
"jangan sedih lagi dong kita harus bersenang senang hari ini"ucap sindy melihat kearah 3 sahabat nya dengan senyum lebar menghiasi wajah cantik sindy
"kamu memang kuat sin lebih kuat dari Zahra disaat ini lu yang paling kuat dari pada kita padahal seharusnya kita yang nyemangati lu tapi ini malah sebaliknya nya lu yang nyemangati kita agar gak bersedih disaat lu tau waktu lu gak akan lama gw lemah banget gak bisa menahan air mata gw agar gak jatuh padahal gw udah berusaha untuk kuat didepan lu tapi gw gak bisa bayangin sahabat g pergi dari sisi gw"ucap Giselle menangis sambil menatap sindy
"gw udah menerima itu sel gw udah siap karena bagai mana pun gw pasti akan pergi cepat atau lambat karena gw tau sakit yang udah gw alami selama beberapa tahun ini sulit untuk disembuhkan jadi gw berusaha untuk gak bersedih"ucap sindy
"maafin gw sel gw terlalu lemah untuk menjadi kuat seperti lu"ucap Giselle
Adit dan Zahra menarik nafas untuk tidak ikut menangis
"kita sudah sampai"ucap Adit dengan nada suara bergetar menahan tangisnya
"udah akhh jangan sedih sedih lagi kita harus bersenang senang gw mau makan semua yang dijual disini"ucap sindy
"oke kita bersenang senang"ucap Zahra
mereka pun menuju ke beberapa penjual makanan
mereka pun bersenang senang bermain air menaiki wahana yang tersedia dipantai tersebut sampai membeli beberapa aksesoris yang dijual
sampai senja menghampiri
"sudah senja apa masih mau tetap disini"tanya Adit
"ya gw masih mau disini melihat matahari terbenam"ucap sindy
"kita nyanyi ya bentar gw ambil gitar dimobil"ucap Adit
Adit mulai memainkan gitar sambil memandang langit senja
Sahabat sejatiku
Hilangkah dari ingatanmu
Di hari kita saling berbagi
Dengan kotak sejuta mimpi
adit mulai menyanyikan lagu
dan disambut oleh Zahra
Aku datang menghampirimu
Kuperlihat semua hartaku
Kita slalu berpendapat
Kita ini yang terhebat
Kesombongan di masa muda yang Indah
Aku raja kaupun raja
Aku hitam kaupun hitam
Arti teman lebih dari sekedar materi
mereka ber4 pun mulai menyanyikan lagu bersama
Pegang pundakku jangan pernah lepaskan
Bila ku mulai lelah
__ADS_1
Lelah dan tak bersinar
Remas sayapku jangan pernah Lepaskan
Bila ku ingin terbang
Terbang meninggalkanmu hu ho ho ho
Ku slalu membanggakanmu
Kaupun slalu menyanjungku
Aku dan kamu darah abadi
Demi bermain bersama
Kita duakan segalanya
Merdeka kita kita merdeka
mereka pun terus bernyanyi dengan merangkul satu sama lain Adit terus memainkan gitar nya
Pegang pundakku jangan pernah Lepaskan
Bila ku mulai lelah
Lelah dan tak bersinar
Remas sayapku jangan pernah Lepaskan
Bila ku ingin terbang
Terbang meninggalkanmu ho ho ho ho ha ho
Ujung perjalanan ini
Tak usah kita pikirkan
Ujung perjalanan ini ho ho ho ho
setelah selesai bernyanyi mereka saling pandang dan tersenyum melihat kearah matahari yang mulai tenggelam perlahan menunjukkan keindahan yang luar biasa
melihat matahari terbenam saling bergandengan dan tersenyum sebuah kebahagiaan yang luar biasa yang mereka rasakan saat ini tidak bisa diucapkan oleh kata kata kebahagiaan yang mereka dapatkan
setelah menyanyikan satu lagu yang berjudul stefany_sahabat yang dinyanyikan oleh Zahra mereka pun langsung pulang
"makasih"ucap sindy
"untuk apa??"ucap Giselle
"makasih kalian udah bikin gw bahagia hari ini"ucap sindy
