
•
•
•
Soojin berjalan menyusuri lorong kantor polisi, dia menuju ruangan Seojun karena dipanggil olehnya.
Selama perjalanan Soojin sesekali melihat ponselnya yang menunjukkan pukul 10.58.
'Ini sudah 24 jam sejak Yejun menghilang, jika misalnya aku bukan polisi mungkin laporannya baru dibuat,' Batin Soojin.
'Aku akan mencarinya lagi setelah ini,'
Soojin sampai didepan ruangan Seojun, lalu mengetuk pintu beberapa kali dan mendapat sahutan dari pemilik ruangan itu.
"Masuk."
"Ada apa memanggilku?" Tanya Soojin to the point.
Dia berjalan masuk keruangan setelah menutup pintu.
"Aku ingin membicarakan sesuatu mengenai temanmu yang hilang itu," Balas Seojun.
"Aku dengar dari Hyejin, katanya tiba-tiba dia hilang kontak dan terakhir berada di tempat sepi." Lanjutnya.
Soojin mengangguk, "Nee, ketika aku memeriksa tempat itu, dan hanya menemukan ponsel nya saja." Ucap Soojin.
"Aku meminta salah satu anggota divisi penyelidikan untuk memeriksa rekaman didekat sana, dan ternyata ada seseorang yang membius temanmu itu dari belakang." Ucap Seojun.
"Membiusnya?!" Tentu Soojin terkejut, dia belum sempat memeriksa secara detail tempat itu karen bertepatan dengan penemuan korban pembunuhan.
"Dugaan tim penyelidikan orang yang membius temanmu itu adalah pelaku pembunuhan di gang tempat yang sama, karena dia keluar dari gang itu sebelum mendekati temanmu." Jelas Seojun.
"Apa mungkin pelaku menangkap Yejun karena dia melihat oelaku membunuh korban?" Pikir Soojin.
"Kemungkinan," Balas Seojun. "Kau coba selidiki ini, aku akan memerintahkan beberapa anggota untuk membantumu." Lanjutnya.
"Baik," Balas Soojin, lalu dia menundukkan kepala sebentar, "Cogiyo."
Soojin berjalan keluar dari ruangan itu. Dia segera menuju parkiran dan bergegas ke lokasi terakhir Yejun terlihat.
Tidak jauh dari tempat mobil Soojin terparkir, Sunhyung mengawasi Soojin yang baru datang dari dalam mobilnya.
Ketika Soojin masuk kemobil dan melaju pergi, Sunhyung ikut menjalankan mobilnya dan mengikuti Soojin dari belakang.
Tidak sampai 15 menit Soojin sampai dilokasi, Sunhyung memberhentikan mobilnya sedikit lebih jauh dari tempat Soojin berada.
TKP itu masih dibatasi garis kuning, tidak ada siapapun disana.
Soojin berjalan mendekati garis pembatas, lalu tiba-tiba iris matanya menatap sesuatu yang ada di dekat semak-semak tempat dia menemukan ponsel Yejun sebelumnya.
Dia mengeluarkan sarung tangan putih lalu menggunakan nya, Soojin mengambil benda yang ternyata jam tangan berwarna perak dengan garis berwarna emas.
"Seperti nya aku pernah melihat ini, tapi dimana?" Gumam Soojin.
__ADS_1
Lalu dia membalikkan jam itu dan melihat bagian dalamnya, terdapat insial nama di bagian punggung jam itu.
'C.Y'.
'C. Y? Cheon Youngsik?' Nama yang pertama kali muncul di kepala Soojin. Lalu dia menggeleng kan kepalanya dan menghela nafas.
"Jangan berprasangka buruk tanpa alasan yang jelas Soojin," Gumam Soojin. Lalu dia memilih membawa benda itu, mungkin bisa menjadi petunjuk nanti, tapi dia tidak memberikan nya pada forensik, dia memilih menyimpannya sendiri.
Soojin masuk kemobilnya dan pergi dari tempat itu.
Sunhyung mematikan ponselnya yang sebelumnya menampilkan video jam tangan yang Soojin genggam, tanpa Soojin sadari Sunhyung telah menempelkan sebuah kamera kecil dan penyadap dipakaiannya beberapa waktu lalu. Dia tidak lagi mengikuti Soojin, begitu mobil Soojin pergi dari tempat itu, Sunhyung ikut pergi menuju arah berlawanan.
Dia memberhentikan mobilnya dipinggir jalan saat merasakan sesuatu kembali mengalir keluar dari hidungnya, Sunhyung melihat kearah kaca spion yang memantulkan sebagian wajahnya. Terlihat darah kembali mengalir dari hidungnya.
Sunhyung mengambil tisu yang dia letakkan di dashboard lalu menyeka darah yang masih mengalir menggunakan tisu itu.
'Waktuku hanya beberapa hari lagi, aku harus mencari bukti kuat yang bisa membuat-nya mengakui dengan sendirinya.'
Sunhyung sudah tau mengenai siapa pelaku pembunuh kode batang setelah menyelidiki beberapa hal secara detail, sendirian.
Di markas kepolisian.
"Kamjagya?!!" Hyejin reflek berteriak saat ada yang tiba-tiba menepuk pundak nya dari belakang.
"Kenapa kau mengejutkan ku?!" Kesal Hyejin.
"Mian, lagian kau sendiri kenapa melamun disini?" Balas Yun Yeong yang tidak lain adalah pelaku yang menepuk pundak Hyejin tadi.
