A Girls Revenge

A Girls Revenge
01. Bertemu kembali


__ADS_3




Jung Soojin, gadis berusia 17 tahun murid sekolah menengah atas. Dia menjadi anggota kepolisian termuda dalam sejarah KorSel karena berhasil menjadi seorang polisi di usia 15 tahun.


Meskipun dia anggota kepolisian, dia tetap menjalani kehidupannya seperti hari-hari sebelumnya. Semua teman di sekolahnya begitupun gurunya menganggap Soojin seperti sebelumnya.


Soojin menjadi anggota kepolisian secara tidak sengaja, ketika terjadi suatu kasus di daerah perumahannya, dia membantu polisi menangani nya dan menangkap pelaku.


Kepala Kepolisian menghadiahinya dengan tawaran menjadi anggota kepolisian kota.


Sampai akhirnya Soojin menerima tawaran itu karena dulu saat kecil ia sempat ingin menjadi polisi.


Dia masuk ke Divisi detektif bagian penyelidik kejahatan dan pembunuhan, dia memilih divisi itu karena dia suka memecahkan teka-teki dan mengungkap sesuatu.


Saat ini dia sedang berada disekolah seperti biasa jika tidak ada tugas di markas kepolisian.


"Hai Soojin." Sapa seorang gadis mendekati Soojin yang sedang duduk sendirian dibangku lapangan sekolah.


"Hai juga, Yerin." Sapa balik Soojin.


Yerin adalah sahabat masa kecil Soojin, mereka sudah bersama sejak TK. Nama lengkapnya Park Yerin.


"Apa kau tidak mempunyai kasus hari ini?" Tanya Yerin duduk disamping Soojin.


"Kau mengusir ku secara halus nih?" Tanya balik Soojin.


Yerin tertawa sesaat, "Tidak bermaksud menyinggung mu, kan aku cuma bertanya." Ucap Yerin.


Soojin terkekeh, "Sebenarnya ada satu kasus, tapi kapten bilang untuk datang sore ini. Karena sekarang ingin mengurus data kasusnya dulu." Jelas Soojin.


"Oh, lima menit lagi kita pulang, kalau begitu bagaimana kalau kita ke toko buku sebentar, sekalian dalam perjalanan pulang." Ajak Yerin.


"Emm, baiklah, sekalian kita mencari buku materi yang cocok untuk tugas minggu depan." Balas Soojin.


"Baiklah, ayo!" Tanpa memberi aba-aba Yerin langsung menarik lengan Soojin.


...⋇⋆✦⋆⋇   ...


Disini mereka sekarang, di sebuah toko buku bernuasa coklat.


"Sudah berapa lama ya kita tidak kemari?" Gumam Yerin.


"Entahlah," Balas Soojin.


Netra nya sengaja menatap sepasang laki-laki yang tengah asik mengobrol dengan suara keras sehingga mengganggu beberapa orang yang sedang membaca.


"Mohon maaf, tolong kecilkan suara kalian, itu mengganggu pelanggan lain." Ucap seorang karyawan wanita dengan nada sopan.


"Hei, apa masalah mu nona, kami hanya mengobrol saja." Balas salah satu dari mereka.


"Kurasa sebaiknya kau bertemu dengan atasanmu, dan tanyakan bagaimana cara melayani pelanggan." Tambah temannya.


Soojin berjalan mendekati kedua orang itu dari belakang, lalu meraih pundak salah satu nya.


"Maaf, tapi kalian sudah mengganggu orang lain. Seperti kata wanita itu, lebih baik kecilkan suara kalian atau pergi." Ucap Soojin.


"Hei, apa hak mu mengatakan itu pada kami?!" Ucap orang yang dipegang oleh Soojin, lalu menghempaskan tanganya dan mendorong pelan tubuh Soojin.


"Aku punya hak untuk itu," Balas Soojin lalu mengeluarkan tanda pengenal nya. "Aku anggota kepolisian Seoul, dan aku punya hak untuk menegur mu karena sudah membuat keributan dan tidak bertingkah sopan terhadap wanita."


"Ouh jadi kau gadis sma yang kabarnya menjadi polisi termuda di negara ini? Heh, ternyata hanya seorang bocah yang tidak tau rasa hormat pada yang lebih tua." Ucap pria itu.


"Aku bisa menangkap mu jika kau masih tidak menurut." Kata Soojin dengan nada tegas.


"Memangnya kau bisa ap---"


Belum sempat pria itu menyelesaikan kata-katanya seorang wanita membantingnya ke lantai dengan keras.


"Hei apa kau sudah gila?!!!" Protes teman pria itu.

__ADS_1


Pria itu hendak menyerang, tapi dengan sigap Soojin memukul tengkuknya dan dia langsung pingsan.


"Yerin, tolong hubungi anggota kepolisian, aku tidak membawa alat komunikasi ataupun ponsel." Kata Soojin menatap sahabatnya yang sedang berdiri diam.


Yerin mengangguk, "baiklah." Lalu dia mengeluarkan ponselnya dan menghubungi kantor polisi.


Soojin menatap wanita tadi yang menolong mereka, entah kenapa dia merasa tidak asing dengannya.


Dia membelakkan mata ketika menyadari siapa wanita itu.


