A Girls Revenge

A Girls Revenge
07.Petunjuk


__ADS_3




"Kau yakin aku tidak perlu ikut?" Tanya Hyejin.


"Tidak, aku akan menghubungi kalian jika semua sudah baik-baik saja." Balas Sunhyung.


"Baiklah." Ucap Hyejin.


Lalu Sunhyung keluar dari gedung kepolisian dan langsung menaiki mobilnya diikuti beberapa polisi lain.


Sunhyung kembali menekan tombol di earphone yang dia kenakan, dan tidak lama kemudian suara Soojin muncul.


🎧: "Sudah sampai mana?"


🎧: "Kami akan tiba sekitar 6 menit lagi. Bagaimana keadaan disana?" Tanya Sunhyung.


🎧: "Para perampok tiba-tiba saja menghilang ketika aku keluar, dan sekarang aku sedang menjinakkan peledak yang diletakkan oleh para perampok." Jelas Soojin.


🎧: "Ada berapa peledak?" Tanya Sunhyung.


🎧: "Semua ada lima peledak." Balas Soojin.


🎧: "Kenapa para perampok itu malah menggunakan peledak serta mengikat tangan dan menutup mata para pengunjung? Jika benar mereka hanya merampok, seharusnya hanya menodongkan senjata, mengambil uang lalu pergi." Gumam pelan Sunhyung, tapi masih bisa didengar oleh Soojin.


🎧: "Itu juga yang kupikirkan, tapi ada kemungkinan lain jika mereka menggunakan peledak." Ucap Soojin.


🎧: "Dan apa itu?"


🎧: "Ada seseorang di dalam toko ini yang ingin mereka bunuh, dugaan ku alasan mereka menggunakan peledak adalah agar para polisi tidak bisa mengidentifikasi siapa yang mereka bunuh jika korba lebih dari satu." Jelas Soojin.


🎧: "Itu bisa jadi kemungkinan,"


Dan setelah Sunhyung berkata demikian, dia telah sampai di Mall tempat Soojin dan para sandera lain ditahan.


🎧: "Kami sudah sampai, kau ada dilantai berapa?"


🎧: "Lantai 5, toko Aksesoris dan gaun."


🎧: "Baiklah, kami akan segera kesana."


"Tim menembak dan medis ikut dengan ku untuk memeriksa TKP, sisanya tetap berada disini untuk mengamankan orang-orang sekitar dan berjaga-jaga jika para tersangka keluar dari Mall." Ucap Sunhyung dengan tegas.


"Baik."


Sunhyung berjalan duluan dan diikuti oleh anggota lain.


...⋇⋆✦⋆⋇ ...

__ADS_1


Disisi Soojin, dia baru saja selesai menjinakkan 4 peledak dan sekarang dia tengah mencoba menjinakkan peledak terakhir.


"Soojin, sepertinya para perampok itu benar-benar sudah pergi dari sini." Ucap Yerin berjalan mendekat diikuti Seoyoon dari belakang.


"Saat kami memeriksa bagian belakang, hanya jendela yang terbuka dengan tali menuju kebawah. Dan ketika kami melihat keluar, orang-orang yang kita lihat sebelumnya baru saja menaiki mobil." Lanjut Seoyoon.


Soojin bertompang dagu, "Sepertinya dugaanku benar, ada seseorang disini yang ingin mereka bunuh dengan memanfaatkan korban lain." Gumam Soojin.


Lalu Soojin kembali menghubungi Sunhyung.


🎧: "Wae?"


🎧: "Para tersangka sudah kabur." Ucap Soojin tanpa basa-basi.


🎧: "Kau serius?"


🎧: "Untuk apa aku bercanda disaat seperti ini?" Kesal Soojin.


🎧: "Baiklah kalau begitu, kami juga sudah sampai di depam toko." Ucap Sunhyung.


Dan tidak lama kemudian Sunhyung muncul di ambang pintu bersama beberapa polisi lain di belakangnya.


"Kalian baik-baik saja, kan?" Kata pertama yang Sunhyung ajukan begitu sampai dihadapan kami.


"Nee." Balas Yerin.


"Kalian bebaskan para sandera." Ucap Sunhyung.


Dan bertepatan dengan sandera terakhir yang dibebaskan, Soojin juga selesai dengan urusan peledak dan meminta lima orang polisi mengurus peledak itu.


"Aku sempat melumpuhkan beberapa anggota perampok di lorong belakang." Ucap Soojin berjalan mendekati Sunhyung.


"Baiklah," Balas Sunhyung. "Kalian urus yang lain," Lanjutnya pada petugas yang tersisa.


