"PERNIKAHAN YANG DIDASARI HUTANG"

"PERNIKAHAN YANG DIDASARI HUTANG"
#21


__ADS_3

Zahra hanya menjawab dengan sebuah senyuman diwajah nya


"jangan terlalu banyak tersenyum seperti itu kepada orang lain apa lagi seorang pria"ucap Arkana


"kenapa??"tanya Zahra


"senyuman kamu itu terlalu manis untuk orang lain lihat"ucap Arkana


membuat pipi Zahra merah seperti tomat karna tersipu malu lalu mengarahkan pandangan nya keluar jendela dan tersenyum


"mengapa kamu tersenyum kearah sana??"tanya Arkana


"bukan nya tadi ma mas sendiri yang bilang saya jangan tersenyum keseorang pria"ucap Zahra


"pengecualian bagi saya kamu hanya boleh tersenyum kearah ku"ucap Arkana


"mengapa pengecualian bukan nya mas itu seorang pria??"ucap Zahra


"ya tapi aku ini suami kamu jadi aku berhak untuk melihat senyum mu"ucap Arkana melihat kearah Zahra sebentar dan kembali lagi fokus kepada jalan


"apa aku boleh bertanya??"ucap Zahra ragu ragu


"ya silakan"Arkana


"kenapa mas itu kadang kadang bersikap aneh??"tanya Zahra


"aneh bagai mana??"Arkana


"ya gitu nanti tiba tiba marah terus baik terus cuek Poko nya berubah berubah sikap nya"ucap Zahra sudah mulai rileks berbicara dengan Arkana


"kalo aku berubah berubah sikap nya emang kenapa??"tanya Arkana


"ya gak kenapa napa sihh tapi aneh aja gitu ada orang kaya mas gini sikap nya berubah ubah gak jelas dan juga bikin aku bingung"ucap Zahra


"bingung??"ucap Arkana sambil mengerutkan dahi nya sampai hampir alis nya menyatu


"iya bingung aku nya nanti tiba tiba mas marah gak jelas padahal aku gak tau salah aku apa dan kadang juga cuek banget terus kadang juga mas itu aneh nanya nanya soal aku padahal kan mas itu gak pernah mau tau urusan aku tapi suka kepo"ucap Zahra


senyum tipis terbit diwajah Arkana yang tidak diketahui oleh Zahra


"entah lahh aku juga bingung kenapa kadang aku suka marah sama kamu tapi kadang aku juga suka kepikiran sama kamu"ucap Arkana


"kepikiran aku??"ucap Zahra


"ya"ucap Arkana


"hari ini kamu begitu cantik zahra"ucap Arkana


"makasih"ucap zahra sambil tersenyum kearah Arkana


"sudah sampai"ucap Arkana

__ADS_1


"ya"jawab Zahra dan hendak membuka pintu mobil


"ko dikunci mas"ucap Zahra


"aku mau ngomong sama kamu dulu"ucap Arkana


"ngomong apa??"tanya Zahra


"maaf kan aku selama ini aku mengabaikan mu menjadi suami yang kurang perhatian yang cuek, memang awal nya aku tidak suka menikah dengan mu tapi entah sejak kapan aku mulai merasa nyaman karna keberadaan mu dan perhatian mu apa lagi dengan masakan mu yang enak membuat ku lebih suka makan dirumah dari pada diluar apa kamu bisa menerima aku menjadi suami yang akan kamu cintai"ucap Arkana


"mas apa benar ini kamu??Arkana yang judes jutek cuek dingin dan si wajah tanpa ekspresi"tanya Zahra yang membuat Arkana melongo


"jadi selama ini kamu menganggap aku seperti itu??sudah berapa kali aku mendengar kamu mengucapkan bahwa wajah ku ini tanpa ekspresi dasar ya kamu"ucap Arkana mengelitiki zahra


"hahaha mas stop nanti rambut ku bisa berantakan"ucap Zahra dan dihentikan oleh Arkana


"aku sudah mulai mencintai mu Zahra"ucap Arkana sambil melihat ke mata coklat yang dilapisi dengan lensa warna biru muda


