A Girls Revenge

A Girls Revenge
10.Rapat


__ADS_3




Sunhyung turun dari mobilnya dan itu bertepatan dengan panggilan yang masuk ke ponselnya.


📞📱: "Yeoboseo?"


📞📱: "Sunhyung, Seojun oppa memintamu melacak tempat terakhir korban ketujuh dan bagaimana mobil tempat korban ditemukan bisa ada di TKP menggunakan CCTV." Jelas Soojin.


📞📱: "Baiklah, aku akan memeriksanya nanti, dan akan langsung kukirim pada Seojun hyung jika sudah menemukan petunjuk." Balas Sunhyung.


📞📱: "Baiklah, jja."


📞📱: "Nee."


Setelah panggilan berakhir, Sunhyung langsung memasukkan kembali ponselnya kesaku jaket. Lalu mengedarkan pandanganya kesekitar untuk mencari keberadaan sosok gadis yang menelponnya beberapa saat yang lalu.


"Oppa!!" Sunhyung mencari sumber suara, dan begitu menoleh kebelakang, seorang gadis memeluknya dengan erat.


"Bogosipeoyo." Kata gadis itu menyembunyikan wajahnya dipundak Sunhyung.


"Aku juga," Sunhyung membalas pelukan gadis itu.


Acara pelukan itupun berakhir.


"Bagaimana kabarmu Sunji?" Tanya Sunhyung.


"Gwaenchana yo." Balas Sunji tersenyum.


Yoon Sunji, dia adalah adik Sunhyung, mereka selisih 3 tahun. Setelah lulus SMP tahun lalu, Sunji memilih belajar di luar negeri, tepatnya di Australia. Dia tinggal bersama sepupu mereka disana. Terkadang selalu berkunjung setiap liburan setelah ujian sekolah.


"Kau tidak berubah, ya." Ujar Sunhyung mengusap surai hitam Sunji.


"Tentu saja, sudah pernah kukatakan bukan? Aku tidak akan membiarkan penampilan Korea ku berubah sedikitpun." Balas Sunji.


"Arraseo, arraseo, ayo kita ke apertemenku sekarang. Lagipula aku masih ada urusan sebentar." Ucap Sunhyung menarik koper Sunji yang tidak jauh dari pemiliknya.


"Eh? Kalau oppa punya urusan kenapa malah menjemputku? Lebih baik selesaikan urusanya dulu, kan?" Tanya Sunji.


Sunji adalah tipe orang yang suka menyelesaikan tugas jika ingin melakukan sesuatu setelahnya, jadi dia selalu berkata itu jika orang terdekatnya seperti Sunhyung memiliki urusan yang belum selesai.


"Jangan khawatir, aku hanya ditugaskan memeriksa rekaman CCTV, jadi aku bisa melakukannya setelah menjemputmu dan kembali ke apertemen." Balas Sunhyung.


"Baiklah," Ucap pelan Sunji.


...⋇⋆✦⋆⋇ ...


Keesokan harinya, dirumah Soojin.


Soojin berjalan pelan menuruni tangga, sekarang baru pukul 04.26, dan dia juga baru bangun tidur.


Kebiasaannya selalu mengantuk walaupun sudah mandi atau membasuh muka setelah bangun tidur, sehingga terkadang matanya masih terkantup dan rambutnya yang seperti habis tawuran.


"Hais, sadarlah Soojin, jangan sampai kau menabrak sofa dan membentur meja lagi seperti kemarin," Ucap Soojin menepuk-nepuk kedua pipinya agar sadar dari rasa kantuk.


Kemarin dia menabrak sofa dan membentur meja karena masih tidak sadar, atau lebih buruk lagi dia pernah jatuh ke kolam renang di belakang rumahnya dua hari yang lalu. Dia sendiri tidak tau bagaimana bisa sampai ke kolam renang.

__ADS_1


Soojin mengoleskan selai pada roti, lalu menuangkan kopi yang sudah dia buat dengan mesin pembuat kopi. Setelah selesai dengan urusan dapurnya, dia menuju meja makan yang tidak jauh dari dapur dan ruang tamu, atau lebih tepatnya berada di tengah-tengah dua ruangan itu.


Look who we are, we are the dreamers---


Soojin langsung mengangkat panggilan di ponselnya tanpa melihat siapa yang menelpon.


📞📱: "Yeoboseo?"


📞📱: "Soojin, bagaimana kabarmu?"


Soojin tersentak setelah mendengar suara yang sangat familiar baginya, lalu dia melihat layar ponselnya melihat nama penelpon, dia sontak menjadi sangat senang karena sudah lama pemilik nomor telpon itu tidak menghubungi nya.


📞📱: "Aku baik, bagaimana kabar oppa disana? Tanya balik Soojin. Dan yang menelpon adalah kakak laki-laki Soojin yang saat ini bekerja di luar negeri.


📞📱: "Aku juga, oh ya, Mingji bilang kalau hampir satu pekan yang lalu kau di serang?"


📞📱: "Ouh, itu... Ee... Gwaenchana yo, waktu itu aku hanya terluka sedikit, selain itu Hyejin eonnie, Seojun oppa dan Sunhyung langsung datang menolongku." Soojin gelagapan karena bingung menjawab pertanyaan kakak laki-laki nya itu.


📞📱: "Syukurlah kalau begitu, lain kali jaga dirimu, jangan sampai terluka lagi lain kali."


📞📱: "Baik-baik, aku sudah tau konsekuensi menjadi polisi dulu." Ucap Soojin.


📞📱: "Baiklah kalau begitu, jaga dirimu, aku masih ada urusan setelah ini."


📞📱: "Baik, oppa juga."


📞📱: "Jja."


