dengan jelas


Zahra dan adit memandang Sandy dari jauh melihat ia terus mengusap batu nisan dan menaburkan bunga dan air mawar kemakam sindy


"seandainya lu masih ada disini sin lu pasti bahagia banget Abang lu udah berubah dan memeluk lu seperti itu sin"ucap Zahra sambil menangis


Adit memeluk Zahra sambil masih menatap Sandy gak lama setelah nya mereka pun meninggalkan Sandy berada disana agar memberikan kebebasan untuk Dirinya berbicara dengan sindy


"sekarang gak ada yang kita sesali lagi Ra walau terlambat kita udah bisa membawa bang Sandy bertemu sindy"ucap Adit sambil fokus menyetir


"ya dit gw bahagia bang Sandy berubah"ucap Zahra menatap langit lewat jendela mobil


"dia pasti bahagia disana Ra"ucap Adit memandang langit sekilas dan melanjutkan menyetir


"ya gw yakin dia bahagia disana sekarang"Zahra


seminggu setelah itu Zahra dan Adit kembali ke rutinitas nya

__ADS_1


saat ini Zahra sedang menunggu Arkana setelah seminggu pergi


"nungguin nie yakin pulang hari ini??"tanya Bagas meledek melihat Zahra terus menatap hp nya sambil duduk menunggu diposkan bagas


"cie yang kangen sampai nungguin nie"ucap Lee dari arah balkon rumah nya


"berisik dechh ikhh"ucap Zahra lalu masuk kedalam rumah nya berniat menunggu didalam sambil menonton tv


namun sampai hari semakin malam Arkana tidak ada pulang atau mengabari Zahra


"belum pulang juga Ra emang lu yakin kalo Arkana pulang sekarang"ucap Bagas melihat Zahra masih menunggu dan duduk disampingnya


"bilangnya sihh sekarang pulang harusnya udah sampai dari tadi gas terakhir ngabarin gw dia lagi jalan pulang gak mungkin terjadi apa apa sama dia kan??"tanya Zahra semakin gelisah


"gak akan udah Ra istirahat aja besok lu kan ada meeting diluar kantor kalo jam segini aja belum tidur bisa bisa lu kesiangan besok"ucap Bagas


Zahra ragu


"udah Ra lagian kalo arkana pulang dia langsung kekamar lu ini dan besok pagi ada disamping lu pas lu bangun tidur"ucap Bagas meyakinkan


"oke dechh yaudah gw tidur duluan ya gas jangan lupa kunci pintu Arkana bawah kunci lain ini"ucap Zahra menaiki ke lantai dua menuju kamar nya


"oke siap"Bagas pun mengunci pintu rumah


pagi hari nya Zahra kecewa saat bangun arana gak ada disamping nya


"kamu gak pulang mas kata nya udh dijalan dan akan pulang sampai pagi kamu belum sampai kamu kemana mas gak terjadi apa pun kan mas sama kamu semoga aja gak ya"ucap Zahra berbicara sendiri


seperti biasa Zahra masak didapur ditemani oleh bude setelah nya Zahra siap siap dan sarapan bersama bude bapa dan juga Bagas hari ini Lee tidak ikut sarapan bareng karna harus ke kantor pagi pagi

__ADS_1


__ADS_2