Mereka sedang ada di landasan helikopter yang ada di atap markas kepolisian ngomong-ngomong.
"Aniyo, aku hanya sedang memikirkan sesuatu." Balas Hyejin.
Hyejin berdecik kesal, "Ck, sudahlah, aku tidak mau membicarakan ini lagi," Balas Hyejin berbalik dan berjalan pergi meninggalkan Yun Yeong yang masih berdiri tak bergerak seinci pun dari posisinya.
"Dia itu kenapa sih?" Gumam Yun Yeong lalu dia menyusul temannya itu.
Di lantai 5 markas kepolisian.
Seojun baru saja keluar dari ruangan nya dan menuju lantai bawah, dia menekan tombol lift dan ketika pintu lift terbuka ternyata ada Hyejin didalam lift.
"Apa kau dari menuju lantai bawah atau
Keatas?" Tanya Seojun masuk ke lift.
"Ke lantai 1," Balas Hyejin.
Lalu Seojun menekan tombol dengan angka 1.
"Kebetulan lantai tujuannya sama." Kata Seojun.
"Emm, oppa?" Panggil Hyejin.
"Hmm?" Respon Seojun dengan berdehem.
"Apa aku boleh izin selama beberapa hari?" Tanya Hyejin.
__ADS_1
Pertanyaan Hyejin membuat Seojun menatap kearahnya, "Memangnya ada apa?" Tanya balik Seojun.
"Tidak ada masalah, hanya saja akhir-akhir ini aku sering tidak fokus melakukan tugas, aku takut jika nanti malah melakukan kesalahan." Balas Hyejin dengan tangan kanan yang memegang lengan kirinya.
Seojun diam sesaat lalu mengangguk, "Arraseo, kau bisa mengambil cuti selama yang kau mau." Kata Seojun.
"Gomawo oppa,"
Lift terbuka dan Hyejin pergi lebih dulu, setelah beberapa saat Seojun ikut keluar dari lift dan menuju parkiran.
Setelah sampai dia langsung masuk kemobil dan melaju pergi dari markas kepolisian.
Tidak sampai 10 menit dia sampai ditempat yang ditujunya. Seojun turun dari mobil dan masuk kedalam restoran tempat dia membuat janji.
Saat didalam restoran, dia mengedarkan pandangannya menatap sekeliling, restoran itu hampir tidak ada pengunjung kecuali sebuah keluarga dan sepasang wanita yang mengobrol di kursi sudut ruangan.
"Sebelah sini!" Seojun menoleh ke sumber suara dan mendapati Minjung yang duduk di kursi sudut ruangan lain.
Seojun menghampiri temannya itu dan duduk di kursi tepat didepan Minjung.
"Jadi? Apa yang ingin kau bicarakan?" Tanya Seojun membuka topik pembicaraan.
"Aku ingin membicarakan hal mengenai pelaku kode batang." Balas Minjung.
"Memangnya apa yang kau tau?" Tanya Seojun lagi.
Minjung meletakkan ponselnya yang menampilkan sebuah video diatas meja.
"Apa ini?"
"Video yang menunjukkan siapa pelakunya."
Seojun memutar video itu. Ternyata itu adalah video pelaku saat membunuh korban ketujuh yang tidak lain adalah Oh Ju Young ketika di rumahnya, selang beberapa detik setelah korban meninggal, pelaku membuka tudung jaket dan masker yang dia pakai dan menampilkan wajah yang sangat Seojun kenali.
"Dari mana kau mendapatkan rekaman ini?" Tanya Seojun beralih menatap temannya itu.
"Aku dan Ju Young meletakkan sebuah camera dirumah nya untuk berjaga-jaga, aku baru teringat tentang kamera itu ketika kerumahnya untuk mengambil sesuatu, siapa yang menduga kalau kameranya masih berfungsi dan merekam kejadian mengerikan itu." Jelas Minjung bersandar pada sandaran kursi.
"Aku tidak menduga kalau Cheon Youngsik adalah pelakunya, walaupun aku sempat mencurigainya." Gumam Seojun menatap layar ponsel Minjung.
"Aku juga," Tambah Minjung. "Tapi ada sesuatu yang lebih penting yang akan kuberitau."
"Apa?"
"Teman dari anggota divisimu yang masih SMA itu ditahan oleh Cheon Youngsik, dan dia hanya punya waktu 18 jam sebelum dia berakhir seperti korban lainnya." Ucap Minjung.
"Tunggu, apa?!" Kaget Seojun.
"Aku melihat nya membawa murid SMA itu setelah membuatnya tidak sadarkan diri, lalu aku tidak sengaja mendengarnya berbicara kalau dia hanya akan mendapatkan waktu 48 jam sebelum dia membunuhnya seperti korban lain," Jelas Minjung. "Dan sekarang sudah pukul 15, artinya dia hanya memiliki sedikit waktu."
"Kau tau dimana dia menyembunyikan teman Soojin?" Tanya Seojun.
"Sayangnya tidak, ketika aku hendak mengikuti nya, dia tiba-tiba menghilang dipertigaan." Balas Minjung.
"Sebenarnya darimana kau tau semua ini? Mustahil jika hanya kebetulan kau menaruh kamera di rumah Oh Ju Young dan melewati TKP." Kata Seojun.
__ADS_1
Minjung tersenyum tipis, "Coba kau tanyakan pada anggotanya yang merupakan hacker itu, dengan bantuannya aku mengetahui semua ini." Balas Minjung.
'Sunhyung?'