
•
•
•
Sedangkan di tempat kejadian perkara, para petugas tengah mengurus warga yang berada di dekat TKP, sedangkan para Forensik baru saja selesai mengautopsi mayat dan akan dibawa kerumah sakit untuk mengetahui lebih detail mengenai korban.
"Bagaimana?" Tanya Soojin begitu sampai langsung menerobos keramaian dan menghampiri petugas.
"Mayat baru saja selesai ditangani dan dan akan dilakukan autopsi lanjutan di rumah sakit. Mari." Balas seorang petugas polisi pria lalu menuntun Soojin ketempat kejadian.
"Soojin mengamati TKP dengan seksama, dan memerhatikan posisi korban.
Seorang petugas Forensik pria mendekatinya, lalu menjelaskan mengenai bagaimana korban bisa terbunuh sesuai perkiraan autopsi awal.
"Baiklah, korban adalah wanita bernama Seo Daeun. Usia 22 tahun, mahasiswa tahun ajaran terakhir di universitas Seoul. menurut autopsi yang di lakukan tadi, korban meninggal disebabkan ditikam benda tajam dibagian dada kiri tepat di jantung, pundak sebelah kanan, dan perut sebelah kiri bagian bawah, selain itu juga diduga bahwa kepala korban dibenturkan cukup keras sehingga mengalami pendarahan sebelum ditikam." Jelas petugas Forensik bernama Rim Shinju.
"Pembunuhan yang cukup cerdik, melukai lebih dulu sebelum menyiksa dan membunuhnya dengan sadis," Kata Soojin. "Apa mayatnya ditemukan disini?" Tanya Soojin.
"Yah, menurut saksi yang menemukan korban. Tapi dari penyelidikan petugas dari beberapa daerah didekat sini, ada sebuah tempat dimana ada bercak serta pisau yang diduga sebagai senjata pembunuhan." Balas Shinju.
"Berarti mayatnya dipindahkan dari tempat kejadian yang sebenarnya," Gumam Soojin. "Apa ada tersangka atau orang yang mencurigakan yang tertangkap oleh petugas?"
"Tidak ada," Balas Shinju. "Tapi ada seorang wanita mengaku sebagai teman korban, sekarang dia bersama petugas lain yang tengah menanyakan beberapa hal disana." Lanjut Shinju menunjuk ke seorang polisi yang tengah menanyakan wanita yang sedang duduk di bangku dan katanya juga teman Daeun sang korban.
"Baiklah kalau begitu, aku akan ikut menyelidiki teman korban. Tolong oppa hubungi Sunhyung untuk segera datang kesini secepatnya, jika dia protes, ancam dia dengan mengatakan kalau aku akan membakar mobilnya itu." Ucap Soojin lalu berjalan menjauh.
Sedangkan Shinju merinding mendengar perkataan Soojin tentang menghubungi Sunhyung. Menurutnya yang merupakan pelaku kejahatan adalah Soojin, tapi Soojin sendiri adalah polisi jadi apa boleh buat.
Soojin mendekati wanita itu dan menatapnya dengan seksama, dia mengenakan pakaian yang tidak terlalu tertutup tapi cukup mencolok di saat seperti ini, bagian lengan bajunya dikancingkan dengan rapat, rambutnya terurai dan wajahnya berantakan, serta matanya yang terlihat sembab akibat menangis.
"Baiklah kalau begitu terima kasih atas waktunya." Ucap petugas yang menanyainya, lalu petugas itu berjalan pergi.
Soojin tak bergerak dari posisinya sekarang, dan terus mengamati wanita itu. Lalu dia mendekatinya setelah selang beberapa menit.
"Mianhe, apa boleh aku beberapa hal padamu?" Tanya Soojin dengan nada suara yang sedikit lembut.
Wanita itu memandang Soojin sesaat lalu mengangguk.
"Siapa namamu?"
