
•
•
•
Soojin meregangkan tubuhnya, setelah itu turun dari tempat tidur dan masuk kekamar mandi. Setelah kemarin menjenguk Sunhyung Soojin pulang kerumahnya dan langsung tidur karena lelah dengan hal yang terjadi beberapa hari belakangan ini.
Selain itu dia sudah izin beberapa hari karena kasus pembunuh yang dijuluki Cold-Blooded Killer kembali dibahas oleh para polisi, hal itu membuat semua divisi terus menerus menyelesaikan masalah yang terus menerus berdatangan, terlebih lagi divisi detektif, penangkapan, dan penyelidik.
Setelah mandi Soojin langsung bersiap dengan seragamnya lalu sarapan dan langsung berangkat kesekolah.
Tidak sampai 10 menit Soojin sudah sampai di sekolahnya dengan naik mobil.
Setelah memakirkan mobilnya Soojin langsung berlari kecil sambil melihat jam tangannya, 5 menit lagi bel masuk akan berbunyi karena itu dia terburu-buru.
Dikelas.
"Hah... Hah... Hah... Untung saja... Tidak terlambat..." Sambil berjalan menuju kursinya Soojin mencoba menetralkan nafasnya.
"Anyeong Soojinnie." Sapa Seoyoon.
"Nee," Balas singkat Soojin lalu duduk di kursinya yang berada di dekat jendela bagian belakang, dia memilih kursi itu jendela nya karena langsung menghadap ke lapangan sekolah.
"Bagaimana dengan kasus yang terjadi akhir-akhir ini?" Tanya Yerin berjalan mendekat.
"Rumit. Kemarin tiba-tiba saja Sunhyung di serang tersangka pembunuh kode batang." Balas Soojin.
"Eh? Sunhyung oppa di serang?" Kaget Seoyoon dan Yerin.
"Sunhyung hyung diserang?" Tanya Yejun yang baru saja datang dan tak sengaja mendengar pembicaraan ketiga wanita itu.
Yejun, Yerin, dan Seoyoon terbiasa memanggil Sunhyung dengan panggilan kakak karena dia lebih tua setahun dari mereka. Berbeda dengan Soojin yang memang terbiasa memanggilnya langsung dengan nama karena mereka masuk ke kepolisian di waktu yang berdekatan.
"Nee, dia ditikam di perut dan dugaan nya ada racun yang dilapisi di pisau itu sehingga Sunhyung terkena efek racunnya," Jawab Soojin.
"Oh ya, sudah lama tidak berbicara dengan mu Yejun, yah, walaupun rumah kita bersebelahan." Lanjut Soojin.
"Tidak masalah, lagi pula kau sibuk dengan posisimu yang sekarang menjadi seorang atasan, benarkan Letnan?" Balas Yejun.
Soojin hanya terkekeh pelan.
"Lalu bagaimana keadaan Sunhyung oppa?" Tanya Yerin.
__ADS_1
"Sudah membaik, kata Seojun oppa dia akan sadar sekitar beberapa hari lagi." Balas Soojin.
"Memang apa efek racunnya?" Tanya Yejun.
"Kata Seojun oppa hanya membuat yang terkena tidak sadarkan diri beberapa hari." Kata Soojin.
"Lalu bagaimana dengan para perampok waktu itu?" Tanya Seoyoon.
"Anggota divisi penyelidikan sudah menyelidiki kejadian itu, para perampok berhasil ditangkap lalu ditahan di markas kepolisian, ternyata mereka hanya dibayar untuk melakukan perampokan palsu dan meletakkan peledak palsu waktu itu." Jelas Soojin.
"Apa orang yang membayar mereka juga tertangkap?" Tanya Seoyoon.
"Aniya, mereka bilang kalau orang itu menggunakan topi dan masker sehingga tidak bisa melihat wajahnya, polisi juga mencoba melacak, tapi gagal." Lanjut Soojin.
"Kenapa akhir-akhir ini terjadi hal yang mengerikan?" Gumam Yerin.
"Aku sarankan kalian berhati-hati selama beberapa hari ini, karena aku dan Sunhyung sudah di serang serta Yerin dan Seoyoon hampir ikut terluka." Ujar Soojin.
"Jangan khawatir kan kami, kami akan baik-baik saja. Harusnya kau khawatir kan dirimu sendiri, aku lihat beberapa hari terakhir aku melihatmu pulang dengan keadaan lesu." Balas Yejun.
"Nee oppa Yejun." Canda Soojin. Dia selisih dua bulan lebih muda dari Yejun.
