
•
•
•
'Pelaku mempunyai alasan untuk menjadikan diantara kami berempat sebagai korban terakhir nya. Tapi yang perlu dikhawatirkan adalah korban baru yang akan muncul, kemungkinan adalah orang terdekat kami,' Pikir Sunhyung.
"Karena Soojin adalah saksi kemungkinan adalah orang yang dia kenal dekat, apa salah satu dari ketiga teman Soojin? Kakak-kakaknya? Atau--"
Sebuah ketukan dipintu membuat Sunhyung menghentikan perkataannya.
"Masuk."
"Kukira kau tidak ada di ruangan ini." Kata Junghwa.
"Sunbaemin?" Sunhyung berdiri dari duduknya, "kenapa Sunbaemin ada disini?" Tanya Sunhyung.
"Hanya ingin membicarakan sesuatu," Balas Junghwa duduk didepan Sunhyung. "Duduklah."
Sunhyung pun kembali duduk dikursinya, "Kupikir Sunbaemin masih berada diruang rapat."
"Rapat baru saja selesai, dan kebetulan aku lewat didekat ruangan mu, jadi sekalian aku ingin mengobrol." Ucap Junghwa.
"Memang apa yang ingin di bicarakan?" Tanya Sunhyung.
"Mengenai tersangka kasus ini," Balas Junghwa. "Kau ada seorang tersangka, bukan?"
Sunhyung diam sesaat, kemudian mengangguk pelan, "Tapi hanya dugaan sementara, dan hal itu belum pasti." Kata Sunhyung.
"Terkadang hanya dugaan belum pasti selalu salah," Kata Junghwa. Lalu dia meletakkan sebuah chip kecil di meja. "Ini rekaman tempat terakhir para korban berada, kuberikan padamu. Tolong kau periksa dengan seksama." Lanjutnya.
"Kenapa malah memberikan benda sepenting ini padaku? Selain itu bagaimana anda menemukan rekaman tempat para korban terakhir terlihat sedangkan rekaman itu tidak pernah ditemukan dimanapun?" Tanya Sunhyung.
"Kalau alasan kuberikan benda penting ini padamu karena kau salah satu hacker terbaik dikepolisian yang bisa dipercaya, dan untuk pertanyaan kedua... Beberapa hari yang lalu ada seseorang yang tiba-tiba memberikan nya padaku, dia bilang benda ini akan membantu penyelidikan polisi." Jelas Junghwa.
"Kenapa anda langsung mempercayai orang itu? Mungkin dia punya niatan dibalik perbuatannya." Ucap Sunhyung.
"Terkadang percaya lebih dulu akan membuat kita lebih dekat pada jawaban dari pertayaan dibenak kita," Balas Junghwa berdiri dari duduknya. "Kupercayakan padamu, jika tidak ingin memberitahu kan hal ini pada anggota lain juga tidak masalah." Lanjut Junghwa lalu berjalan pergi.
Sunhyung menatap punggung Junghwa yang baru saja menghilang dibalik pintu, lalu pandangannya teralih pada chip yang diberikan pemimpin divisi pengatur itu.
__ADS_1
'Mungkin sebaiknya aku menyelidiki masalah ini sendirian sampai ada petunjuk yang berguna berada ditangan polisi.' Batin Sunhyung.
...⋇⋆✦⋆⋇ ...
Setelah selesai rapat Seojun langsung kerumah sakit untuk ikut menyelidiki korban kedelapan dari pembunuh kode batang. Dia baru saja keluar dari ruang autopsi yang berada dirumah sakit setelah selesai dengan hasil penyelidikan.
"Seojun-Ssi!" Seojun berhenti dan melihat kebelakang.
"Youngsik sunbaemin," Kata Seojun.
"Aku dengar sudah ada yang menjadi korban kedelapan?" Kata Youngsik berjalan mendekati Seojun.
"Iya, kejadiannya sekitar 5 jam yang lalu." Balas Seojun.
"Kalau begitu sekarang kau baru selesai mengautopsi korban bersama forensik? Tadi aku melihatmu keluar dari ruang autopsi." Ucap Youngsik.
"Nee, korban sama seperti beberapa korban sebelumnya, tidak ada reaksi racun atau luka luar atau dalam." Kata Seojun.
"Semoga kalian bisa menangkap pelaku sesegera mungkin sebelum korban baru muncul." Ucap Youngsik.
Setelah Youngsik mengatakan itu tiba-tiba Seojun sedikit merasa curiga padanya, "Tentu,"
"Kalau begitu aku permisi, masih ada yang harus kulakukan setelah ini, semoga kita bisa mengobrol lagi lain kali." Ucap Youngsik lalu berjalan pergi.
