A Girls Revenge

A Girls Revenge
27.Rekaman lama


__ADS_3




Setelah berbincang-bincang dengan Yun Yeong mengenai beberapa hal, Soojin keluar dari ruang autopsi lalu mengambil ponselnya dan menghubungi Sunhyung.


Tidak lama kemudian nada panggilan berhenti yang menandakan kalau panggilan itu sudah diangkat.


📞📱: "Wae?" Tanya Sunhyung dengam singkatnya.


📞📱: "Emm, sebenarnya hanya ingin bertanya, kau itu sedang sakit apa? Biasanya kau tidak pernah absen jika alasannya tidak enak badan?" Balas Soojin.


📞📱: "Aku memang tidak enak badan, hanya karena itu."


📞📱: "Apa kau sakit sampai sekarat?" Celetuk Soojin.


📞📱: "Jika tidak ada urusan lain akan kututup panggilan ini."


📞📱: "Eh?! Jamkanman! Ada sesuatu yang ingin kukatakan padamu."


📞📱: "Apa?"


📞📱: "Bisakah kau memeriksa rekaman di tempat korban kedelapan ditemukan?"


📞📱: "Kenapa memintanya padaku? Kan bisa menyuruh anggota lain."


📞📱: "Kan ada kau yang ahli dalam meretas data, jika ada yang mudah kenapa tidak digunakan?" Ucap Soojin dengan santai.


📞📱: "Jadi maksudmu kau menganggu ku setiap saat hanya untuk memanfaatkan kemampuanku?" Tanya Sunhyung dengan nada kesal.


📞📱: "Hahaha, mian Sunhyung oppa."


📞📱: "Awas saja kau Jung soojin, jika bertemu aku akan---"


Soojin langsung mematikan panggilan itu sebelum Sunhyung menyelesaikan kata-katanya.


Soojin tertawa karena membayangkan seperti apa reaksi Sunhyung setelah dia mengakhiri panggilan secara sepihak sekarang.


Tidak sampai 3 menit sebuah pesan dari Sunhyung masuk Ke ponselnya. Dan saat dia periksa ternyata itu file berisi rekaman CCTV.


"Eh? Cepat sekali? Mungkin ini alasannya kenapa aku meminta bantuan pria itu." Gumam Soojin. Lalu pesan lainnya masuk dan membuat Soojin menahan tawa.


Sunhyung:


"Sudah kukirim sesuai


keinginanmu, jangan

__ADS_1


ganggu aku selama


seharian ini, mengerti?


^^^Anda:^^^


^^^Arraseo, gomawo oppa.^^^


Soojin membuka file itu dan memeriksa rekamannya.


Tepat saat rekaman-rekaman itu muncul dilayar ponselnya dia sampai diparkiran dan masuk kemobilnya.


Beberapa rekaman sama persis dengan rekaman yang dia periksa kemarin.


'Tidak ada bedanya dengan rekaman yang kudapat kemarin, eh?' Soojin menyadari sesuatu saat melihat dua rekaman terakhir.


Ada sebuah mobil berwarna hitam dengan plat mobil yang tidak asing baginya, mobil itu ada sesaat sebelum CCTV mati dan kembali hidup.


Soojin memperbesar tampilan video itu dan mencoba melihat nomor plat mobilnya.


"T 3508 RBA," Soojin membaca tulisan itu walaupun tidak terlalu jelas, lalu dia teringat nomor plat yang diberitau Shinju.


"Bukankah ini nomor plat mobil yang melakukan tabrak lari tadi?" Pikiran Soojin semakin melayang-layang.


Kenapa setiap kasus yang terjadi akhir-akhir ini selalu saja berhubungan satu sama lain? Lama-lama aku bisa resign jika seperti ini untuk waktu yang lama," Kata Soojin memijat pelipisnya.


...⋇⋆✦⋆⋇ ...


Sunhyung membanting tubuhnya kekasur dan memejamkan mata, lalu dia teringat akan sesuatu. Dia bangkit dari tidurnya dan membuka laci lemari kecil yang berada disamping tempat tidur.


Dia mengambil laptop dan chip kecil yang diberikan Junghwa padanya kemarin.


Sunhyung menyalakan laptopnya dan langsung memeriksa isi dari chip itu. Beberapa gambar rekaman muncul dilayar laptop dan bertepatan dengan ponselnya yang berdering. Itu telpon dari Soojin.


📞📱: "Wae?" Tanya Sunhyung mengangkat panggilan itu.


📞📱: "Emm, sebenarnya hanya ingin bertanya, kau itu sedang sakit apa? Biasanya kau tidak pernah absen jika alasannya tidak enak badan?"


📞📱: "Aku memang tidak enak badan, hanya karena itu."


📞📱: "Apa kau sakit sampai sekarat?"


📞📱: "Jika tidak ada urusan lain akan kututup panggilan ini." Kata Sunhyung mulai kesal.


📞📱: "Eh?! Jamkanman! Ada sesuatu yang ingin kukatakan padamu."


