A Girls Revenge

A Girls Revenge
16.Aneh


__ADS_3




Soojin mengetuk pintu beberapa kali lalu membuka nya dan masuk keruangan yang terdapat tiga orang. Yang tidak lain adalah Sunhyung, Sunji, dan Seojun.


"Rupanya kau Soojin." Ucap Seojun.


"Aku langsung kemari setelah dihubungi Sunji kalau si manusia komputer sudah bangun." Ujar Soojin berjalan mendekat.


"Berhenti memanggilku dengan sebutan itu, aku punya nama ya wanita hantu!" Kesal Sunhyung. Dia masih terbaring diranjangnya.


"Sudahlah," Lerai Seojun. "Untuk sementara sepertinya tubuh mu belum bisa di gerakkan sesuka hati, aku akan memberikan obat agar pemulihan lebih cepat, mungkin besok atau lusa sudah normal dan kau bisa pulang." Ucap Seojun.


"Hmm, gomawo Seojun hyung." Kata Sunhyung.


"Baiklah kalau begitu, aku permisi. Aku masih ada urusan di markas, jika terjadi sesuatu langsung hubungi aku." Ucap Seojun menepuk pelan pundak Soojin yang ada disebelahnya lalu berjalan keluar ruangan seraya memasukkan kedua lengan kedalam saku jaket dokternya.


"Emm, Sunjinie," Panggil Soojin. Yang di panggil menoleh, "Apa ada seseorang yang datang kemari atau mungkin sedikit mencurigakan di sekitar sini?" Tanya Soojin.


Sunji diam sebentar lalu menggeleng, "Ani, hanya seorang perawat yang sesekali datang karena mengganti infus." Balas Sunji.


"Memangnya kenapa?" Tanya Sunhyung.


"Tadi saat aku ingin masuk kemobil setelah selesai piket kelas, aku melihat sosok yang mirip dengan penampilan pelaku saat muncul akhir-akhir ini." Balas Soojin.


"Kalau memang yang di lihat eonnie benar pelaku, kalian harus lebih berhati-hati mulai sekarang." Kata Sunji.


Soojin tersenyum tipis lalu mengusap surai Sunji, "Tentu saja, kau yang harus lebih waspada. Kalau kami tidak perlu khawatir," Ucap Soojin.


"Em, Sunjinie, bisakah kau ke toko dekat rumah sakit dan membelikan beberapa buah?" Kata Soojin.


"Arraseo." Singkat Sunji lalu keluar dari ruangan itu dan menyisakan Sunhyung dan Soojin.


"Apa kau masih ingat dengan pelaku yang menyerangmu di gang waktu itu?" Tanya Soojin pada Sunhyung setelah Sunji keluar.


"Aniyo, aku tidak sempat melihat wajahnya. Tapi jika dilihat sekilas memang di sangat mirip dengan tersangka." Balas Sunhyung.


"Awalnya kupikir tersangka hanya menyerang anggota polisi untuk memberi peringatan, tapi setelah dia menyerangmu kurasa dugaan ku sudah berubah lagi." Ucap Soojin.


"Aku juga berfikir begitu, dia bilang, 'Semoga polisi tidak mencoba menyembunyikan saksi', bukankah maksudnya dia benar-benar sudah tau kalau kau adalah saksi pembunuhan korban kedua dan ketiga?" Kata Sunhyung.


"Dia sungguh mengatakan itu?" Ragu Soojin.


"Hmm," Balas dehem Sunhyung.


"Ka--" Soojin menghentikan kalimatnya dan menoleh ke arah pintu yang sedikit terbuka.


"Wae?" Tanya Sunhyung dengan suara pelan dan melihat kearah yang ditatap Soojin.

__ADS_1


"Sepertinya ada orang didepan pintu," Desis Soojin lalu berjalan mendekati pintu dengan langkah pelan.


Namun saat membukanya tidak ada siapapun disana, bahkan perawat ataupun pasien yang biasa berjalan-jalan di lorong itu.


"Apa hanya perasaan ku saja, ya?" Gumam Soojin lalu menutup pintu dan menghampiri Sunhyung.


Tanpa Soojin sadari ada seseorang yang sedang bersembunyi dibalik dinding tidak jauh dari pintu ruangan tempat dirinya dan Sunhyung berada.


"Apa yang kau lakukan disini?" Orang itu menoleh dan mendapati Seojun yang berdiri di belakangnya.


"Aniyo, aku hanya melihat sekeliling. Aku ingin mengunjungi kenalan ku yang sedang dirawat disini tapi aku tersesat."


"Memangnya siapa yang ingin kau temui, Minjung?" Tanya Seojun.


Dan ternyata yang mengawasi Soojin tadi adalah Minjung, "Hanya rekan ku." Balas singkat Minjung.


"Oh, lalu apa kau tau nomor kamarnya? Mungkin aku bisa mengantarkanmu." Kata Seojun.


"Kamar nomor 308."