Panggilan itu berakhir, Soojin meletakkan kembali ponselnya di meja.


Lalu dia teringat akan sesuatu yang belum dia periksa. Soojin kembali mengambil ponselnya dan membuka sebuah file rekaman yang dikirimkan Sunhyung kemarin setelah mereka memecahkan kasus pembunuhan.


Suara rekaman itu tidak terlalu jelas, sepertinya sudah ada yang merusak alat perekam suara nya meskipun Sunhyung sudah memperbaiki suaranya.


"Kira-kira tingginya sekitar 178 cm, dia juga kidal, dan dia bisa melakukan akrobatik... Sepertinya dia cukup ahli dalam menggunakan pisau," Gumam Soojin.


"Hah, aku akan membahas hal ini dengan Sunhyung atau Hyejin eonnie saja." Lanjut Soojin berdiri dari duduknya lalu mencuci piring dan gelas yang dia pakai. Setelah selesai, dia langsung kembali kekamar nya untuk bersiap-siap.


Hari ini libur sekolah, jadi Soojin hanya akan ke markas kepolisian untuk mengurus kasus yang kemarin terjadi sekaligus menyelidiki korban ketujuh Oh Ju Young.


Karena hari ini akan di adakan rapat dan penyelidikan khusus, semua anggota di minta untuk memakai seragam resmi kepolisian.


Setelah selesai memakai seragam, Soojin mengambil kunci mobil dan langsung pergi setelah mengunci rumahnya.


Soojin langsung masuk ke mobil dan melajukannya menuju markas.


Di apertemen Sunhyung.


"Aku akan pulang larut hari ini, jangan lupa mengunci pintu dan jangan membukakan pintu untuk siapapun itu, mengerti?" Jelas Sunhyung.


"Jangan khawatir oppa, aku akan baik-baik saja, jika terjadi sesuatu akan langsung kuhubungi. Semoga berhasil untuk kasus ini." Balas Sunji tersenyum.


"Arraseo," Kata Sunhyung mengusap surai hitam Sunji.


"Bye!!" Sunji melambaikan tangannya begitu kakak laki-laki kesayangan nya itu berjalan menjauh.


Sunhyung langsung menutup pintu dan memasukkan kode kunci, setelah nya dia menuju lantai dasar dan langsung masuk ke mobil dan menuju tempat yang sama dengan Soojin.


Sunhyung menghubungkan ponselnya ke earphone dan memakainya. Sambil mengemudi Sunhyung menghubungi Soojin.

__ADS_1


🎧: "Soojin, apa kau sudah sampai di markas?"


🎧: "Belum, aku masih setengah jalan, kau?" Tanya balik Soojin.


🎧: "Aku juga," Balas Sunhyung.


🎧: "Oh ya, apa kau sudah selesai dengan rekaman CCTV-nya?"


🎧: "Tentu, aku sudah mengirimkan rekamannya ke Seojun hyung, mungkin nanti akan dibahas saat rapat." Jelas Sunhyung.


🎧: "Sunhyung, apa kau punya rekaman yang menunjukkan pelaku dengan lebih dekat?"


🎧: "Tidak, setiap kali aku ingin memperjelasnya atau mendekatkan kamera, justru sistem milikku yang bermasalah." Ucap Sunhyung.


🎧: "Kenapa bisa?"


🎧: "Kemungkinan pelaku memasang virtex, dan di program agar menyerang komputer apapun yang ingin melacak keberadaan pelakunya melalui CCTV." Jelas Sunyhung.


🎧: "Rasanya aku ingin sekali menembak kepalanya itu, kenapa dia bisa tau segala sesuatu yang kita lakukan?!"


🎧: "Memang begitu jika menghadapi pembunuh ahli."


🎧: "Oh ya, kemarin aku mendengar dari detektif Ye kalau kau pergi tidak lama setelah aku dan Hyejin eonnie pergi?"


🎧: "Ya, aku menjemput Sunji, dia sudah sampai di bandara saat itu."


🎧: "Sunji sudah pulang? Bagaimana kabarnya?" Tanya Soojin, dia dan Sunji cukup akrab sejak dulu, mereka bertemu setelah Soojin masuk ke kepolisian dan bertemu dengan Sunhyung, setelahnya mereka saling mengenal dan akrab.


🎧: "Dia baik, kusarankan kalian bertemu setelah kita rapat dan menyelesaikan masalah ini." Ucap Sunhyung.


🎧: "Ya, ya, ya, aku tau. Bagaimana kalau ajak dia saja ketika kita akan membahas kasus bersama di cafe malm ini?"


🎧: "Arraseo, aku akan memberi taunya nanti."


🎧: "Nee,"


🎧: "Jja, aku sampai di wilayah markas, kita bicara lagi nanti." Ucap Sunhyung memutar setir ke kiri lalu masuk ke wilayah parkiran.


🎧: "Baiklah, aku juga baru sampai."


Sunhyung turun dari mobil nya, dan tidak lama kemudian mobil Soojin datang dan ikut memarkirkan mobilnya didekat mobil Sunhyung. Lalu Soojin turun dari mobilnya dan menghampiri Sunhyung.


Mereka berdua sama-sama melepaskan earphone yang mereka pakai.


"Hah, semoga saja rapat kali ini segera selesai." Ucap Soojin.


"Kita lihat saja nanti." Kata Sunhyung, lalu dia berjalan duluan masuk ke gedung markas kepolisian.


"Yak! Tunggu aku!" Seru Soojin menyusul Sunhyung dengan berlari kecil.


...⋇⋆✦⋆⋇ ...



Nama : Yoon Sunji


Usia : 15 tahun


Adik Sunhyung

__ADS_1


__ADS_2