📞📱: "Apa?"


📞📱: "Bisakah kau memeriksa rekaman di tempat korban kedelapan ditemukan?"

__ADS_1


📞📱: "Kenapa memintanya padaku? Kan bisa menyuruh anggota lain."


📞📱: "Kan ada kau yang ahli dalam meretas data, jika ada yang mudah kenapa tidak digunakan?"


📞📱: "Jadi maksudmu kau mengangguku setiap saat hanya untuk memanfaatkan kemampuanku?" Tanya Sunhyung dengan nada kesal.


📞📱: "Hahaha, mian Sunhyung oppa."


📞📱: "Awas saja kau Jung soojin, jika bertemu aku akan---"


Belum sempat dia menyelesaikan kata-katanya panggilan itu sudah dimatikan sepihak.


"Awas saja wanita itu," Kesal Sunhyung, lalu dia langsung beralih ke laptopnya dan meretas data tempat pengendali CCTV yang dimaksud Soojin.


Hanya butuh waktu kurang dari dua menit bagi Sunhyung untuk mendapatkan relaman itu, kalau hanya rekaman CCTV tidak akan memakan waktu lama. Setelah menyimpan rekaman itu ke ponselnya, Sunhyung langsung mengirimkannya ke nomor Soojin. Setelahnya dia mengirimkan pesan sama seperti di atas.


"Jika saja dia bukan temanku, tidak akan pernah aku mau membantunya hanya karena hal menyebalkan seperti ini," Kata Sunhyung.


Setelahnya dia melempar sembarangan ponselnya entah kemana, lalu membuka file dari chip tadi yang sudah dia unduh sehingga mudah di buka.


Setiap rekaman hanya menunjukkan para korban yang masuk kedalam mobil berwarna hitam, tapi yang membuat Sunhyung bingung adalah, model dan nomor plat sama persis.


"Kenapa mobil ini ada disetiap tempat para korban terakhir dilihat?" Gumam Sunhyung.


'Selain itu rekaman-rekaman ini tidak ada saat diperiksa oleh pihak kepolisian, tapi bagaimana orang yang dimaksud Junghwa sunbaenim itu mendapatkan rekaman ini?' Pikirnya.


Lalu Sunhyung memutar ulang rekaman korban ketiga dan keempat yang tidak lain adalah orang tua Soojin.


Video itu menampilkan kedua orang tua Soojin yang tengah melakukan aktivitas normal dirumah mereka. Tiba-tiba bel rumah berbunyi, ketika ibu Soojin membuka pintu, seseorang yang memakai hoodie hitam dan memakai tudungnya serta topi dengan warna senada masuk kedalam rumah itu.


'Pelaku juga memakai pakaian yang sama ketika beraksi?' Batin Sunhyung.


Pelaku dan kedua orang tua Soojin tampan berbicara selama beberapa menit, Sunhyung mempercepat rekaman hingga bagian pelaku memberikan sebuah buku bersampul hitam pada orang tua Soojin.


Pelaku duduk di kursi tak jauh dari orang tua Soojin yang tengah menulis di buku yang diberikan oleh pelaku di ruang tengah. Selang beberapa waktu ayah Soojin menghampiri orang itu sambil membawa buku yang sudah ditulisi olehnya dan ibu Soojin.


Pelaku menerima buku itu, lalu mengeluarkan sebuah suntikan, tanpa perlawanan sedikitpun kedua orang tua Soojin disuntikkan dengan cairan entah apa itu.


Tidak lama kemudian mereka berdua pingsan, pelaku diam tak bergerak. Lalu Sunhyung melihat sosok anak perempuan kecil tengah bersembunyi dibalik dinding dari arah pintu masuk. Mungkin itu adalah Soojin yang melihat kejadian dimana kedua orang tuanya tewas didepan matanya sendiri.


Soojin kecil nampak bersembunyi ditempat yang lebih tertutup saat pelaku hendak berbalik menuju pintu keluar dan pergi dari rumah keluarga Soojin.


Sunhyung mematikan rekaman itu dan menutup laptopnya, dia tau persis apa yang terjadi setelah pelaku pergi dari rekaman itu.


Dia meletakkan laptop yang berada dipangkuannya keatas meja didekat tempat tidur lalu berbaring.


'Kenapa pelaku menyuntikkan sesuatu pada orang tua Soojin? Apa mungkin karena suntikkan itu tidak ditemukan luka dalam ataupun luar dan tidak ada reaksi racun pada para korban? Tapi korban pertama, kelima dan ketujuh memiliki reaksi racun,' Batin Sunhyung.


'Kenapa pelaku malah menggunakan racun pada ketiga korban? Dan racunnya itu... Seojun hyung bilang kalau racun yang sama ditemukan pada pisau yang digunakan pelaku untuk menyerangku minggu lalu,'

__ADS_1


"Sebenarnya apa yang diinginkan pelaku? Kenapa dia melakukan pembunuhan berantai dengan cara seperti ini?" Pikir Sunhyung.


__ADS_2