
•
•
•
"Duduklah Soojin, apa kau tidak lelah berjalan mondar-mandir seperti itu?" Kata Sunhyung yang kembali dibuat pusing oleh Soojin yang kembali berjalan mondar-mandir seperti setrika.
"Bagaimana aku bisa tenang, sudah hampir 1 jam sejak Hyejin eonnie ditangani, tapi belum ada kabar sedikitpun." Balas Soojin.
"Tenanglah, yang mengobati Hyejin nuna adalah Seojun hyung, jadi tenanglah sedikit. Mungkin sebentar lagi hyung akan keluar." Ucap Sunhyung.
Tepat setelah Sunhyung berkata demikian Seojun keluar dari ruang pemeriksaan seraya melepas maskernya.
"Oppa, bagaimana keadaan Hyejin eonnie?" Tanya Soojin.
"Keadaannya sama seperti Sunhyung beberapa hari yang lalu, dia akan membaik setelah beberapa hari kedepan. Aku baru saja menyuntikkan penawar nya, sampai besok pagi dia akan tertidur, dan untungnya dia tidak menghirup gas secara berlebihan." Jelas Seojun.
"Syukurlah." Akhirnya mereka berdua bisa bernafas dengan lega.
"Oh ya, bagaimana kalian bisa menemukan keberadaan Hyejin dirumah itu? Ruangan tempat pelaku membawa Hyejin dirancang agar tidak bisa dilacak dan diakses oleh sembarangan orang." Ucap Seojun.
"Itu rahasia kami." Balas Soojin tersenyum.
"Baiklah jika itu rahasia yang bersifat positif." Kata Seojun ikut tersenyum.
"Hyung, apa bisa kita bicara sebentar?" Tanya Sunhyung.
"Bicara soal apa?" Tanya balik Seojun.
"Berdua?"
Seojun diam sesaat, "Arraseo."
"Kalau begitu, oppa, apa aku boleh menengok Hyejin eonnie?" Tanya Soojin.
"Ya, kau bisa menemuinya sekarang." Balas Seojun.
"Kalau begitu aku tidak akan mengganggu kalian bicara, jja~" Kata Soojin lalu dia langsung kabur keruangan Hyejin.
Kedua pria itu hanya bisa melihat sikap Soojin yang masih seperti anak-anak.
"Mari kita bicara diruangan ku saja." Ajak Seojun berjalan duluan.
"Arraseo." Kata Sunhyung lalu mengikuti dari belakang.
Diruangan Seojun.
"Jadi, apa yang ingin kau bicarakan?" Tanya Seojun seraya mendudukkan dirinya disofa.
"Ketika aku mengejar pelaku saat dia melarikan diri, dia tanpa sengaja terluka dibagian lengan karena menabrak barang besi di sebuah bangunan yang baru direnovasi." Jelas Sunhyung.
__ADS_1
"Dia terluka? Dilengan sebelah mana?" Tanya Seojun.
"Disebelah kiri bagian atas dekat siku," Balas Seojun lalu mengeluarkan sapu tangan yang dia gunakan untuk mengambil sampel darah.
"Aku sempat mengambil sedikit sampel, mungkin bisa membantu kita untuk menangkap pelaku." Lanjut Seojun.
"Kalau begitu aku akan memeriksa darah ini, untuk sementara aku memeriksanya, kau cobalah mencari orang yang mencurigakan atau terluka ditempat yang sama seperti pelaku." Jelas Seojun lalu memgambil sapu tangan itu.
"Mengerti,"
"Coba kau periksa rekaman CCTV di dekat lokasi kejadian." Pinta Seojun.
"Nee," Ucap Sunhyung lalu berjalan keluar dari ruangan itu untuk kembali keruang rawatnya.
Seojun menatap lamat sapu tangan itu, semoga saja sampel darah itu memang benar milik pelaku. Pikirnya.
Disisi Sunhyung.
Dia langsung mengotak-atik laptopnya mencoba meretas rekaman CCTV didekat lokasi kejadian.
Namun setelah beberapa saat, Sunhyung tidak menemukan rekaman itu. Apa mungkin CCTV nya dirusak atau rekamannya yang dihapus?
Tiba-tiba suara pintu diketuk memenuhi ruangan itu.
"Masuk saja."
Sunji masuk keruangan itu.
"Kenapa kau memgetuk pintu? Kau bisa langsung masuk." Kata Sunhyung sambil menatap adik perempuannya itu.
"Ya ya ya, baiklah, dari mana saja kau?" Tanya Sunhyung kembali menatap layar laptopnya.