"Namaku Yoo Seoyun." Balas wanita itu.
'Nama yang mirip dengan Seoyoon dan Seojun oopa.' batin Soojin.
"Apa benar kau teman dari Seo Daeun?"
"Iya, kami berteman sejak dibangku SMP."
"Apakah ada yang mungkin menjadi tersangka atas pembunuhan ini menurutmu? Atau mungkin ada seseorang yang kau tau tengah memiliki masalah dengan korban?"
Seoyun mencoba mengingat apakah ada orang yang mungkin dia curigai.
"Aku curiga dengan mantan kekasih Daeun." Jawabnya.
"Kekasihnya? Siapa dia?" Tanya Soojin.
"Namanya Ye Jaekyung. Mereka berpacaran sejak dua tahun yang lalu, tapi sebulan yang lalu bertepatan dengan ulang tahun kedua hubungan mereka, Daeun mengetahui kalau Jaekyung selingkuh darinya sejak dua bulan setelah mereka berpacaran," Jelas Seoyun. "Dia marah besar saat mengetahuinya, terlebih lagi saat dia mengetahui kalau uang yang di pinjam Jaekyung darinya dihabiskan untuk selingkuhannya itu. Dan tadi aku sempat melihat Jaekyung berlari dari arah sini ketika berjalan-jalan." Lanjut Seoyun.
"Begitu, baiklah, terima kasih untuk waktunya, kami akan segera menangkap pelakunya." Ucap Soojin menepuk pelan pundak Seoyun lalu berjalan pergi.
Soojin bertompang dagu setelah cukup jauh dari Seoyun. Entah kenapa dia merasa curiga dengan pernyataan Seoyun.
"Kau mencoba mengancamku lewat Shinju hyung? Tapi maaf, aku akan membakar rumah mu terlebih dahulu."
Sahutan Sunhyung menarik perhatian Soojin. Dia baru saja sampai dan langsung menghampiri wanita itu.
"Kenapa lama sekali?" Tanya Soojin sedikit ngegas.
__ADS_1
"Kan sudah kubilang kalau aku terjebak macet, aku berada di barisan tengah, tidak bisa maju atau mundur." Balas kesal Sunhyung.
"Sudah, sudah, sekarang sudah cukup dulu bertengkar nya, kita selesaikan dulu kasus ini setelahnya kalian bisa bertengkar kembali, sampai membakar gedung aja ngak papa." Sahut Shinju.
Sunhyung merotasikan matanya, "Baiklah, boleh aku lihat foto mayatnya ketika ditemukan?" Tanya Sunhyung.
Shinju menyerahkan gambar-gambar mayat yang diambil sebelum diautopsi awal.
"Hmm, lukanya cukup berantakan, dugaanku korban sempat memberontak sehingga tusukannya meleset beberapa kali." Gumam Sunhyung.
"Apa ada tersangka?" Tanya Sunhyung.
"Tidak, tapi ada wanita bernama Yoo Seoyun mengaku teman Seo Daeun." Balas Soojin.
"Kau mencurigai nya?" Tanya Sunhyung.
"Sedikit, tapi bukti ku belum terlalu kuat jadi tidak bisa menjadikannya tersangka," Balas Soojin. "Tapi entah kenapa ketika aku bertanya apa ada yang mempunyai masalah dengan korban, dia langsung menyebutkan pacar korban yang berselingkuh." Lanjutnya.
"Kalau kuperhatikan sejak aku datang, kenapa sejak tadi dia terus saja menyentuh lengan kirinya seolah dia sedang diintrogasi saja." Kata Sunhyung menatap Seoyun yang sedang duduk sendirian sambil menunduk.
"Itu juga kuperhatikan," Ucap Soojin. "Shinju oppa," Panggil Soojin.
"Wae?"
"Apa kau bisa meminta petugas memeriksa apa saja yang ada di tas nona Seoyun?" Tanya Soojin.