"Kamar itu ada di lorong ini,sekitar. 5 kamar dari ruangan awal." Jelas singkat Seojun sambil menunjuk lorong yang berlawanan arah dengan tempat Sunhyung dan Soojin berada.


"Gomawo." Ucap Minjung lalu berjalan pergi.


"Jika memang hanya tersesat kemana melihat kearah ruangan Sunhyung dan Soojin berada?" Gumam pelan Seojun menatap kearah Minjung yang baru saja masuk keruangan yang dia cari tadi.


"Aih sudahlah." Acuh Seojun lalu berjalan menuju ruangan Sunhyung.


"Maaf mengganggu dr. Jang, tapi ada pasien darurat yang harus anda tangani." Ucap perawat itu.


"Arraseo." Singkat Seojun lalu berjalan duluan di ikuti perawat tadi dari belakang.


Diruangan Sunhyung.


"Baiklah kalau begitu aku permisi, ada seseorang yang ingin kutemui setelah ini." Ucap Soojin berdiri dari duduknya.


"Biar kutebak, pasti kakak laki-lakimu?" Tebak Sunhyung.


"100 untuk manusia komputer sepertimu yang tau banyak hal bahkan bisa menebak dengan tepat. Kemarin dia menghubungi ku dan bilang kalau hari ini dia akan datang. Tentu saja aku cukup antusias, sudah lama aku tidak bertemu dengannya." Oceh Soojin dengan tersenyum cerah.


Sunhyung hanya menyimak dengan tersenyum tipis, "Kutitip kan salam untuknya."


"Arraseo, jja." Soojin berjalan keluar dari ruangan itu bertepatan dengan Sunji yang datang dengan dua kantung plastik berisi buah-buahan.


"Eh? Soojin eonnie sudah mau pergi?" Tanya Sunji.


"Nee, kakak laki-laki ku akan datang jadi aku harus kebandara segera." Balas Soojin.


"Oh, ini aku membeli buah lebih, jadi anggap saja seperti pemberian dari aku dan Sunhyung oppa." Ucap Sunji menyerahkan salah satu kantung plastik yang dibawanya.


"Gomawo, aku pergi dulu." Kata Soojin lalu berjalan pergi.

__ADS_1


"Kenapa kau lama sekali?" Tanya Sunhyung.


"Mianhae, tadi saat aku selesai membeli tiba-tiba ada seseorang yang bertanya sesuatu padaku." Balas Sunji menutup pintu lalu berjalan mendekati ranjang Sunhyung.


"Seseorang?" Tanya Sunhyung.


"Nee, dia bertanya apa aku mengenal seorang wanita yang bernama Jung Songyin, dia siswa di sekolah XX." Balas Sunji seraya mengeluarkan buah-buahan yang dibeli nya dan menatanya.


"Dia bertanya tentang wanita bernama Jung Songyin?" Tanya Sunhyung lagi. Dari ekspresinya dia kelihatan terkejut.


Sunji mengangguk pelan, "Aku bilang padanya kalau aku tidak mengenalnya. Awalnya kukira dia mencari Soojin eonnie, tapi mengingat kalau di Korea terkadang ada yang memiliki nama yang sama persis jadinya aku bilang tidak tau." Lanjut Sunji tertawa pelan.


'Kenapa tiba-tiba ada yang mencari Soojin dengan nama aslinya?' Batin Sunhyung.


...⋇⋆✦⋆⋇ ...


Soojin keluar dari mobil nya dan berjalan ke Boarding room.


Dia mengedarkan pandangannya kesekeliling untuk mencari sosok yang dia tunggu-tunggu.


"Sebelah sini!"


Soojin menoleh kesumber suara dan mendapati seorang pria yang memakai jas dan syal serta membawa sebuah koper berjalan mendekati nya.


"Oppa!" Soojin berlari kecil kearahnya dan setelah tersisa beberapa meter Soojin langsung memeluknya.


"Bogoshipeoyo." Kata Soojin.


Pelukan itu berakhir.


"Aku juga," Balas pria itu.


"Akhirnya oppa kembali juga, aku sangat merindukanmu." Ucap Soojin dengan tersenyum cerah.


Nama orang yang di panggil oppa oleh Soojin adalah Jung Je Yeon. Dia adalah CEO sekaligus pewaris di perusahaan keluarga Jung. Selama 2 tahun terakhir dia berada di Amerika karena mengurusi cabang perusahaan di sana. Sama seperti Mingji dia sudah menikah. Tahun ini dia harus kembali ke KorSel karena ada urusan.


"Aku juga." Balas Je Yeon.


"Lalu kapan kakak ipar akan datang?" Tanya Soojin.


"Besok, dia masih harus datang kesekolah anak-anak." Balas Je Yeon.


...⋇⋆✦⋆⋇ ...



Nama : Jung Je Yeon


Usia : 27 tahun


Pekerjaan : CEO

__ADS_1


Kakak laki-laki Soojin


__ADS_2