"Aku menemui teman SMP ku, tadi kami tidak sengaja bertemu di toko swalayan," Balas Sunji duduk disamping Sunhyung. "Oppa sedang apa?" Tanya Sunji.
"Seojun hyung memintaku untuk meretas CCTV didekat lokasi kejadian tadi siang." Balas Sunhyung yang masih fokus dengan laptopnya.
"Memang apa yang terjadi?"
"Pelaku kode batang hampir membunuh Hyejin nuna dirumah korban kelima." Balas Sunhyung.
"Mwo?! Lalu bagaimana keadaan Hyejin eonnie?!" Tanya Sunji terkejut.
"Dia baik-baik saja, kata Seojun hyung dia mungkin akan sadar besok pagi, sekarang nuna sedang bersama Soojin." Jelas Sunhyung.
"Bagaimana kejadiannya?"
"Entahlah, sebelumnya aku dan Soojin melacak Hyejin nuna karena dia tidak bisa dihubungi, lalu setelah terlacak ternyata dia sedang menuju bagian timur kota disaat dia harus mengajar. Setelah nya aku dan Soojin menyusul Hyejin nuna menggunakan pelacak yang menempel dipakaiannya. Setelahnya kami menemukan nya bersama pelaku di ruang rahasia di rumah korban kelima." Jelas Sunhyung panjang lebar. Yah, walaupun dia tipe orang yang malas bicara panjang lebar tapi jika adiknya yang bertanya maka tidak ada pilihan lain.
"Cih, kenapa malah mati?!" Kesal Sunhyung karena laptopnya tiba-tiba mati.
"Bicara soal pergi, tadi tiba-tiba aku bertemu Chef Han di lantai bawah." Sahut Sunji yang tiba-tiba membicarakan Chef Han.
__ADS_1
"Kau bertemu dengan Chef Han?" Tanya Sunhyung yang kini memandang adiknya.
"Nee, katanya dia terluka saat memasak jadi bertemu dokter karena lukanya lumayan parah." Balas Sunji.
"Dimana dia terluka?" Tanya Sunhyung.
"Kalau tidak salah dia bilang ada dilengan kiri bagian atas dekat siku." Kata Sunji mengingat-ingat.
Sunhyung terkejut dengan jawaban Sunji, "Apa dia sudah pergi sekarang?" Tanya Sunhyung memegang kedua bahu Sunji tiba-tiba.
"I-iya, dia langsung pergi begitu aku naik ke lift." Balas Sunji sedikit terkejut.
Sunhyung langsung buru-buru menutup laptopnya lalu langsung keluar dari ruangan sambil membawa laptop itu.
"Oppa! Kau ingin kemana?!" Pekik Sunji.
"Aku harus mengurus sesuatu, jangan menunggu ku! Kau langsung pulang ke apartemen saja!!" Balas Sunhyung sedikit berteriak karena dia sudah jauh dari ruangan itu.
"Huh, menyebalkan." Keluh Sunji.
...⋇⋆✦⋆⋇ ...
Soojin menatap keluar jendela yang menampakkan langit malam yang cerah dipenuhi bintang, dia masih berada diruangan Hyejin.
"Eh?" Pandangan Soojin tertahan pada Sunhyung yang berlari menuju mobilnya dan langsung pergi. "Dia ingin kemana?" Gumam Soojin.
Dan tidak lama kemudian ponselnya yang ada di meja dekat sofa berdering.
Ketika dia melihatnya ternyata Sunhyung yang menelpon.
📞📱: "Yeobeseo?"
📞📱: "Soojin, apa kau tau alamat Chef Han?"
📞📱: "Nee, kebetulan beberapa hari yang lalu aku bertemu dengannya, dan dia memberi ku alamat rumah nya. Wae?" Tanya Soojin.
📞📱: "Ada beberapa hal yang ingin kubicarakan dengan Chef Han. Tolong kau kirim alamatnya."
📞📱: "Biasanya kau langsung melacak dengan laptopmu, kenapa tiba-tiba meminta alamat padaku?" Tanya Soojin.
📞📱: "Laptopku tiba-tiba tidak berfungsi, karena itu aku menghubungimu." Balas Sunhyung.
📞📱: "Oh, arraseo, akan kukirim kan padamu."
📞📱: "Gomawo."
Telpon itu langsung dimatikan Sunhyung.
"Yak!" Kesal Soojin, belum sempat dia merespon Sunhyung lebih dulu mematikan panggilan nya.
"Kenapa aku malah menuruti permintaan manusia komputer itu sih?!"
__ADS_1
"Mianhae, tolong jangan ribut." Ucap perawat yang sedang mengganti infus Hyejin.
"Ah, mianhae." Ucap Soojin sedikit membungkuk.