"Oh, baiklah." Balas Shinju lalu berjalan mendekati seorang petugas.
...⋇⋆✦⋆⋇ ...
"Baiklah, dari yang ditemukan di tas Seoyun, ada kotak make up, ponsel, ikat rambut, parfum, dan sebuah buku catatan serta pena." Ucap Shinju.
"Tunggu, tadi kau bilang ada ikat rambut?" Tanya Sunhyung.
Shinju hanya mengangguk.
Soojin dan Sunhyung saling menatap. Sepertinya mereka menemukan bukti yang kuat tentang kasus itu.
"Permisi." Sapa Soojin.
"Apa ada yang bisa kubantu lagi?" Tanya Seoyun.
"Tentu, jawabanmu atas pertanyaan dari kami yang akan menyelesaikan kasus ini." Balas Soojin tersenyum.
"Kau adalah pelakunya, kan?" Ucap Sunhyung tanpa basa-basi.
"Apa?! Kalian menuduh aku pelakunya?!!" Bentak Seoyun berdiri dari duduknya.
"Aku tidak bilang kalau aku menuduh mu, aku hanya bilang kau pelakunya, kenapa kau rekasimu sungguh berlebihan?" Ucap Sunhyung bersedekap dada.
Seoyun langsung menjadi salah tingkah, "A-aku hanya terkejut kau tiba-tiba mengatakan kalau aku pelakunya, aku adalah tipe orang yang mudah kaget." Ucap Seoyun.
"Tapi..." Soojin menggantung kalimatnya dan hal itu membuat Seoyun memandanginya dengan tatapan khawatir. "Jika yang dikatakan rekan ku ini benar? Bagaimana?" Lanjut Soojin.
Seoyun langsung membelakkan matanya, "Apa maksudmu?"
"Kami sudah ada bukti yang mengarah padamu." Ucap Soojin.
"Apa buktinya kalau aku yang membunuh Daeun?!" Bentak Seoyun.
"Pertama rambutmu," Ucap Sunhyung.
"Kau mengurai rambutmu sedangkan kau membawa ikat rambut di tasmu. Lalu yang kedua lengan bajumu, kau mengancingkan kancing lengan bajumu dengan sangat rapat, apa kau tidak merasa kepanasan?, lalu yang ketiga, sejak aku datang, aku melihatmu terus menerus mengusap lengan kirimu." Jelas Sunhyung menyebutkan bukti-bukti yang ditemukan nya dan Soojin.
"Kemungkinan alasan kau terus mengusap lengan kirimu adalah," Soojin mendekat dan mengangkat lengan kiri Seoyun lalu membuka lengan bajunya. "Ada luka yang dibuat korban di lenganmu." Dan ada sebuah luka cakaran memanjang di lengan Seoyun.
Setelah Soojin mengatakan itu, Seoyun langsung menarik lengannya, "Ti-tidak, ini adalah luka yang aku buat secara tidak sengaja. Aku lupa kalau aku memakai kuku palsu yang cukup tajam, jadinya lenganku terluka saat aku menggaruknya." Bantah Seoyun.
"Benarkah? Kalau begitu kenapa ada bercak di baju belakangmu?" Sahut Sunhyung yang sudah berdiri dibelakang Seoyun dan menyibak rambut panjang nya yang menampakkan bercak darah di bagian punggung mendekati leher.
__ADS_1
"Hei!! Jangan bersikap tidak sopan!!" Bentak Seoyun melangkah mundur dari kedua polisi itu.
"Jika cakaran di lengan dan bercak dibajumu memang berharga milik korban setelah di periksa, kau akan diduga sebagai pelakunya. Semua bukti sudah mengarah padamu, apa lagi yang ingin kau elakan?" Kata Soojin.
