A Girls Revenge

A Girls Revenge
13.Perasaan yang sama


__ADS_3




"Kau boleh menjenguknya setelah dia dipindahkan keruangan biasa." Ucap Seojun.


"Baik, terima kasih Seojun oppa." Ucap Sunji.


"Tidak apa, ini juga tanggung jawabku sebagai seorang dokter, lagipula Sunhyung itu juga menjadi salah satu temanku," Kata Seojun.


"Soojin, Hyejin, mari kita bicara diruanganku." Kata Seojun dengan serius.


"Baik." Serempak Hyejin dan Soojin.


Sebelum pergi Soojin sempat berpesan pada Sunji agar tidak pergi dari tempat itu dan baru boleh pergi bersama perawat yang membawa Sunhyung keruang biasa.


Diruang Seojun di rumah sakit.


"Hah, lagi-lagi terjadi penyerangan terhadap anggota polisi divisi detektif." Kata Seojun menghela nafas.


"Apa ada orang yang mencurigakan  setelah kalian menemukan Sunhyung disana?" Tanya Hyejin.


"Aniya, saat kami sampai tempat itu sangat sepi," Balas Soojin.


"Seojun oppa, tadi kau bilang kalau ada racun yang mungkin saja di oleskan di pisau itu?" Lanjut Soojin.


Seojun mengangguk, "Ketika aku memeriksa luka Sunhyung, aku menemukan kandungan semacam racun yang tercampur dengan darahnya. Tapi untungnya tidak berbahaya, hanya membuat orang yang terkena tidak sadarkan diri selama beberapa hari saja." Balas Seojun.


"Syukurlah kalau begitu," Ujar Hyejin. Lalu netra coklatnya menatap Soojin yang sedang melamun. "Wae Soojinnie?" Tanya Hyejin.


"Aku hanya berfikir, untuk apa pelaku menyerang Sunhyung dengan memancingnya ketempat sepi sama seperti saat dia menyerangku?" Balas Soojin.


"Apa pelaku mengatakan sesuatu saat dia menyerangmu Soojin?" Tanya Seojun.


Soojin terdiam, mencoba mengingat apa yang pernah dikatakan oleh pelaku saat menyerangnya.


"Waktu itu, dia bilang padaku, 'Atau mungkin kau masih ingat denganku?'. Kupikir dia mungkin sudah menyadari kalau ada saksi mata saat dia membunuh orangtua ku dulu, dan aku lah saksi mata nya." Ucap Soojin.


"Berarti mungkin saja dia memancing Sunhyung karena ingin mengatakan sesuatu." Duga Hyejin.


"Kita tunggu saja Sunhyung sadar, setelah itu kita tanyakan padanya." Ucap Seojun.


...⋇⋆✦⋆⋇ ...


Keesokan harinya.


Soojin baru saja keluar dari markas kepolisian, setelah berbicara dengan Seojun dan Hyejin kemarin, Soojin diminta untuk kembali ke markas kepolisian untuk memasukkan data penyerangan Sunhyung, dan dia menginap disana semalam karena ada sesuatu yang ingin dia lakukan.


Ketika Soojin ingin mengeluarkan kunci mobilnya dia tanpa sengaja menabrak seseorang.

__ADS_1


"Mianhae, aku tidak memperhatikan jalan." Kata Soojin menundukkan kepalanya.


"Aniya, aku yang salah." Balas orang itu, dari suaranya dia seperti seorang pria, tapi yang membuat Soojin kaget karena suara pria itu sama dengan suara pelaku saat dia diserang. Dan dengan cepat Soojin mengangkat kepalanya.


"Eh? Chef Han?" Kaget Soojin, ternyata yang dihadapannya sekarang adalah Han Minjung.


"Ouh, kau mengenaliku?" Tanya Minjung.


"O-oh, ya, aku adalah penggemarmu." Balas Soojin tersenyum.


'Tidak mungkin chef Han adalah pelaku, tapi tidak ada salahnya juga mencari tau lebih dulu.' batin Soojin.


"Aa, senang rasanya bertemu dengan penggemar sendiri di mana pun." Kata Minjung.


"Boleh kah aku minta tanda tanganmu?" Tanya Soojin mengeluarkan buku catatannya dan sebuah pena.


"Tentu," Balas Minjung menerima pena dan buku itu lalu menandatanganinya. "Ini dia." Minjung mengembalikan buku dan pena Soojin.


"Ghamsabhamnida." Ucap Soojin menundukkan kepalanya.


"Nee." Balas Minjung.


"Ee, kalau aku boleh tau, ada urusan apa anda kemari?" Tanya Soojin.


"Ah, tidak perlu memanggilku dengan formal, panggil saja chef Han seperti orang lain." Ucap Minjung.


"Nee."


"Dua hari yang lalu dan saat malam? Kekasih chef? Maksudnya Oh Ju Young?" Tanya Soojin.


