
•
•
•
"Ini... Kode batang..." Gumam Sunhyung.
"Sunhyung!" Panggil Hyejin. Dia dan Soojin mendekati Sunhyung yang tengah berjongkok, meskipun tidak telalu jelas, tapi mereka berdua bisa melihat kalau ada tubuh yang terbaring didepan Sunhyung.
"Apa masih ada korban yang tersisa Sunhyung?" Tanya Soojin.
"Yeah, lebih tepatnya korban ketujuh." Balas Sunhyung.
"MWO?!!" Teriak Soojin dan Hyejin. Mereka tau maksud kalimat 'Korban ketujuh'.
Hyejin segera mengeluarkan ponselnya dan mencari kontak Seojun.
📞📱: "Yeo---"
📞📱: "Pembunuh itu kembali membunuh seorang wanita." Ucap Hyejin tanpa basa-basi.
Diseberang Seojun tidak mengucapkan apa-apa, dan hanya di isi keheningan diantara mereka.
📞📱: "Bawa korban kemari, dan lindungi tempat korban ditemukan." Ucap Seojun dengan tegas.
📞📱: "Mengerti."
Panggilan itupun berakhir.
"Soojin, Sunhyung, kalian bawa korban ke markas, biar aku yang mengurus disini." Ucap Hyejin.
"Aniya, biar aku saja yang mengurus disini." Tolak Sunhyung.
"Kau yakin?" Tanya Soojin.
Sunhyung mengangguk, "Seojun hyung akan membutuhkan kalian berdua nanti, biar aku saja yang mengurus disini bersama petugas lain." Balas Sunhyung.
"Arraseo, Berhati-hatilah." Ucap Hyejin sebelum pergi bersama Soojin.
Sunhyung mengedarkan pandangannya kesekitar, menurutnya masih ada yang aneh selain karna ada korban Cold-Blooded Killer di kecelakaan ini.
Mobil tempat korban ditemukan kosong, tapi malah ada korban lain didalam bagasi, apa mungkin pembunuh itu menaruh korban dibagasi mobil orang yang kecelakaan? Atau mungkin pelaku menggunakan mobil ini untuk memindahkan korban tapi malah ada kecelakaan disini sehingga dia pergi meninggalkan korban dibagasi mobil?
"Hais, jinjja. Kasus ini benar-benar membuat kepala ku sakit," Keluh Sunhyung memijat kepalanya yang terasa pening.
"Letnan," Sunhyung menoleh ke petugas yang baru saja memanggilnya.
"Wae?" Dingin Sunhyung.
"Kami menemukan kaset rekaman ini didalam bagasi mobil tempat korban ditemukan." Ucap petugas itu menyodorkan sebuah kaset rekaman kecil.
Sunhyung menerima benda itu, bentuk dan modelnya sama seperti kaset rekaman yang merekam suara Soojin saat di Mall.
"Kau lanjutkan saja penyelidikannya," Ucap sunhyung.
"Baik." Petugas itu berjalan menjauhi Sunhyung.
'Kenapa bisa ada kaset rekaman yang sama di dekat korban dengan kaset di dalam peledak itu?' batin Sunhyung.
Sunhyung menyerogoh saku jaketnya dan mengambil ponselnya yang bergetar.
__ADS_1
Dan sebuah nama yang sangat Sunhyung kenal tertera di layar ponsel.
📞📱: "Yeoboseo?"
📞📱: "Oppa, aku sudah sampai di bandara, tapi aku tidak tau dimana apartemen oppa." Dan Sunhyung dapat mendengar suara seorang gadis.
📞📱: "Sekarang aku sedang ada kasus, jadi mungkin akan terlambat menjemputmu." Ucap Sunhyung.
📞📱: "Ouh, kalau begitu aku akan ke cafe dekat bandara saja sambil menunggu oppa."
📞📱: "Arraseo, aku akan segera menyelesaikan masalah disini dulu, setelah itu aku akan menjemputmu."
📞📱: "Baik."
📞📱: "Ingat pesanku ya, Sunji."
📞📱: "Jangan khawatir, aku akan baik-baik saja."
📞📱: "Jja."
Telpon itu berakhir, Sunhyung mendekati salah satu detektif yang ikut datang bersama Hyejin tadi.
"Detektif Ye," Panggil Sunhyung.
Yang dipanggil pun langsung menoleh, "Ada apa Letnan?" Tanya detektif Ye.
"Aku harus pergi sebentar, tolong aku urus semua disini." Balas Sunhyung.
"Baik, jangan khawatir dengan keadaan disini." Ucap detektif Ye.
"Aku permisi." Ucap Sunhyung menundukkan kepalanya lalu berjalan pergi.
Meskipun Soojin dan sunhyung masih muda, tapi mereka sudah mendapatkan pangkat Letnan di divisi detektif, sedangkan Hyejin adalah kapten di tim khusus penyelidikan. Jadi mereka bertiga bisa dibilang memiliki pangkat yang cukup tinggi di divisi detektif.
...⋇⋆✦⋆⋇ ...
"Siapa nama korban?" Tanya Seojun.
Kini Soojin dan Hyejin sudah sampai di kantor Seojun beberapa menit yang lalu, dan pertanyaan pertama yang di ajukan Seojun seperti biasa adalah nama korban pembunuhan.
