
•
•
•
Soojin keluar dari rumahnya lalu masuk kemobil dan melajukannya menuju markas kepolisian. Semalam dia pulang kerumah karena Je Yeon datang kesana sehingga tidak ada pilihan lain selain kembali ke rumahnya.
Ketika sampai di perempatan jalan Soojin menghentikan mobilnya karena ada mobil lain yang banyak berhenti ditengah jalan.
'Ada yang tidak beres,' Soojin bergegas turun dari mobilnya sambil membawa tasnya dan menghampiri orang-orang yang bergerumbul ditepi jalan mengelilingi sebuah mobil berwarna hitam.
"Cogiyo," Soojin melewati orang-orang yang bergerumbul dan melihat mobil dengan pintu bagian kursi kemudi yang terbuka.
"Mianhae, apa yang terjadi?" Tanya Soojin pada salah satu wanita disana.
"Tadi Ada seseorang yang menemukan mayat didalam mobil itu." Balas wanita itu, dari raut wajahnya dia tampak syok.
Soojin tentu terkejut karena tidak biasanya ada tubuh orang meninggal di pinggir jalan raya. Lalu dia mendekati pintu kemudi.
"Cogiyo, aku anggota kepolisian," Ucap Soojin menunjukkan lencana kepolisian nya. Orang-orang yang berada di dekat pintu kemudi langsung mundur beberapa langkah.
Soojin melihat mayat itu, dia seorang pria. Lalu dia mengeluarkan sapu tangan putih yang dia bawa di tasnya dan memakainya.
Soojin mengangkat pergelangan tangan korban, 'Sepertinya dia meninggal belum sampai 24 jam, tidak ada luka fisik apapun ditubuhnya, dan tidak ada tanda-tanda kalau dia kecelakaan,' batin Soojin lalu dia membalikkan pergelangan tangan korban dan menatap punggung tangannya.
Sesuatu yang tergambar disana membuat Soojin bungkam, 'Kode batang?!'
Dia bergegas melepaskan sarung tangan sebelah kanan lalu mengeluarkan ponselnya. Dengan cepat dia menghubungi Seojun.
📞📱: "Yeobeseo?"
📞📱: "Oppa! Ada masalah."
📞📱: "Masalah apa?"
📞📱: "Ketika aku dalam perjalanan menuju markas, aku melihat Ada kerumunan di jalan dan ketika aku periksa ternyata ada Sebuah mobil dengan mayat di dalamnya. Tapi yang menjadi permasalahan adalah ada kode batang di punggung tangan korban." Jelas Soojin lalu menatap tubuh korban.
📞📱: "Mwo?!"
__ADS_1
📞📱: "Aku tidak tau apa yang terjadi, tidak ada tanda-tanda kecelakaan di jalan atau di badan mobil. Bahkan korbannya pun tidak ada luka sama sekali seperti para korban sebelumnya."
📞📱: "Urus keadaan disana sampai aku sampai di TKP, dan akan kuhubungi kantor agar mengirimkan bantuan kesana secepatnya."
📞📱: "Baik."
Panggilan itu berakhir, Soojin kembali memeriksa tubuh korban sebentar, lalu dia menatap orang-orang yang berada disekitarnya.
"Siapa yang menemukan tubuh korban pertama kali?" Tanya Soojin.
Seorang gadis berseragam sekolah mengangkat tangannya.
"A-aku." Jawabnya dengan suara pelan.
"Kemari lah," Gadis itu berjalan mendekati Soojin.
"Bagaimana kau menemukan tubuh korban?" Tanya Soojin.
"A-aku sedang dalam perjalanan menuju tempat les setelah pulang sekolah dengan naik taksi, lalu aku melihat mobil itu, aku sempat melihatnya tadi pagi dan ketika aku lewat mobil itu tidak berpindah dari tempatnya sedikitpun. Lalu aku berhenti dan memeriksanya karena penasaran, lalu aku menemukan tubuh itu, aku sontak berteriak lalu orang-orang langsung berhenti dan menghampiri ku, lalu disusul oleh anda." Jelas gadis itu.
Soojin menghela nafas pelan sambil memejamkan mata sesaat, "Untuk sementara kau jangan pergi kemana-mana, para polisi mungkin akan membutuhkan kesaksianmu." Ucap Soojin kembali membuka matanya.
"Dan untuk orang-orang yang berada disini sejak mayat pertama kali ditemukan, tolong jangan pergi kemana pun sampai polisi tiba, Dan tolong berikan kesaksian dengan jujur." Pekik Soojin. Dan dibalas anggukkan oleh mereka.