"Ada apa?" Tanya Sunhyung menyadari ekspresi Soojin yang bisa terbilang sedang melamun.


"Seperti yang kita bicarakan tadi, mungkin alasan para perampok menggunakan peledak karena mereka ingin membunuh seseorang di toko ini. Terlebih lagi mereka melarikan diri lewat jendela belakang seolah tau kalau polisi akan datang." Balas Soojin.


"Hmm, itu memang agak aneh," Gumam Sunhyung.


Dan tidak lama kemudian ada pesan masuk di ponsel Sunhyung, membuat sang pemilik melihat ponselnya.


"Komplotan perampok itu sudah ditahan di depan Mall, katanya ketika mereka ingin melarikan diri dengan mobil anggota lain yang berjaga dibawah menangkap mereka." Jelas Sunhyung.


"Hmm, baguslah mereka tertangkap. Dengan begitu kita bisa mengintrogasi mereka." Ucap Soojin.


"Kusarankan kau mengantar kedua temanmu pulang, setelah itu kau bergabung dengan kami." Sahut Sunhyung sambil menatap Yerin dan Seoyoon yang sedang di tanyai oleh polisi bersama beberapa sandera tadi.


"Baik. Nanti mungkin aku akan langsung ke markas." Balas Soojin berjalan mendekati dia sahabatnya itu.


Setelahnya mereka bertiga berjalan keluar dari toko itu, lalu pergi dari area Mall. Mereka pergi menggunakan mobil Soojin.

__ADS_1


"Letnan," Panggil salah satu petugas yang menangani peledak yang Soojin jinakkan.


"Ada apa?" Tanya Sunhyung dengan nada dingin.


"Ada sesuatu didalam peledak." Jawab singkat petugas itu.


"Ya di mana-mana peledak itu ada isinya, iya kali isinya sabun cuci piring." Kesal Sunhyung.


"Ma-maksud saya itu ada kaset rekaman di dalam peledak. Dan ketika diselidiki ternyata tidak ada bubuk mesiu didalamnya yang bisa membuat benda itu meledak." Jelas petugas itu sewot akan sikap atasannya.


"Kaset rekaman?"


Petugas itu mengangguk, "Saat ini petugas lain sedang memeriksa peledak yang tersisa untuk memastikan." Ucap petugas itu.


Sunhyung tidak mengatakan apapun dan langsung berjalan ketempat para petugas yang sedang memeriksa peledak nya.


Sedangkan petugas tadi hanya bisa menghela nafas melihat tingkah atasannya, kadang bisa dingin seperti kulkas dan kadang bisa seperti orang yang sedang bertengkar dengan pacarnya.


Sunhyung menghampiri para petugas yang masih sibuk berkutip dengan peledak yang sudah terbongkar.


"Apa benar ada kaset rekaman suara didalam peledak itu?" Tanya Sunhyung begitu sudah berdiri di dekat mereka.


"Benar Letnan. Kaset itu terhubung langsung dengan komputer, tapi masih ada suara rekamannya." Balas salah satu petugas.


"Coba putar rekaman itu." Ucap Sunhyung.


Petugas yang sedang kebetulan memegang kaset yang mereka bicarakan langsung memasukkan kaset itu dan menyetel nya.


Dan sebuah suara pun muncul.


📼: "Peledak ini sungguh merepotkan."


Dan suara Soojin muncul dari rekaman itu.


"Kami sudah memeriksa semua rekaman, dan hanya ada suara Letnan Soojin yang sedang menjinakkan peledak ini." Ucap petugas itu.


"Lanjutkan menyelidiki peledak itu." Ucap Sunhyung lalu berjalan menjauh.


Dia langsung bertompang dagu, "Kenapa meletakkan kaset rekaman di dalam peledak? Terlebih lagi mereka menggunakan peledak itu untuk meledakkan tempat ini, tapi malah peledak yang mereka gunakan palsu." Gumam Sunhyung.


Lalu ada sesuatu yang terpikirkan oleh Sunhyung, dia langsung bergegas ketempat petugas tadi.


"Berikan kaset itu padaku." Ucap Sunhyung.


Dan petugas tadi langsung memberikan kaset rekaman yang dia pegang.


Sunhyung langsung menarik pita kaset itu, dan seperti perkiraan nya, ada sebuah kertas yang tertempel di pita itu.


Dan dibagian bawah kertas itu ada sebuah tulisan hangeul.


'Kuberi petunjuk mengenai target korbanku selanjutnya. Kuharap kalian bisa bekerja lebih keras lagi. - Cold-Blooded Killer/Pembunuh kode batang'.

__ADS_1


"Cih, ternyata benar-benar dia." Decih Sunhyung.


__ADS_2