
•
•
•
Soojin mengambil ponselnya yang berdering di atas nakas, ternyata itu panggilan dari Han Minjung.
Sekarang dia berada dirumah, sejak kemarin malam Cheon Youngsik memberitau kan kalau dia memberikan hadiah padanya yang berupa nyawa teman masa kecilnya telah dia ambil, Soojin menjadi diam selama beberapa jam belakangan.
Keluarga Yejun sudah diberitau oleh Seojun, tapi hal itu belum bisa dipastikan sebelum dilakukan penyelidikan lebih lanjut.
Soojin mengangkat panggilan itu.
📞📱: "Yeoboseo?"
📞📱: "Mianhae menganggu mu diwaktu seperti ini."
📞📱: "Gwaenchana, aku juga sedang tidak sibuk. Ada yang bisa kubantu?"
📞📱: "Aku mencoba menghubungi Seojun, tapi ponselnya sedang sibuk, jadi aku bertanya padamu."
📞📱: "Aku dengar kalau hari ini ada rapat untuk para ketua divisi, jadi kupikir dia masih ada rapat hari ini."
📞📱: "Arraseo, gomawo Soojin-Ssi."
📞📱: "Nee."
📞📱: "Oh ya, kudengar kalau korban kode batang yang baru ditemukan adalah orang yang kau kenal dekat?"
📞📱: "Nee, karena korban mirip dengan temanku makanya diduga korban adalah temanku yang menghilang selama beberapa hari ini, tapi belum ada konfirmasi dari pihak forensik."
📞📱: "Arraseo, mianhae jika aku membuatmu sedikit merasa tidak enak."
📞📱: "Tidak masalah."
📞📱: "Jja."
Panggilan itu berakhir.
Soojin mengambil kunci mobil nya dan keluar rumah, dia harus kerumah sakit untuk memastikan sesuatu.
Setibanya dirumah sakit dia langsung menuju ruangan Yun Yeong.
Soojin mengetuk pintu ruangan Yun Yeong.
"Masuk."
__ADS_1
"Eonnie, mianhae menganggu mu." Kata Soojin berjalan masuk keruangan dokter itu setelah menutup pintu.
"Tidak masalah, aku hanya sedang memeriksa laporan medis," Balas Yun Yeong yang sedang berdiri didekat lemari berisi berkas-berkas.
"Ada apa?" Tanya Yun Yeong meletakkan berkas yang dia pegang kembali ke lemari.
"Aku hanya ingin bertanya mengenai korban kesembilan, kau sudah memeriksanya, kan?" Balas Soojin.
Saat penyelidikan kemarin Soojin dilarang ikut oleh Seojun karena mungkin Cheon Youngsik berada di TKP, dan kemungkinan saja dia akan membawa Soojin juga.
"Nee, dan untuk hasilnya aku akan memberitaumu nanti, ada sedikit alasan untuk hal itu." Ucap Yun Yeong menepuk pundak Soojin lalu berjalan keluar ruangan.
Soojin terpaku saat Yun Yeong diam-diam memberikan sebuah kertas ditangannya, dan ketika melihat kearah dokter itu, dia diberi kode kalau ada seseorang yang memgawasi.
Lalu Soojin ikut keluar dari ruangan itu dan pergi menuju parkiran rumah sakit.
Dia berjalan dengan cepat, dalam perjalanan dia membaca isi pesan Yun Yeong.
Isinya:
Aku tidak bisa memberitaumu karena ada yang mengawasi mu. Korban itu bukanlah temanmu, jangan khawatirkan dia, semua sudah ditangani, hanya untuk sementara kita mencari cara untuk menolong Sunhyung dan menangkap Cheon Youngsik.
Selesai membaca pesan itu Soojin sampai di parkiran, lalu dia masuk kedalam mobil, ketika ingin menjalankan mobilnya tiba-tiba ada panggilan masuk diponselnya.
Saat Soojin melihat nama si penelpon, ternyata itu adalah Sunhyung. Dan yang menghubungi pasti adalah Cheon Youngsik.
📞📱: "Seperti nya kau terlalu sibuk sampai melupakan kalau aku punya satu sandera lagi."
📞📱: "Datang ke rumah lamamu, kau akan menemukan perntahku disana. Jangan sampai aku tau kalau kau memberitahu hal ini pada polisi lainnya."
Belum sempat Soojin membalas, panggilan itu sudah dimatikan sepihak.
Soojin langsung melempar ponselnya Kesembarangan arah dan menancap gas menuju tempat yang dimaksud Youngsik.
...⋇⋆✦⋆⋇ ...
Sedangkan ditempat Youngsik, dia tengah berada diruangan rahasia nya dan sedang memeriksa buku milik Sunhyung.
"Kau harusnya bisa menulis ringkasan dengan sedikit lebih jelas lagi bukan?" Kata Youngsik tanpa melihat kearah Sunhyung.