Seoyun menunduk menggempalkan kedua tangannya dan terkekeh, "Dia mengambil segalanya dariku, perhatian publik, keluarga, bahkan orang yang aku cintai. Seharusnya aku tidak bertemu dan mengajaknya berteman dulu!" Ucap Seoyun kesal dan mengakui perbuatannya.
"Hanya karena dia mengambil perhatian semua orang, bukan berarti kau bisa membunuhnya," Ucap sunhyung dengan tegas. "Alasan dia disukai banyak orang karena dia selalu baik pada siapapun, sedangkan kau? Kau bahkan tega membunuh teman sendiri dan memindahkan tubuhnya kedekat sungai, kau lebih buruk dari iblis."
Kasus itu berakhir dengan Seoyun yang ditangkap dan akan di interogasi di kantor pusat.
"Hah, selalu saja masalah persahabatan yang menjadi kasus pembunuhan sekarang ini." Keluh Soojin memijat pelipisnya.
"Bukankah itu temanmu?" Sahut Sunhyung sambil menunjuk ke sebuah arah yang terdapat seorang gadis yang sangat Soojin kenal.
"Eh, Seoyoon?" Gumam Soojin.
"Temui temanmu itu, lalu kembali lagi setelahnya. Karena kita berdua harus mengurus kasus seperti biasa." Ucap Sunhyung lalu berjalan menjauh.
"Nee." Balas Soojin lalu pergi kearah berlawanan dengan Sunhyung dan tempat Seoyoon berada.
"Seoyoon?"
"Soojinnie." Gadis bernama Seoyoon itu berjalan mendekati Soojin.
"Sedang apa kau disini?" Tanya Soojin.
"Tadi aku lewat didekat sini dan melihat banyak orang berkumpul. Lalu saat kutanya orang-orang, katanya ada kasus pembunuhan disini, jadi aku ingin melihat." Balas Seoyoon.
"Ohh, kupikir ada apa."
"Kalau begitu aku tidak akan mengganggu mu bertugas." Kata Seoyoon.
"Aniya, kasusnya sudah selesai, setelah ini aku harus mengurus beberapa hal bersama Sunhyung." Ucap Soojin.
"Baiklah, semoga pekerjaan mu lancar." Ucap Seoyoon lalu berjalan menjauh sambil melambaikan tangan.
"Emm, bye." Soojin ikut melambaikan tangan.
Lalu setelah Seoyoon menjauh Soojin langsung kembali ketempat petugas lainnya.
"Sudah selesai acara bertemu temannya?" Tanya Sunhyung.
"Diamlah kau manusia komputer." Acuh Soojin.
"Dasar wanita hantu." Balas acuh Sunhyung.
Mereka memberi panggilan musuhan pada masing-masing ketika mereka bertengkar dan saling mengejek.
"Yak, kalian ini selalu saja bertengkar tanpa mengenal waktu." Sewot Shinju.
"Biarin." Serempak Soojin dan Sunhyung.
"Baiklah kalau begitu, ayo kita kembali ke markas," Ajak Sunhyung berjalan lebih dulu meninggalkan Soojin yang masih berdiri tanpa bergerak seinci pun.
"Tungguin manusia komputer!!" Seru Soojin lalu ikut menyusul Sunhyung dengan sedikit berlari karena Sunhyung sudah cukup jauh.
Tanpa mereka berdua sadari ada seseorang yang menatap mereka berdua dari kerumunan warga dengan menggunakan jaket hitam dan masker, tudung jaketnya pun dikenakan dikepalanya sehingga tidak ada yang dapat melihat wajahnya.
Dia menyeringai dibalik maskernya, "Jung Soojin, Yoon Sunhyung."
Lalu dia berjalan menjauh dari sana dan menghilang dalam sekejap.
...⋇⋆✦⋆⋇ ...
Nama : Cho Seoyoon (Sahabat Soojin, Yerin)
Usia : 17 tahun
__ADS_1
Pekerjaan : Murid SMA
Sifat : Perhatian, Baik, Pintar