
•
•
•
Ketika dalam perjalanan, ponsel Soojin berdering, ketika dia melihat nama si penelpon ternyata itu panggilan dari Sunji.
'Apa yang harus ku katakan jika dia bertanya mengenai Sunhyung?' Batin Soojin. Lalu dia mengangkat panggilan itu.
📞📱: "Yeoboseo?"
📞📱: "Eonnie, apa kau tau dimana Sunhyung oppa? Aku menginap di rumah temanku selama 3 hari ini, ketika aku sampai di apartemen tidak ada siapapun. Ponselnya juga tidak bisa dihubungi."
📞📱: "Emm, Sunji, sekarang kau kerumah sakit saja, aku akan menceritakan semuanya disana."
📞📱: "Memang ada apa?" Tanya Sunji.
📞📱: "Akan kuberi tau disana." Balas Soojin.
📞📱: "Arraseo, mungkin aku akan sampai sedikit terlambat karena macet dan hujan."
📞📱: "Nee."
Panggilan itu berakhir, Soojin meletakkan ponselnya di dashboard, tidak lama kemudian dia dan yang lain sampai dirumah sakit.
Setelah memarkirkan mobil, mereka segera menuju ruang operasi tempat Sunhyung di operasi.
Bertepatan dengan mereka sampai, Seojun keluar dari ruang operasi dan melepas masker dan sarung tangan penuh darah yang dia pakai.
"Bagaimana keadaannya?" Tanya Yun Yeong.
"Seharusnya sudah membaik, tapi karena ada racun yang sudah menyebar di seluruh tubuhnya, keadaannya menjadi lebih buruk. Aku tidak bisa memastikan kapan dia akan bangun, atau bisa dibilang dia koma." Balas Seojun.
Soojin menghela nafas lelah, "Setidaknya di selamat sekarang." Kata Soojin.
"Lebih baik kalian berganti pakaian sekarang." Sahut Seojun. Karena keadaan keempat orang itu sekarang basah kuyup.
...⋇⋆✦⋆⋇ ...
Setelah Soojin selesai berganti, dia keluar dari toilet wanita dan menuju ruangan tempat Sunhyung dipindahkan. Ketika di lorong dia melihat Sunji yang baru saja keluar dari lift.
"Sunjinie!!" Panggil Soojin.
Sunji menoleh ke sumber suara, lalu menghampiri Soojin yang juga mendekatinya.
Ketika mereka sudah saling berhadapan, Soojin menceritakan semuanya pada Sunji.
"Lalu bagaimana keadaan Sunhyung oppa?!" Tanya Sunji dengan panik.
"Kata Seojun oppa, tidak bisa dipastikan kapan dia akan bangun, karena sebelumnya tubuhnya sudah ada racun yang menyebar." Balas Soojin.
"Bagaimana ini bisa terjadi?" Gumam Sunji dengan air mata yang menumpuk di pelupuk matanya.
"Jangan khawatir, Seojun oppa bilang setelah dia melakukan operasi dia akan membaik setelah beberapa hari kedepan, dan setelah dia bangun juga dia akan pulih total." Ucap Soojin memegang kedua bahu Sunji.
"Apa dia bisa dijenguk sekarang?" Tanya Sunji.
"Seharusnya sudah, setelah dia dipindahkan keruangan biasa, sudah bisa dijenguk," Balas Soojin. "Ayo kita kesana bersama." Ajak Soojin lalu menarik tangan Sunji menuju ruangan tempat Sunhyung.
Di TKP tempat Cheon Youngsik terjatuh disungai.
Para polisi yang tadi datang sebelum Soojin dan yang lain pergi masih berada disana.
__ADS_1
Seojun dan Hyejin yang sudah menjenguk Sunhyung memutuskan datang ke tempat itu bersama untuk memeriksa keadaan, hujan juga sudah berhenti, tapi arus sungai masih cukup deras sehingga tidak memungkinkan untuk melakukan pencarian.
"Apa ada petunjuk di sekitar sungai?" Tanya Seojun pada petugas yang berada didekat sungai.
"Untuk saat ini belum ada, karena arus sungai sangat deras memungkinkan tubuh pelaku terseret sangat jauh." Balas petugas itu.
"Terus lakukan pencarian sampai tubuh pelaku ditemukan." Ucap Seojun.
"Baik." Kata petugas itu lalu dia pamit undur diri.
"Entah kenapa aku merasa dia seperti sengaja untuk menjatuhkan dirinya ke sungai." Gumam Hyejin tapi masih bisa didengar Seojun.
"Kita pikirkan itu nanti, pertama kita cari bukti dirumah Cheon Youngsik." Ucap Seojun.
"Arraseo," Lalu mereka berdua pergi menuju rumah Cheon Youngsik.
Kembali dirumah sakit.
"Eonnie, sebenarnya aku juga ingin berpamitan denganmu." Sahut Sunji.
Dia dan Soojin sekarang berada diruangan Sunhyung, mereka duduk disofa pojok ruangan.
"Berpamitan? Memangnya kau ingin pergi?" Tanya Soojin.
Sunji mengangguk pelan, "Sekolah ku sudah memberikan informasi, minggu depan aku sudah masuk sekolah, aku ingin berpamitan dengan oppa dan eonnie serta yang lainnya." Balas Sunji.
