A Girls Revenge

A Girls Revenge
35.Berakhir


__ADS_3




"Jika kau tau aku adalah saksi, kenapa kau malah membunuh orang lain dan bukannya aku?" Kata Soojin.


"Aku sudah mengatakan hal ini pada Sunhyung, dan akan kukatakan lagi padamu, aku ingin melakukan sesuatu yang berbeda pada korban terakhirku," Ucap Youngsik.


"Jika kau cukup pintar berarti kau paham maksud perkataanku," Lalu dia duduk di kursi yang berhadapan dengan Soojin.


"Dan kau pikir aku tidak tau kalau kau menghubungi Seojun dan yang lain saat dalam perjalanan kemari?" Lanjutnya.


"Mungkin mereka sudah dalam perjalanan kemari, dan kau akan tertangkap." Balas Soojin.


"Arraseo, arraseo, kau selalu berkata kalau aku akan tertangkap, dan mungkin kau benar. Tapi sebelum itu mungkin kau dan rekan hacker mu itu sudah menjadi tubuh tanpa nyawa," Kata Youngsik bangkit dari duduk dan menyalakan pendingin ruangan.


Ruangan itu langsung di penuhi gas yang sama dengan yang Youngsik gunakan untuk membunuh korban lainnya.


"Jja," Youngsik memakai masker dan tudung jaketnya lalu keluar dari rumah itu meninggalkan Soojin yang berusaha melepaskan diri dari ikatannya.


Soojin mencoba untuk tidak menghirup gas itu, tapi sepertinya gas itu memiliki efek lain selain membuat seseorang tertidur dan akhirnya mati, tubuhnya terasa semakin lemas, bagaimanapun dia harus segera keluar dari sini dan menangkap pembunuh itu.


Tiba-tiba terdengar suara pintu di dobrak, Hyejin masuk keruangan itu dengan Yun Yeong di belakangnya, mereka berdua menutup mulut dan hidung mereka ketika tau ada gas obat tidur didalam ruangan.


Mereka segera melepaskan ikatan yang melilit tangan dan kaki Soojin lalu membawanya keluar dari rumah itu.


"Soojin, kau tidak apa-apa, kan?!" Tanya Hyejin dengan panik, jika telat sedikit saja sudah dipastikan nyawa Soojin menjadi taruhannya.


"Nee, aku sempat menahan nafas ku sampai kalian datang." Balas Soojin menetralkan nafasnya.


"Tidak ada efek obat tidur itu ditubuhmu, kau hanya merasa lemas karena tidak sadarkan diri selama beberapa waktu dan akhirnya menghirup Sedikit obat tidur." Ucap Yun Yeong setelah memeriksa Soojin dan memastikan keadaannya.


"Gomawo eonnie," Ucap Soojin. "Dimana Seojun oppa?" Tanya Soojin.


"Dia sedang menuju ketempat Sunhyung berada bersama Han Minjung." Balas Yun Yeong.


...⋇⋆✦⋆⋇ ...


Seojun dan Minjung masuk kerumah Cheon Youngsik untuk mencari keberadaan Sunhyung.


"Harusnya ada disekitar sini," Gumam Seojun setelah mereka sampai di ruang kerja Youngsik.


"Seojun!" Yang dipanggil menoleh dan menghampiri Minjung yang sedang memegang sebuah buku bersampul hitam.


"Wae?" Minjung menyodorkan buku yang dia pegang.


"Ini milik Sunhyung, jika dia sudah selesai menulis, itu artinya dia akan segera dibunuh." Ucap Minjung.


"Kalau begitu kita tidak punya waktu, harusnya disekitar sini ada jalan menuju ruangan itu." Kata Seojun.


"Apa mungkin disini?" Sahut Minjung yang sekarang berdiri didekat dinding yang berada dibelakang meja kerja.

__ADS_1


Alasannya mengatakan itu karena ada bercak darah yang keluar dari dinding seolah ada celah disana.


