A Girls Revenge

A Girls Revenge
06.Peledak


__ADS_3




Para perampok itu mendorong Soojin keruangan yang berbeda dari sandera yang lain. Dia di kurung di gudang toko itu.


"Entah apa sebenarnya yang di ingin kan orang-orang ini dan mengapa mereka malah mengurungku disini sendirian?" Pikir Soojin berdiri dan membersihkan debu yang menempel di celana dan telapak tangannya.


Lalu Soojin berjalan mengelilingi ruangan gudang itu.


"Tidak ada apapun disini yang bisa digunakan untuk melawan para ******* itu," Gumam pelan Soojin.


"Aku tidak bisa menghubungi markas ataupun anggota lain karena ponselku diambil, bahkan alat komunikasiku." Gerutu Soojin.


'Aku akan coba pastikan apa ada yang mengawasi atau berjaga dari luar.' batin Soojin lalu berjalan mendekati pintu dan mengetuknya.


"Wae?!" Seru seseorang dari luar.


"Aniya!" Balas Soojin. Lalu dia kembali menjauh dari depan pintu.


"Benar ada yang berjaga diluar pintu."


Soojin bertompang dagu mencoba berfikir bagaimana dia bisa keluar dari sini tanpa membuat para sandera terluka, atau mungkin menghubungi anggota kepolisian agar mereka mengurus hal itu.


🎧: "Hei, kenapa kau tidak menjawab panggilan ku?"


Soojin langsung tersentak saat dia tiba-tiba bisa mendengar suara Sunhyung tepat di samping telinganya seolah dia tengah menggunakan earphone.


Lalu dia teringat akan anting yang dia gunakan, 'Oh iya, aku memakai anting yang diberikan Sunhyung yang bisa digunakan seperti earphone dan alat pelacak. 


🎧: "Halo? sunhyung?" Panggil Soojin dengan suara pelan karena takut didengar oleh perampok yang berjaga diluar.


🎧: "Kenapa suaramu sangat pelan? Bicara lah lebih keras sedikit!" Kesal Sunhyung.


🎧: "Aku tidak bisa, jika aku bicara lebih keras aku takut akan didengar dan Nyawaku akan melayang." Balas Soojin.


🎧: "Hah? Memangnya ada apa?"


🎧: "Tadi ketika aku selesai membayar di kasir Mall, tiba-tiba saja ada sekelompok perampok masuk ke toko dan menahan para pengunjung, dan sekarang aku di kurung di gudang toko. Entah kenapa cuma aku yang dikurung." Jelas Soojin.


🎧: "*Baiklah, aku akan memberitahu Seojun hyung agar bisa mengirim kan bala bantuan. Kau cobalah untuk mengulur waktu dan mengalihkan perhatian para perampok sampai kami datang*." Balas Sunhyung.


🎧: "Dimengerti, aku akan mencoba mencari cara agar para perampok tidak sadar kalau kalian datang nanti." Ucap Soojin.


🎧: "Baiklah."

__ADS_1


Panggilan itu berakhir, dan Soojin melihat atap di atasnya. Ada sebuah saluran udara tepat diatasnya.


"Mungkin aku bisa mencoba keluar lewat saluran itu." Gumam Soojin.


Lalu Soojin melakukan hal yang dipikirkan nya.


'Semoga saja mereka tidak sadar aku pergi dari ruangan itu.' batin Soojin.


Lalu setelah cukup lama menjelajahi saluran udara itu, akhirnya Soojin menemukan jalan keluar yang tidak ada anggota perampok yang berjaga.


Dengan perlahan Soojin melepas penutup saluran udara itu, lalu keluar dengan cepat dan mendarat dengan sempurna dan anggun.


'Kenapa aku malah mendarat seperti penari ballet?' batin Soojin sewot dengan kelakuannya sendiri.


Lalu dia berjalan perlahan dan mulai mencari para perampok itu. Dan ketika tiba dilorong menuju keruangan depan tempat para sandera, Soojin melihat ada tiga orang yang berjaga di lorong itu.


Untungnya Soojin bersembunyi sebelum mereka melihatnya.


"Sepertinya tidak ada pilihan lain selain melawan dan melumpuhkan mereka." Gumam pelan Soojin. Dia menunduk dan mengeluarkan carambit lipat yang dia sembunyikan di sepatu untuk berjaga-jaga, dan ini waktu yang tepat untuk menggunakannya.


Soojin mengambil apapun yang bisa dia lemparkan ke hadapan ketiga perampok itu dan menarik perhatian mereka.


Lalu dia melihat sebuah troli tidak jauh darinya, Soojin langsung mendorong troli itu sampai para perampok menyadarinya.


"Coba kau periksa." Ucap salah satu dari mereka.