"Ya, kemarin malam beberapa jam sebelum Seojun menghubungi ku, aku melaporkan Ju Young yang menghilang sejak dua hari yang lalu." Balas Minjung.


"Aku sempat mendengar nya dari Seojun oppa, dan katanya kalian berdua adalah teman masa sekolah SMA?" Kata Soojin.


"Benar, kami sudah tidak bertemu sejak 3 tahun yang lalu," Ujar Minjung. "Dan kau? Apa yang kau lakukan di kantor polisi?" Tanya Minjung.


"Aku adalah anggota kepolisian dari divisi detektif dengan pangkat Letnan." Balas Soojin.


"Oh, namamu?"


"Jung Soojin."


"Jung... Soojin?" Pikir Minjung.


"Emm, apa ada masalah?" Tanya Soojin waspada.


"Ouh, Jung Soojin, anggota kepolisian termuda dalam sejarah Korea bukan? Aku pernah mendengar tentang mu sebelum nya." Balas Minjung.


"Begitu, baiklah, aku harus pergi menjenguk temanku yang sedang sakit. Aku permisi." Ucap Soojin sedikit membungkuk sedikit.


"Nee, aku juga harus segera mengurus urusanku." Ucap Minjung ikut membungkuk.

__ADS_1


Mereka berdua pun berpisah, Minjung yang masuk ke kantor polisi dan Soojin yang pergi menuju perkiran.


"Jung Soojin... Atau lebih tepatnya dipanggil Jung Songyin?" Gunam pelan Minjung ketika sudah cukup jauh dari Soojin. Dia menyeringai setelah menyadari siapa orang yang barusaja dia temui.


Sedangkan disisi Soojin, dia menoleh kebelakang tepat dengan Minjung yang masuk ke dalam gedung.


"Aku tidak yakin kenapa bisa mencurigai chef Han, tapi perasaan saat berdekatan dengannya serta aroma di tubuhnya terasa sangat mirip dengan pelaku." Gumam Soojin. Lalu dia kembali melanjutkan langkahnya lalu masuk kemobil nya dan melaju ke rumah sakit.


...⋇⋆✦⋆⋇ ...


Ditempat Seojun.


Dia masih ada dirumah sakit diruangannya. Sekarang dia tengah melihat hasil autopsi racun yang tercampur dalam darah Sunhyung.


"Racun ini... Kenapa sangat mirip dengan racun yang ada di korban kelima?" Pikir Seojun.


Lalu dia mengeluarkan sebuah kertas yang merupakan hasil autopsi milik korban ke lima. Dan Seojun mencocok kan kedua data itu. Benar saja, racun yang digunakan sama persis.


Seojun menyimpan kedua data itu di laci dan dia keluar dari ruangannya. Dia berencana mendatangi suatu tempat.


...⋇⋆✦⋆⋇ ...


"Sunji-Ssi." Panggil Soojin masuk ke kamar rawat Sunhyung dan dia melihat Sunji yang tengah melamun sambil menatap keluar jendela.


"Soojin eonnie." Balas Sunji. Dia sedang duduk disofa dekat jendela dan tak jauh dari ranjang tempat Sunhyung terbaring.


"Apa kau menginap disini semalam?" Tanya Soojin, lalu dia ikut duduk disamping Sunji.


"Iya,"


"Jangan terlalu khawatir, aku yakin Sunhyung akan baik-baik saja dan akan sembuh dalam satu pekan ini." Ucap Soojin.


"Sebenarnya aku tidak terlalu mengkhawatirkan hal itu, aku sudah mulai tenang sejak kemarin malam," Balas Sunji.


"Lalu? Apa yang membuatmu melamun?" Tanya Soojin.


"Aku hanya mencoba mengingat penampilan orang yang kulihat waktu itu." Balas Sunji.


"Siapa?"


"Saat kita menemukan Sunhyung oppa, aku melihat seseorang yang memakai jaket bertudung warna hitam dan masker, dan dia juga bersembunyi di ujung dinding gang itu." Jawab Sunji.


"Kau bilang orang itu memakai jaket bertudung hitam dan memakai masker?!" Tanya Soojin.


"Nee, aku tidak melihat jelas sih, karna perhatianku fokus ke Sunhyung oppa. Karena hal itulah aku mencoba mengingat penampilan orang itu." Balas Sunji menghela nafas.


Soojin terdiam sesaat, "Sunji, kusarankan kau berhati-hati selama beberapa hari kedepan." Kata Soojin.


"Tapi kenapa?" Tanya Sunji.


"Akan ku beritau lain kali, aku akan meminta Seojun oppa agar memerintahkan beberapa petugas polisi untuk mengawasi mu dan Sunhyung untuk berjaga-jaga." Balas Soojin.

__ADS_1


"Arraseo."


__ADS_2