"Seojun oppa!" Seojun menoleh kesumber suara yang ternyata Hyejin.
Dia berjalan kearah Seojun dengan berpakaian seragam polisi.
"Hyejinnie? Kan sudah kubilang kau harus beristirahat selama dua hari ke depan, kenapa kau malah keluar dengan berseragam seperti itu?" Omel Seojun.
"Aku sudah lebih baik, aku dengar kalau korban kode batang sudah kembali muncul?" Kata Hyejin setelah tepat berada di depan Seojun.
"Ya begitulah, korban ditemukan didalam mobil diperempatan lalu lintas, berjarak sekitar 20 km dari kantor polisi." Balas Seojun.
"Lalu data korban?" Tanya Hyejin.
"Korban bernama Sung Joonwoo, usia 28 tahun, perkiraan meninggalnya sekitar pukul 7.30 PM. Menurut kesaksian seorang siswi yang menemukan korban, mobil tempat korban ditemukan sudah berada ditempat itu sejak pagi tadi." Jelas Seojun seraya membaca hasil autopsi.
"Apa ada perkiraan penyebab korban meninggal?" Tanya Hyejin.
"Aniyo, tidak ada luka luar maupun dalam, dan tidak ada reaksi racun atau bahwn kimia yang bisa membuat korban meninggal." Balas Seojun.
__ADS_1
"Berarti belum ada kepastian penyebab korban terbunuh seperti beberapa korban sebelumnya." Gumam Hyejin.
"Benar, para petinggi meminta semua anggota untuk melakukan patroli mulai sekarang, mengingat dugaan jumlah korban maka akan ada dua korban lagi setelah ini. Tapi mengenai waktu kapan akan muncul tidak bisa dipastikan." Ucap Seojun.
"Untuk sementara kau dan Soojin tidak perlu ikut patroli, mengingat keadaanmu dan status Soojin yang juga sebagai saksi mata satu-satunya, lebih baik kalian mengurus rekaman di markas." Jelas Seojun.
"Baik."
Tanpa kedua detektif itu sadari, ada seseorang yang mendengarkan pembicaraan mereka sejak tadi, dia adalah Youngsik.
"Jadi memang benar kalau Jung Soojin adalah saksi mata itu," Gumam Youngsik. "Aku ingin melihat sampai kapan saksi itu akan hidup setelah tau pembunuhnya," Lalu dia segera pergi dari tempat itu.
...⋇⋆✦⋆⋇...
Soojin turun dari mobilnya, ketika ingin masuk ke rumahnya dia melihat Yejun dan Je Yeon tengah mengobrol di depan rumahnya.
"Eh? Kenapa kalian berdua ada disini?" Tanya Soojin berjalan mendekati mereka berdua.
"Kebetulan aku baru pulang dari tempat les dan bertemu Je Yeon hyung disini." Balas Yejun.
"Aku ingin berpamitan denganmu, karena setelah ini aku harus kembali ke Amerika sekarang." Kata Je Yeon.
"Eh? Oppa akan pergi?" Kaget Soojin. "Kenapa malah pergi sekarang?" Tanya Soojin lesu.
"Tiba-tiba ada masalah di sana, dan aku harus turun tangan," Balas Je Yeon lalu dia berjalan mendekati Soojin dan menepuk pelan kepalanya. "Jaga diri mu baik-baik, aku akan berkunjung lagi jika masalah sudah selesai."
"Arraseo, aku akan merindukanmu." Kata Soojin memeluk Je Yeon.
"Aku pergi, Yejun, tolong kau jaga Soojin untukku." Kata Je Yeon pada Yejun seraya melepaskan pelukannya pada Soojin.
"Jangan khawatir, dia akan baik-baik saja." Balas Yejun.
"Aku pergi." Kata Je Yeon lalu masuk kemobilnya dan melaju pergi.
"Kalau kuperhatikan sejak kemarin kau selalu lesu?" Sahut Yejun.
"Hah, begitulah. Siang tadi tiba-tiba ada yang menemukan seseorang yang meninggal didalam mobil diperempatan lalu lintas." Balas Soojin.
"Sangat jarang aku mendengar ada seseorang yang meninggal di jalan raya." Gumam Yejun.
"Ya begitulah, akan kuberitau padamu, ayo kita bicara didalam saja," Ajak Soojin.
__ADS_1
"Arraseo."
Mereka berdua masuk kedalam rumah Soojin.