Minjung meraba sekitar bercak itu mencoba mencari celahnya, dan tidak lama kemudian dinding itu terbuka.


Kedua pria itu refleks menutup hidung dan mulut saat gas obat tidur keluar dari ruangan itu. Ketika pandangan sudah jelas mereka melihat Sunhyung yang sudah tidak sadarkan diri di lantai.


Mereka segera mengeluarkan Sunhyung dari ruangan itu dan memeriksanya.


"Masih ada waktu," Kata Seojun memeriksa denyut nadi Sunhyung.


Tidak lama kemudian tim medis masuk lalu segera membawa Sunhyung ke ambulans dan pergi kerumah sakit.


"Kau bisa pergi mengurus Sunhyung dirumah sakit, biar aku yang menyusul yang lainnya." Ucap Minjung.


"Arraseo, segera kembali setelah selesai." Balas Seojun lalu dia ikut bergegas masuk kemobilnya dan mengikuti mobil ambulans.


Begitu pun Minjung, dia ikut masuk kemobilnya dan pergi ketempat Soojin, Hyejin, dan Yun Yeong berada.


...⋇⋆✦⋆⋇ ...


Soojin dan yang lainnya masuk kedalam gedung tua yang berada didekat sungai, mereka berhasil melacak keberadaan Cheon Youngsik, ternyata dia berada di sebuah gedung tua tidak jauh dari rumah lama Soojin.


Yun Yeong diminta untuk menetap diluar untuk berjaga-jaga jika pembunuh itu melarikan diri, sedangkan Soojin dan Hyejin masuk ke ruangan tempat Cheon Youngsik berada tanpa bersuara sedikit pun.


"Seharusnya kau tetap bersama Yun Yeong saja, tubuhmu masih lemah karena kejadian tadi." Desis Hyejin.


"Gwaenchana yo," Balas Soojin dengan berbisik. "Kemungkinan Cheon Youngsik akan menyerang dari belakang terlebih dahulu, lalu menyerang secara langsung." Lanjutnya.


Ketika sampai diruangan itu, Hyejin langsung mendobrak pintu dan kedua nya menodongkan senjata kedalam ruangan.


Dan benar saja, Cheon Youngsik sedang berada di ruangan itu sambil membelakangi pintu masuk.


"Jangan mencoba kabur lagi Cheon Youngsik!" Seru Hyejin, lalu dia dan Soojin mulai mendekatinya perlahan.


"Mungkin seharusnya kalian yang kabur," Balas Youngsik berbalik badan dan menampakkan peledak waktu yang sudah menyala.


Hyejin dan Soojin memandangi peledak waktu itu dengan tatapan terkejut, karena terlalu terkejut karena Youngsik mengaktifkan peledak waktu, dia menggunakan kesempatan itu untuk melukai mereka berdua dengan pisau dan melarikan diri.


"Eonnie, tolong urus peledak nya, aku akan mengejar Cheon Youngsik!" Pekik Soojin keluar ruangan dan mengejar Youngsik yang berlari menuju atap gedung, dan dia mengabaikan lengannya yang berdarah karena tergores pisau Youngsik tadi.


Sedangkan ditempat Hyejin, dia menatap lengannya yang juga terluka karena pisau Youngsik, lalu dia mendekati peledak yang terletak di meja tua itu.


Hyejin membuka kotak tempat kabel-kabel terhubung, lalu dia menyadari sesuatu yang salah dengan peledak itu.


"Ini..."


Beralih ketempat Soojin dan Youngsik.


"Jangan coba untuk melarikan diri lagi Cheon Youngsik!!" Bentak Soojin ketika mereka sampai di atap gedung.


"Aku memang tidak berencana untuk lari lagi, aku ingin melihat kemampuan dari saksi yang selama ini ku acuhkan." Balas Youngsik.


Lalu dia mengeluarkan pistol yang dia sembunyikan di saku jaketnya dan menodongkannya kearah Soojin.

__ADS_1


Begitu pun yang ditodongkan, dia fokus pada pistol nya dan bersiap menghindar jika peluru ditembakkan.