Itu kesempatan bagi Soojin dan dia langsung memukul tengkuk perampok itu sampai tidak sadarkan diri dan menghantam lantai dengan keras.


Dua perampok lainnya menyadari itu dan langsung menodongkan senjata mereka ke Soojin.


Soojin mengangkat tangannya menyembunyikan carambit dibalik tangannya.


"Cepat kemari dan jangan macam-macam!" Bentak salah satu dari mereka.


Lalu Soojin melakukan apa yang dikatakan perampok itu. Dan ketika sudah dekat Soojin langsung melayangkan carambitnya dan melukai salah satu dari mereka di bagian perut lalu menendangnya sampai terjatuh ke lantai.


Perampok yang satunya lagi terkejut dan bersiap menembak Soojin dengan Senapan dalam jarak dekat.


Tapi karena Soojin dengan sigap menendang senapan yang ditodongkan padanya, keadaan menjadi terbalik saat Soojin menggunakan senapan dari anggota perampok yang sudah dia lumpuh kan.


"Menyerahlah." Ucap Soojin dengan nada bicara dan tatapan dingin.


"Aku tidak akan menyerah begitu saja Jung Soojin!" Soojin langsung menendang perampok didepannya dengan keras dan membuatnya menabrak tembok sampai retak.


"Kurasa sebaiknya aku mengurangi kebiasaan menendang dengan kekuatan penuh setiap kali melawan penjahat." Sekali lagi Soojin sewot dengan kelakuannya. Sebab setiap kali dia menendang musuh yang melawan pasti berakhir musuh itu menabrak dinding, lantai, ataupun tanah sampai retak.


Lalu dia mengambil pistol yang dibawa orang yang dia tendang barusan. Lalu meninggalkan tempat itu untuk melihat keadaan yang lainnya.

__ADS_1


Dan begitu sampai dia hanya melihat orang-orang yang duduk dengan mata dan mulut yang tertutup dan tangan terikat.


'Kemana para perampok itu? Yang kuhadapi tadi hanyalah yang mengurung dan menjaga ruangan tempat aku ditahan. Bagaimana yang lain bisa pergi?' batin Soojin menatap sekitar.


Dia melangkah pelan agar tidak terdengar siapapun dan mencoba mencari sesuatu yang mencurigakan.


'Sepertinya tidak ada yang dirusak ataupun diletakkan oleh para perampok itu.' batin Soojin, lalu dia mendekati Yerin dan Seoyoon yang terikat, kemudian melepaskan ikatan mereka.


"Kalian baik-baik saja, kan?" Tanya Soojin dengan suara pelan.


Yerin dan Seoyoon mengerti alasan Soojin berbicara dengan berbisik.


"Nee, bagaimana denganmu?" Tanya balik Seoyoon dengan suara pelan.


"Aku tidak apa." Balas Soojin.


"Kemana para perampok itu?" Tanya Yerin.


"Entahlah, tapi yang pasti mereka masih ada disini." Balas Soojin.


"Apa mungkin mereka bersembunyi diantara para sandera?" Tebak Seoyoon.


"Itu yang kupikirkan," Kata Soojin. "Apa kalian mendengar sesuatu setelah diikat?" Tanya nya.


"Aku tidak mendengar apapun." Balas Seoyoon.


"Aku juga, tapi aku sempat mendengar salah satu dari mereka mengatakan untuk meletakkan peledak di dekat sandera." Ucap Yerin.


"Tunggu, apa?!" Untungnya Soojin dan Seoyoon masih mengingat keadaan sehingga mereka berteriak pelan.


"Lalu jika memang benar mereka menaruh peledak disini, dimana peledak itu sekarang?" Sahut Seoyoon.


"Coba kita cari sebentar peledak itu sekalian mencari para perampok sampai Sunhyung dan yang lain datang." Ucap Soojin.


Akhirnya mereka berkeliling dan memeriksa disekitar ruangan itu.


"Soojin." Panggil Yerin dengan suara pelan.


Soojin yang berdiri tidak jauh dari Yerin langsung mendekati nya.


"Wae?"


"Bukankah ini peledak yang mungkin mereka bicarakan?" Tanya Yerin menunjuk setumpuk koper putih berukuran sedang yang seperti memiliki jam di bagian atasnya.


"Sepertinya memang ini." Gumam Soojin lalu berjongkok dan membuka koper itu. Isi koper itu tidak beda jauh dengan isi peledak.


"Masih ada waktu 25 menit sebelum peledak ini meledak. Aku akan coba menjinakkan nya, kalian cobalah melihat sekitar untuk memastikan para perampok itu." Ucap Soojin.

__ADS_1


"Baiklah." Serempak Yerin dan Seoyoon, lalu mereka kembali mengelilingi ruangan itu.


__ADS_2