Mereka berempat pun tertawa, lalu tidak lama kemudian guru masuk ke kelas dan para murid berhamburan duduk dikursi mereka.
"Soojin, ada yang ingin kuberitau kan sesuatu pada mu." Bisik Yejun tanpa melihat Soojin karena fokus pada pembelajaran yang sedang diterangkan guru.
Soojin dia sesaat lalu menghela nafas pelan, "Baiklah. Kita bicara di rooftop nanti." Balas Soojin tanpa melihat Yejun karena alasan yang sama.
"Nee."
...⋇⋆✦⋆⋇ ...
Sekarang sedang jam istirahat, Soojin dan Yejun sedang berada di rooftop sesuai janji.
"Apa yang ingin kau bicarakan?" Tanya Soojin menbuka topik pembicaraan.
"Pertama aku ingin bertanya, apa kau tau ciri-ciri atau mungkin tentang pelaku?" Tanya Yejun.
"Untuk saat ini polisi menggunakan dugaanku," Balas Soojin.
"Tingginya sekitar 178 cm, dia ahli menggunakan senjata tajam dan komputer atau teknologi. Selama dia muncul akhir-akhir ini, selalu saja menggunakan jaket bertudung hitam dan menggunakan masker," Jelas Soojin.
"Wae?" Tanya Soojin.
__ADS_1
"Dua hari yang lalu aku melihat orang yang sama dengan ciri-ciri yang barusan kau jelaskan." Balas Yejun.
"Mwo?" Kaget Soojin.
"Aku tidak yakin, dua hari yang lalu setelah aku bertemu dengan Yerin dan Seoyoon di toko swalayan, aku melihat orang itu di halte." Ucap Yejun.
"Em, apa kau merasakan sesuatu yang mencolok darinya?" Tanya Soojin.
"Aku tidak yakin, karena terasa sangat samar-samar, tapi aku mencium semacam aroma obat seperti obat tidur." Balas Yejun mengingat kejadian itu.
"Hah, itu juga yang aku duga, ketika aku berdekatan dengannya aku juga mencium aroma yang sama." Kata Soojin.
"Waktu itu aku mengalihkan pandanganku setelah dia menatapku balik, dan setelahnya aku langsung masuk ke taksi, ketika ingin melihatnya lagi dia sudah tidak ada di halte lagi." Ucap Yejun.
"Aku harap kau extra berhati-hati nyali saat ini. Aku takut kau diincar karena sepertinya pelaku sudah menargetkan mu sejak melihatmu di halte saat itu." Ucap Soojin.
"Aku mengerti." Ucap Yejun.
...⋇⋆✦⋆⋇ ...
"Tolong kau periksakan data-data korban pembunuh kode batang." Pinta Seojun pada Hyejin.
"Memangnya kenapa?" Tanya Hyejin.
Mereka berdua sekarang sedang berada di markas kepolisian dan berada diruang rapat karena ingin melanjutkan rapat kemarin, tapi kali ini tanpa Soojin dan Sunhyung.
"Hanya ingin memastikan sesuatu, dan mungkin saja nanti kita mendapatkan petunjuk melalui data para korban sebelumnya." Balas Seojun.
"Arraseo." Ucap Hyejin lalu keluar dari ruang rapat.
Dia menuju ruangannya lalu mulai mencari sebuah kotak yang berisi data korban pembunuhan Cold-Blooded Killer di rak.
"Eh?" Hyejin tanpa sengaja menyenggol kotak disebelahnya dan kotak itu langsung terjatuh.
Hyejin meletakkan kotak yang dia cari dilantai lalu membereskan kotak yang terjatuh.
"Bukankah ini data kasus perampokan senjata di markas polisi 12 tahun yang lalu?" Gumam Hyejin membaca data itu.
"Tanggal kejadiannya adalah 12 Mei 2011," Lalu Hyejin teringat sesuatu.
'Bukankah tanggal ini dua hari sebelum korban pertama kode batang terbunuh?!' Batin Hyejin.
"Hah, apa mungkin pelaku pembunuhan itu adalah orang yang sama dengan yang diburu polisi selama 12 tahun terakhir karena telah mencuri senjata bahkan membunuh beberapa polisi saat itu?!" Pikir Hyejin.
__ADS_1
"Aku akan tanyakan pada Seojun oppa saja mengenai kasus ini." Kata Hyejin lalu membereskan kotak itu lalu mengambil data korban kode batang dan data kasus 12 tahun yang lalu, kemudian keluar dari ruangannya dan menuju ruang rapat.