"kita pun bahagia sin"ucap Giselle
"gw harus langsung pulang"ucap Zahra
"yaudah kita anter lu dulu"ucap Adit
"sin lu hari ini akan nginep dimana??"tanya Zahra
"entah lahh"sindy
"apa sihh lu jawab nya lu pasti dirumah gw lahh ya kan dit lu juga dirumah gw kan"ucap Giselle
__ADS_1
"ya gw juga dirumah lu"ucap Adit
"sorry ya gw udah gak bisa bareng kalian terus"ucap Zahra
"gak papa Ra kita ngerti ko lu kan udah berkeluarga sekarang"ucap sindy
"iya Ra gak papa"ucap Giselle
"yaudah gw duluan ya kalian hati hati sindy semangat"ucap Zahra tersenyum kearah sindy
"ya makasih Ra"ucap sindy
mereka pun pergi meninggalkan rumah Arkana
"kamu baru pulang sayang"ucap Arkana yang melihat Zahra baru datang
"iya maaf mas aku baru pulang"ucap Zahra
"iya gak papa"ucap Arkana
"kamu kenapa??habis nangis??"tanya arkana mendekat kearah Zahra
"akhh gak mas aku kekamar dulu ya mau membersihkan badan ku"ucap Zahra
"yaudah yu"ucap Arkana
"kamu mau kemana"tanya Zahra melihat Arkana sudah menggandeng nya
"kita kekamar bukan nya kamu mau mandi"ucap Arkana
"tapi kamu mas??"tanya Zahra
"aku gak akan lakukan itu aku tadi menunggu mu karena khawatir kamu belum pulang,,sekarang kamu sudah pulang jadi aku kembali kekamar"ucap Arkana
Zahra dan Arkana pun menuju ke kamar
"kamu mau ke mana??"tanya Arkana saat Zahra hendak berbelok kekamar nya
"mau masuk kekamar"ucap Zahra
"kan aku sudah pernah bilang kita tidur sekamar kamar ku kamar mu juga jadi kamar ini kamar kita ber2 semua barang barang mu akan dipindahkan besok"ucap Arkana
setelah selesai membersihkan badan Zahra pun langsung menuju kamar nya untuk mengambil pakaian nya
setelah selesai Zahra kembali kekamar Arkana
"sini sayang tiduran disamping ku"ucap Arkana menepuk nepuk kasur disebelah nya
Zahra pun menurut
"kamu tadi seperti nya habis nangis apa yang terjadi apa kamu gak mau bercerita pada ku"ucap Arkana
"mas"ucap Zahra
"jika kamu mau menangis menangis lahh"ucap Arkana memeluk Zahra
Zahra pun menangis diperlukan Arkana
"ada apa cerita padaku"ucap Arkana
"sindy mas dia difonis kangker darah stadium akhir waktu nya gak akan lama lagi padahal selama ini dia selalu kemoterapi tapi kenapa kangker itu masih ada sudah 3 tahun dia bertahan kenapa kangker itu gak hilang kenapa?? dia begitu penting bagiku dia sahabatku bagai mana mungkin aku bisa siap kehilangan dia kenapa tuhan selalu ambil orang orang yang aku sayang kenapa tuhan sekarang pun mau mengambil sindy dari ku mas kenapa apa aku gak berhak bahagia apa aku gak berhak memiliki orang yang aku sayang kenapa sudah kedua orang tua ku orang tua angkat ku dia dan sekarang sahabat ku kenapa tuhan memisahkan mereka dari ku melihat sindy tersenyum dan tegar menerima kenyataan tentang kondisinya kenapa aku semakin sakit sulit untuk ku menahan rasa takut ini mas kenapa??"ucap Zahra menangis diperlukan Arkana
"kenapa mas??selama ini sindy sudah menderita menjalan kan kemoterapi yang menyakitkan kenapa dia pun harus pergi juga aku sulit untuk tegar kenapa orang sebaik sindy mengalami ini semua"ucap Zahra masih terus menangis
__ADS_1
Arkana tidak bisa berkata kata dia pun bingung harus bagaimana mana dan situasi ini pengalaman pertama kali bagi Arkana melihat wanita menangis diperlukan nya dan bercerita kepada nya