"Kapten Hyejin?!"


Wanita yang di panggil kapten Hyejin oleh Soojin itu menoleh dan tersenyum tipis.


"Kau masih ingat aku?" Tanya Hyejin.


"Tentu saja, bagaimana aku bisa lupa pada orang yang telah mengajariku banyak hal dikepolisian." Jawab Soojin dengan senang.


Lee Hyejin, salah satu kapten tim anggota Kepolisian.


Hyejin terkekeh mendengar perkataan Soojin, "Terima kasih sudah mengingatku, kau ternyata tidak berubah ya. Terakhir kali kita bertemu setengah tahun setelah kau masuk ke anggota kepolisian." Ucap Hyejin.


"Meskipun kita hanya bertemu selama setengah tahun, aku tidak akan lupa padamu." Ucap Soojin.


"Soojin, aku sudah menghubungi polisi." Yerin datang mendekati kedua wanita itu setelah menelpon polisi.


"Kapten, kenalkan dia teman sekolah sekaligus teman masa kecilku, namanya Park Yerin." Soojin memperkenalkan Yerin pada Hyejin karena itu pertemuan pertama mereka.


"Salam kenal," Yerin membungkuk sedikit tubuhnya.


Hyejin tertawa pelan, "Tidak perlu formal seperti itu, panggil aku Hyejin eonnie saja, sepertinya kita hanya beda beberapa tahun saja. Dan begitupun Soojin, panggil aku Hyejin eonnie juga, karena aku merasa seperti berada di pangkat tertinggi." Kata Hyejin.


Yerin hanya mengangguk pelan sambil tersenyum, dia masih merasa sedikit canggung karena itu pertemuan pertama mereka.


"Baiklah, Hyejin eonnie," Ucap Soojin. "Apa yang eonnie lakukan disini? Setau ku eonnie berada di London selama ini untuk urusan pribadi dan kenapa tiba-tiba pulang?" Tanya Soojin.


"Mendadak aku mendapat panggilan dari kepala divisi, dia memintaku untuk pulang ke Korea untuk mengurus suatu kasus." Balas Hyejin.


"Kasus apa?" Tanya Soojin lagi.


Soojin hanya ber'oh'.


"Bagaimana kalau kita ke markas bersama?" Ajak Hyejin.


"Ee, aku sih tidak masalah, tapi aku takut Yerin akan pulang sendirian." Balas Soojin.


"Tidak apa, kau bisa pergi, kebetulan tadi aku sudah menghubungi sopir keluargaku. Aku akan dijemput sekitar 10 menit lagi." Ujar Yerin.


"Yakin?" Ragu Soojin.


"Tenang saja, nee?" Yerin meyakinkan Soojin.


"Baiklah kalau begitu, hati-hati dijalan ya?" Soojin melambaikan tangan nya dan dibalas oleh Yerin.


Soojin dan Hyejin berjalan keluar dan masuk ke mobil Hyejin yang berwarna putih dan terpakir tidak jauh dari toko buku tadi.


Tidak membutuhkan waktu lama, sekitar 7 menit mereka menuju markas kepolisian.


Mereka berdua langsung masuk setelah mengkonfirmasi kartu identitas mereka.


"Kalau boleh tau, urusan apa yang kakak lakukan di London?" Tanya Soojin ditengah perjalanan mereka.


"Hanya diperintahkan untuk mengurus suatu kasus disana." Balas singkat Hyejin.


"Kasus apa?"


"Kasus tentang pembunuh yang sudah ada sejak 5 tahun yang lalu," Kata Hyejin. "Pembunuh itu selalu membunuh orang-orang yang tidak bersalah, dan selalu memberi tanda untuk memberi tahu polisi kalau itu perbuatannya."


"Tanda seperti apa?" Tanya Soojin.


"Tanda yang menyerupai kode batang." Jawab Hyejin.


...⋇⋆✦⋆⋇ ...

__ADS_1



Nama : Jung Soojin


Usia : 17 tahun


Pekerjaan : Anggota Kepolisian, Detektif, murid


SMA


Sifat : Tegas, Perhatian, Baik, Teliti, Pintar



Nama : Yoon Sunhyung


Usia : 18 tahun


Pekerjaan : Anggota Kepolisian, detektif, Hacker


Sifat : Dingin, Pendiam, Bicara jika perlu



Nama : Lee Hyejin


Usia : 21 tahun


Pekerjaan : Anggota Kepolisian, kapten dari


salah satu tim, detektif, guru SMA


Sifat : Ramah, Tegas, Teliti, Pintar



Nama : Jang Seojun


Usia : 26 tahun


Pekerjaan : Anggota Kepolisian, kepala detektif,


Dokter


Sifat : Santai, Bicara apa adanya, Teliti,


Tegas



Nama : Han Minjung


Usia : 26 tahun


Pekerjaan : Koki Profesional


Sifat : Baik, Pintar



Nama : Unknown


Julukan : Cold-Blooded Killer, Pembunuh Kode


Batang



Nama : Park Yerin (Sahabat Soojin)


Usia : 17 tahun


Pekerjaan : Murid SMA

__ADS_1


Sifat : Aktif, Perhatian, Sedikit penakut,


baik, Pintar


__ADS_2