Tidak sampai 20 menit, mobil polisi ambulance serta mobil Seojun tiba di lokasi. Anggota divisi penyelidikan yang ikut datang langsung memblokade wilayah itu dan beberapa menanyai para saksi yang menemukan korban.
"Soojinnie." Panggil Seojun berjalan mendekati Soojin yang sedang melihat tim forensik yang sedang memeriksa mobil dan tubuh korban sambil melipat tangan nya didepan dada.
"Seojun oppa." Soojin tersadar dari lamunan nya dan menatap Seojun.
"Bagaimana dengan korban?" Tanya Seojun ikut melihat kemobil korban.
"Saat aku memeriksanya, tubuhnya belum terlalu kaku dan dingin, jadi perkiraan sementara dia meninggal belum sampai 24 jam dan baru sekitar 16 jam yang lalu, tapi lebih baik menunggu laporan hasil forensik," Balas Soojin kembali menatap kearah tubuh korban berada.
"Oh ya, dimana Sunhyung? Dia tidak bersamamu oppa?" Tanya Soojin.
"Tadi aku menghubungi nya saat dalam perjalanan, dia bilang akan menyusul dengan sedikit terlambat karena harus mengurus sesuatu yang penting." Balas Seojun. Dan Soojin hanya ber'oh'.
Tidak lama kemudian Shinju yang baru selesai menyelidiki mobil dan tubuh korban bersama petugas lain menghampiri dua detektif itu.
__ADS_1
"Bagaimana?" Tanya Seojun to the point.
"Mungkin beberapa hanya perkiraan kami sampai tubuh korban di bawa kerumah sakit untuk autopsi lanjutan," Kata Shinju. "Korban meninggal sekitar jam 7.30 malam, tidak ada reaksi keracunan atau hal kimia apapun, reaksinya sama seperti korban sebelumnya." Jelas Shinju.
"Bagaimana dengan identitas korban?" Tanya Soojin.
"Belum ada kepastian, tidak ada tanda pengenal atau petunjuk yang bisa dijadikan sebagai identitas korban." Balas Shinju.
"Kalau begitu kirim tubuh korban setelah diperiksa secara rinci kerumah sakit untuk penyelidikan lebih lanjut." Ucap Seojun dengan tegas.
"Baik." Shinju kembali menghampiri tim forensik lainnya.
"Apa disekitar sini ada CCTV?" Tanya Soojin mengedarkan pandangannya Ke sekeliling tempat itu.
"Minseok bilang kalau dia sudah memerintahkan bawahannya untuk memasang CCTV di setiap pemberhentian lalu lintas karena sangat sering terjadi kecelakaan. CCTV-nya juga menghadap kesegala arah." Balas Seojun.
"Kalau begitu aku akan meminta anggota untuk memeriksa ke tempat CCTV-nya." Kata Soojin lalu berjalan pergi.
Seojun menghampiri mobil tempat korban berada, dia melihat tubuh korban sesaat.
"Permisi detektif Seojun," Panggil seorang petugas forensik.
"Ada apa?" Tanya Seojun.
"Kami menemukan ini tersangkut di baju korban." Balas petugas itu menyodorkan sebuah gelang polos berwarna hitam pekat dengan lonceng sebagai gantungan.
Seojun menerima gelang itu, "Yakin ini bukan milik korban?" Tanya Seojun.
"Sudah kami pastikan, dan tidak ada petunjuk tentang korban di gelang itu." Balas petugas forensik.
"Arraseo, kau bisa melanjutkan tugas," Kata Seojun.
"Baik." Petugas itu menunduk sedikit lalu pergi.
Seojun menatap lamat gelang itu, sepertinya dia pernah melihat gelang ini dipakai oleh seseorang yang sering dia temui, tapi dia tidak ingat siapa seseorang itu.
"Oppa." Panggil Soojin. Seojun menoleh dan melihat Soojin berlari kecil kearahnya sambil menggenggam ponselnya yang menyala. Seojun segera menyembunyikan gelang itu di sakunya, untuk sementara dia tidak bisa memberitahu Soojin dan yang lain mengenai gelang itu.
"Kau sudah mendapatkan rekamannya?" Tanya Seojun.
__ADS_1
Soojin mengangguk pelan, "Sudah, tapi semua CCTV sempat mati sekitar jam setengah 7 sampai setengah 8 malam, jadi rekaman saat mobil korban datang kemari tidak ada dimana pun." Balas Soojin.