"mas apa kamu bisa menggeser, jarak kita terlalu dekat aku"ucap Zahra


"kenapa bukan nya kamu sudah terbiasa dekat dengan pria bahkan kamu sudah pernah dipeluk oleh dia yang bukan suami mu lantas kenapa kamu bilang jarak kita terlalu dekat"ucap arkana


"aku belum terbiasa untuk dekat dengan mu"ucap Arkana


"lalu kalo dengan nya kamu terbiasa"ucap Arkana "memang nya dia siapa??berapa lama kamu dekat dengan nya??"tanya Arkana


"dia mantan ku kita sudah bersama hampir 3 tahun lebih"ucap Zahra


"apa kamu masih menyayangi nya"tanya Arkana


tanpa memberi tahu Arkana mencium bibir Zahra membuat Zahra membulatkan mata nya tak percaya bahwa Arkana mencium nya lagi tanpa ada pemberitahuan


"kenapa kamu tidak membalas ciuman ku"ucap Arkana


"apa kamu tidak tau malu sudah mengambil ciuman ku dengan tiba tiba dan sekarang menanyakan soal ini benar benar"ucap Zahra memanyunkan bibirnya tanda marah


"kau seperti ini semakin menggemaskan"ucap Arkana


"mas minggir teman teman ku sudah menunggu ku dan aku harus merapihkan lipstik ku yang berantakan karna mu"ucap Zahra


"mengapa kamu gak membalas ciuman ku"ucap Arkana tanpa peduli dengan ucapan Zahra


"bagai mana aku bisa membalas nya karna aku tak tau bagai mana cara berciuman"ucap Zahra


"apa??"Arkana kaget dan sedikit teriak


"apa mas bisa jangan teriak teriak posisimu dekat dengan ku membuat telinga ku sakit"ucap Zahra


"maaf aku kaget apa tadi kamu bilang gak tau bagai mana cara berciuman"ucap Arkana meyakinkan ucapan Zahra


"ya kenapa mau meledekku"ucap Zahra

__ADS_1


"tidak, memang nya kamu belum pernah ciuman"tanya Arkana


"belum pernah dan ciuman pertama ku direbut oleh mu tanpa persetujuan dari ku"ucap Zahra emosi karna Arkana yang banyak bertanya


senyum lebar terlukis diwajah Arkana.


"mengapa kamu tersenyum begitu lebar seperti itu mas apa kamu mau meledek ku"ucap Zahra


Arkana tak menjawab ucapan Zahra, Arkana lalu mencium bibir Zahra dan kening Zahra


"mas"Zahra mencubit perut Arkana


tok tok tok


Bagas mengetuk pintu mobil, dan disamping Bagas sudah ada Caca dan 3 sahabat zahra


"mas sihh banyak nanya tuhh kan aku jadi disamperin oleh mereka"ucap Zahra mengaca dan memperbaiki lipstik nya yang sedikit memudar dan juga melihat make up dan rambut nya untuk meyakinkan bahwa tidak ada yang berantakan


"kamu cantik gak perlu ngaca lagi"ucap Arkana


"mas buka pintu nya"ucap Zahra


"kamu mau aku membukakan pintu untuk mu"tanya Arkana


"ya ampun mas pintu nya masih dikunci oleh mu"ucap Zahra


"owhh ya maaf aku lupa"ucap Arkana


Zahra pun keluar dari mobil.


"ngapain sihh didalem lama banget tau gak kita udah nungguin lu dari tadi tapi lu malah masih didalam mobil"ucap Giselle


"sorry"ucap Zahra


"tumben laki lu ikut bukan nya lu bilang dia gak suka ikutin urusan lu ya"bisik sindy


"cerita nya panjang nanti gw ceritain ke kalian setelah ini"ucap Zahra


"oke"sindy


"yu acara nya udah mau dimulai"ucap Adit


"owhh ya kalian kenalan dulu, kalian kan belum saling kenal"ucap Zahra


"Adit sahabatnya Zahra"ucap Adit memberi tangan untuk salaman


"Arkana"ucap Arkana dengan wajah dingin nya dan membalas jabatan tangan Adit


"aku sindy sahabat nya Zahra juga"ucap sindy


"Arkana"

__ADS_1


"aku Giselle sahabat terbaik nya Zahra"ucap Giselle


"Arkana"sambil berjabat tangan.


__ADS_2