"Apa kesalahan yang harus ku perbaiki?" Balas Sunhyung memainkan pena yang dia pegang.
"Bagian yang ini," Kata Youngsik berdiri dari duduk nya dan meletakkan buku tiu didepan Sunhyung dengan salah satu halaman yang terbuka. "Bagian alasanmu menjadi seorang polisi, kurasa itu harus diperjelas lagi." Lanjutnya.
"Sepertinya kau cukup penasaran dengan bagian yang menjadi privasi seseorang ya?" Kata Sunhyung menatap kearah Youngsik.
"Dan itulah alasannya kenapa aku meminta para korban ku untuk menulis kisah hidup, rahasia dan segalanya." Ucap Youngsik seraya memasukkan kedua tangannya kesaku celana.
__ADS_1
"Dan kau menyuruhku menulis hal yang tidak kau perintahkan pada korban lain." Ucap Sunhyung.
"Maksudmu?" Tanya Youngsik.
"Tadi kau meminta ku untuk mrmperjelas satu bagian, tapi kau tidak melakukannya pada korban lain, wae?" Balas Sunhyung.
"Karena kau akan menjadi korban terakhirku, dan aku ingin melakukan sesuatu yang berbeda pada orang yang akan menjadi korban terakhirku." Balas Youngsik berjalan keluar ruangan dan berhenti tepat dibelakang meja kerjanya lalu menghadap kearah Sunhyung yang juga menatap kearahnya.
"Jika aku memang menjadi korban terakhirmu, kenapa kau tidak melarikan diri?" Tanya Sunhyung. "Kau bisa saja kabur sebelum polisi mendapat bukti mengenai diri mu. Selain itu kau juga memberiku racun yang hanya membuat ku bertahan selama dua hari." Lanjut Sunhyung.
"Sudah ku katakan, aku ingin melakukan sesuatu yang berbeda pada korban terakhirku, dan itu salah satu nya, kau akan kubunuh langsung dan--"
"Dan kau akan menyerahkan diri pada ke polisi?" Potong Sunhyung. "Atau... Kau akan bunuh diri setelah membunuhku?" Lanjut Sunhyung.
"Mungkin salah satu diantara kedua itu," Ucap Youngsik. "Aku harus pergi untuk mengurus hal lain, selain itu kau hanya punya waktu 20 jam lagi setelah ini." Lanjut Youngsik lalu pembatas dinding tertutup perlahan.
Ketika pembatas itu benar-benar sudah tertutup, Sunhyung berdiri dari duduknya dan berjalan mengelilingi ruangan itu, mungkin saja ada celah disekitar situ.
Di rumah lama Soojin.
Soojin baru saja sampai dan langsung masuk ke rumahnya. Rumah itu masih rapi walaupun terakhir kali dibersihkan ketika Je Yeon datang bulan lalu.
Soojin menatap ponselnya ketika merasakan getaran, ketika dilihat nama penelpon ternyata itu adalah panggilan dari Cheon Youngsik, mungkin dia mengambil nomor Soojin dari ponsel Sunhyung, pikir nya.
📞📱: "Aku sudah sampai, sekarang apa?" Kata Soojin.
Tidak ada sahutan dari seberang telpon, ketika Soojin melihat layarnya pun panggilan itu masih menyala.
"Yeo---" Tiba-tiba ada yang membekap dan menutup mata Soojin dari belakang, Soojin tidak sempat melakukan perlawanan karena dia menghirup aroma obat tidur yang terasa tidak asing.
Setelahnya semua berubah menjadi gelap.
Perlahan Soojin membuka matanya yang terasa berat, ketika Soojin melihat sekeliling, dia menyadari sekarang dia berada diruangan asing dan terikat di kursi.
"Kau cepat bangun seperti temanmu itu ya,"
Soojin menoleh ke sumber suara, Youngsik muncul dari balik pintu.
"Untuk apa kau membawa ku kemari?" Tanya Soojin.
"Kau akan tau nanti," Balas Youngsik. "Harus kuakui kau cukup berani, sama seperti dengan teman polisi mu itu. Mungkin dia akan menyusul korban ku yang lain setelah 18 jam lagi." Lanjut Youngsik.
"Sunhyung dan aku sudah tau trik mu yang membuat para korban meninggal tanpa meninggalkan jejak luka ataupun efek racun." Ucap Soojin.
"Dan seperti nya kau belum tau kalau racun ditubuh Sunhyung sudah menyebar, dan dia tidak akan bertahan lebih dari setengah hari lagi." Balas Youngsik tersenyum miring.
"Apa maksudmu?" Tanya Soojin.
__ADS_1
"Racun yang kuberikan padanya saat digang waktu itu, efeknya sudah muncul dan membuatnya hanya bertahan selama setengah hari lagi, mungkin sekitar 10 jam lebih awal sebelum kubunuh dia sudah mati lebih dulu." Balas Youngsik.
'Apa?!'