Dan tebakannya benar, tidak lama kemudian peluru ditembakkan dan Soojin langsung menghindar lalu mendekati Youngsik mencoba menyingkirkan pistol yang dia bawa.


Youngsik yang sadar akan niat Soojin langsung menghindar dan kembali melukai lengan Soojin yang satunya dengan pisau.


Soojin meringis saat tergores pisau itu, tapi dia langsung menembak Youngsik dan terkena area perutnya.


"Sebaiknya kau menyerah saja daripada dipaksa oleh polisi!" Pekik Soojin kembali menodongkan pistol kearahnya.


"Aku tidak akan pernah menyerah pada polisi begitu saja!" Balas Youngsik lalu dia berlari dengan cepat kearah Soojin.


Soojin yang melihat itu langsung kembali menembak Youngsik dan mengenai pundak sebelah kirinya, tapi itu tidak mempengaruhi Youngsik.


Hingga ketika Youngsik tepat berada didepan Soojin, dia langsung mendorong Soojin hingga akan jatuh ke arah sungai yang berada di bagian belakang gedung.


Soojin memutar tubuhnya hingga tubuh Youngsik lah yang terjatuh ke sungai.


Soojin melihat kearah di sungai yang baru saja dijatuhi tubuh Youngsik dari ketinggian 20 meter.


"Hah, hah, hah," Deru nafas Soojin menjadi tidak beraturan, tubuhnya mendadak lemas dan akhirnya dia hanya duduk terdiam dilantai.


Hujan tiba-tiba turun mengguyur bumi dengan derasnya, Soojin segera turun dari atap menyusul Yun Yeong dan Hyejin. Dia mengabaikan lukanya yang semakin terasa sakit karena Sempat terguyur air hujan.


Ketika sampai ternyata ada Yun Yeong dan Hyejin yang berdiri tidak jauh dari sungai sambil menatap kearah sana, mereka juga membiarkan hujan mengguyur tubuh mereka.


"Soojin, kau baik-baik saja?" Tanya Hyejin ketika menyadari Soojin yang berjalan kearah mereka.


"Nee, bagaimana dengan Cheon Youngsik?" Tanya balik Soojin.


"Kemungkinan tubuhnya akan sulit untuk ditemukan karena hujan tiba-tiba turun dengan deras sehingga arus sungai sangat kuat." Balas Yun Yeong menatap kearah sungai.


Tidak lama kemudian mobil Minjung sampai ditempat itu, Minjung langsung keluar dari mobil dan menghampiri ketiga polisi itu.


"Mianhae aku terlambat, apa kalian terluka parah?" Tanya Minjung ikut kehujanan.


"Tidak apa, kami hanya terluka sedikit," Balas Yun Yeong.


"Dimana Cheon Youngsik?" Tanya Minjung.


"Saat dia ingin mendorongku agar terjatuh kearah sungai, aku berbalik sehingga dia yang terjatuh kesungai." Balas Soojin.


"Bala bantuan akan datang sekitar 5 menit lagi," Ucap Yun Yeong setelah mematikan hubungan earphone yang dia pakai, barusan dia mendapat panggilan dari polisi yang akan menyusul mereka.


"Oh ya, bagaimana dengan Sunhyung?" Tanya Hyejin.


"Sekarang dia sedang ditangani oleh Seojun di rumah sakit, seharusnya sekarang masih dalam proses operasi." Balas Minjung.


"Kalau begitu kita harus segera kerumah sakit sekarang." Sahut Soojin.


Lalu mereka segera masuk ke mobil masing-masing dan melaju ke rumah sakit, dan ketika akan keluar dari wilayah itu mobil polisi yang katanya akan menyusul mereka tiba, sebelum pergi Hyejin sempat memberi tau polisi itu mengenai hal yang terjadi dan yang harus mereka lakukan.


Lalu mereka langsung menuju rumah sakit.

__ADS_1


__ADS_2