"Korban bernama Oh Ju Young, usia 23 tahun, dan seorang fotografer." Ucap Hyejin membaca data korban yang sudah dibuat.
"Oh Ju Young?!" Kaget Seojun.
"Apa oppa mengenalnya?" Tanya Soojin.
"Tepat setelah Hyejin pergi beberapa jam yang lalu, temanku yang bernama Minjung melaporkan kasus kalau pacarnya yang bernama Oh Ju Young menghilang sejak dua hari yang lalu." Balas Seojun.
"Berarti Oh Ju Young sudah menghilang sejak dua hari yang lalu karena di bunuh oleh pembunuh kode batang itu?" Kata Hyejin.
"Kemungkinan," Gumam Seojun, lalu dia melepas kacamatanya dan memijat kepalanya yang terasa pusing. "Hah, ini benar-benar membuatku stres." Keluh Seojun.
"Kurasa sebaiknya yang kau pikirkan sekarang adalah bagaimana cara mengatakan hal ini pada teman mu itu." Sahut Hyejin.
"Aku tau, lalu di mana Sunhyung?" Tanya Seojun.
"Dia masih ada disana." Balas Soojin.
"Oke," Gumam Seojun menghela nafas. "Apa penyebab Oh Ju Young meninggal?" Tanya nya.
"Dugaan penyebabnya untuk saat ini, dia di cekik menggunakan tali lalu lehernya di gores dengan cukup lebar. Setelah itu bagian perut dan dadanya di tusuk menggunakan benda tajam." Jelas Hyejin.
__ADS_1
"Bukankah luka nona Oh sangat mirip dengan korban kode batang sebelumnya?" Tanya Soojin.
"Ya, ini membuktikan kalau itu memang perbuatannya," Balas Seojun.
"Coba selidiki mobil tempat korban ditemukan, lalu minta Sunhyung melacak tempat terakhir korban terlihat dan bagaimana mobil itu sampai di TKP, sekaligus mencari tau alasan terjadi nya kecelakan." Perintah Seojun dengan tegas.
"Baik!" Serempak Soojin dan Hyejin, lalu mereka berdua keluar dari ruangan Seojun.
...⋇⋆✦⋆⋇ ...
"Yerin, Seoyoon!" Mereka berdua langsung mencari sosok yang memanggil nama mereka barusan.
"Oh, Junnie." Panggil balik Yerin menemukan sosok pria yang tidak jauh dari tempat mereka berdiri.
Yang dipanggil Junnie langsung mendekati Yerin dan Seoyoon.
"Bisakah berhenti memanggilku Junnie untuk sehari saja? Aku punya nama sendiri ya." Kesal pria itu.
"Ayolah, itu kan panggilan masa kecil kita. Ngomong-ngomong kau sedang apa disini Yejun?" Tanya Yerin.
Mereka sekarang ada di toko swalayan, Yerin dan Seoyoon mampir di toko itu setelah di antar oleh petugas polisi.
"Aku sedang membeli buku referensi. Kalian?" Tanya balik Yejun.
Kim Yejun, salah satu teman Soojin, Yerin, dan Seoyoon. Rumahnya bersebelahan dengan rumah Soojin dan sudah berteman dengan Soojin sejak kecil, bahkan sebelum mereka masuk sekolah dasar dan bertemu Seoyoon dan Yerin.
"Kami mampir sebentar untuk membeli minuman, hah, tadi terjadi kasus setelah kami berbelanja dan dalam perjalanan pulang." Balas Seoyoon.
"Jadi, Soojin sedang bersama polisi yang lain?" Tanya Yejun.
"Ya," Singkat Seoyoon.
"Arraseo, aku duluan." Ucap Yejun melambaikan tangan lalu berjalan pergi.
"Nee!" Balas Yerin dan Seoyoon ikut melambaikan tangan.
Yejun keluar dari toko swalayan itu dan berjalan ke halte menunggu taksi.
Tanpa sadar dia menatap orang disebelahnya yang menggunakan jaket dan masker hitam, dia memakai tudung jaket itu sehingga Yejun tidak dapat melihat wajahnya, dia memasukkan kedua tangannya kesaku jaket. Tingginya menurut Yejun kurang lebih hampir 178 cm, hampir sama dengannya yang 177 cm.
'Entah kenapa penampilannya terlihat mirip dengan foto pembunuh kode batang yang ditunjukkan oleh Soojin dulu?' batin Yejun.
Dan tidak lama kemudian sebuah taksi datang, dan Yejun langsung memberi kode.
Setelah taksi itu berhenti Yejun langsung masuk ke mobil karena merasa kalau orang yang dia tatap tadi menatapnya balik.
'Apa hanya perasaanku saja ya?' batin Yejun menatap orang tadi melalui kaca spion.
Lalu dia terkejut ketika melihat orang tadi sudah tidak ada.
'Tidak mungkin aku salah lihat,' gelisah Yejun. "Hah... Sudahlah, mungkin aku yang kurang istirahat sehingga merasakan halusinasi." Gumam pelan Yejun seraya menyandarkan tubuhnya kesenderan kursi.
...⋇⋆✦⋆⋇...
Nama : Kim Yejun (Sahabat Soojin, Yerin dan
Seoyoon)
Usia : 17 tahun
__ADS_1
Pekerjaan : Murid SMA
Sifat : Perhatian, Baik, Pintar, pemberani