"Kalau begitu sebaiknya kau kembali, jangan sampai kau tertinggal pelajaran hanya karena masalah yang terjadi disini." Ucap Soojin.
"Aku juga sempat memikirkan itu," Kata Sunji. "Tolong jaga Sunhyung oppa untuk ku, mungkin jika ada waktu aku akan menelpon kemari." Lanjutnya.
"Tentu, kapan kau akan berangkat?" Tanya Soojin.
"4 jam lagi, semua barangku sudah kubereskan dan tinggal di ambil di apartemen." Balas Sunji.
"Gomawo eonnie."
"Oh ya, aku harus melakukan sesuatu sebentar, kau tunggu sebentar, ya?"
"Nee."
Yun Yeong keluar dari ruangannya bertepatan dengan Soojin yang sepertinya ingin keruangannya.
"Ada apa Soojin?" Tanya Yun Yeong saat mereka berdiri berhadapan.
"Mengenai pesan yang kau berikan waktu itu," Balas Soojin. "Apa maksud eonnie dengan orang itu bukan temanku?" Tanya Soojin.
"Ayo ikut aku," Ajak Yun Yeong tanpa menjawab pertanyaan Soojin dan langsung berjalan duluan menuju salah satu kamar di lorong khusus yang hanya bisa dimasuki oleh dokter dan petugas rumah sakit lainnya.
"Masuklah," Kata Yun Yeong membuka salah satu ruangan.
Ketika Soojin masuk keruangan itu, dia dikejutkan dengan pasien yang berada di ruangan itu, dia berdiri sambil menatap keluar jendela. Dia adalah Yejun.
"Yejun?!" Kaget Soojin. Yang mendengar namanya disebut menoleh ke sumber suara.
"Soojinnie." Kata Yejun.
Soojin menatap Yun Yeong yang sedang berdiri disampingnya dan juga menatap Soojin.
"Bisa jelaskan?" Kata Soojin.
"Singkat cerita Sunhyung dan Minjung oppa menolong Yejun sesaat sebelum Cheon Youngsik membunuhnya, lalu menukar tubuh nya dengan yang sudah meninggal dirumah sakit, mereka memintaku untuk mengurus Yejun sampai dia pulih kembali." Jelas Yun Yeong.
"Jadi korban kesembilan bukan Yejun?" Tanya Soojin.
__ADS_1
Yun Yeong mengangguk singkat.
Soojin menghela nafas pelan, "Syukurlah kau masih hidup, aku sangat panik ketika Cheon Youngsik mengatakan kalau kau sudah dia bunuh." Ucap Soojin.
"Gwaenchana yo, ngomong-ngomong bagaimana keadaan Sunhyung hyung?" Tanya Yejun.
"Dia baik-baik saja, tapi dia dinyatakan koma karena kondisinya sudah buruk ditambah dengan obat tidur yang dia hirup." Balas Soojin.
"Semoga dia segera pulih."
"Aku juga."
...⋇⋆✦⋆⋇ ...
Dirumah Cheon Youngsik.
Seojun dan Hyejin dibuat terkejut saat menemukan tubuh Youngsik yang basah kuyup terbaring di ranjang kamarnya.
"Apa yang terjadi?! Bagaimana tubuh Cheon Youngsik ada disini?!" Kaget Hyejin.
"Hubungi anggota lain dan forensik, minta mereka segera memeriksa tubuhnya." Ucap Seojun.
Baik." Hyejin segera menghubungi anggota lain yang berada di TKP tadi.
'Tidak ada tanda kalau ada orang yang berada disini, tapi pertanyaannya bagaimana bisa ada orang yang memindahkan tubuh Cheon Youngsik kemari?' Pikir Seojun.
Dibandara.
Soojin dan Sunji baru saja sampai dibandara, setelah membeli tiket Sunji langsung berpamitan pada Soojin.
"Jaga dirimu disana ya." Ucap Soojin.
"Tentu, eonnie juga, dan tolong hubungi aku jika oppa sudah sadar." Balas Sunji.
"Tentu saja,"
"Bye!!" Seru Sunji berjalan menjauh dan melambaikan tangan.
"Bye!" Balas Soojin ikut melambaikan tangan.
Lalu setelah Sunji benar-benar pergi, Soojin kembali ke mobilnya dan ketika ingin menjalankan mobilnya, ponselnya bergetar sebentar menandakan ada pesan masuk.
"Siapa ini?" Gumam Soojin melihat nama pengirim yang hanya nomor.
Soojin membuka pesan itu.
Isinya:
Kau sudah menyelesaikan
kasus kode batang, tapi
setelah ini kau akan
menghadapi kasus lain
yang lebih menyenangkan.
Soojin mengernyit kan dahinya, 'Siapa lagi ini? Tidak mungkin hanya iseng saja...' Batin Soojin.
...~End~...
**Seperti sebelumny***a a*ku tidak begitu pintar membuat end ;) jadi jangan heran kalau end nya sedikit aneh dan membagongkan. Sampai jumpa di cerita lain atau mungkin sequel dari cerita ini.
__ADS_1