
•
•
•
Soojin menyeronggoh tasnya mencari ponselnya yang berdering, dan ketika dilihat ternyata itu panggilan dari Sunhyung.
📞📱: "Yeoboseo."
📞📱: "Soojin, mianhae aku tidak bisa menyusul kalian sekarang, ada sedikit masalah di tempat ku."
📞📱: "Eh? Kenapa tiba-tiba? Memangnya masalah apa?" Tanya Soojin.
📞📱: "Bukan masalah yang besar, hanya mungkin akan selesai dalam waktu yang lama, jadi kau dan Seojun hyung saja yang mengurus kasus ini."
📞📱: "Emm, arraseo, tapi kau harus tetap hadir pukul 1 siang nanti, karena akan ada pemberitahuan dari kepala Kepolisian dan semua anggota wajib hadir." Ucap Soojin.
📞📱: "Nee, sampaikan maaf ku pada Seojun hyung."
📞📱: "Arraseo."
Panggilan itu pun berakhir. Soojin menatap layar ponselnya.
"Tidak biasanya dia tidak bisa datang hanya karena masalah kecil, dan jika memang benar ada masalah biasanya akan melapor ke Seojun oppa untuk meminta izin langsung. Kenapa tiba-tiba menelpon ku?" Pikir Soojin, dan akhirnya dia menyadari sesuatu.
"Apa mungkin..." Gumam Soojin, tiba-tiba ada yang menepuk pundaknya dari belakang. Sontak Soojin terkejut dan langsung berbalik.
"Jangan melamun di tempat kejadian perkara, nanti kau akan mendapat masalah." Kata Shinju pelaku yang menepuk pundak Soojin.
Soojin menghela nafas pelan, "Mianhae oppa," Ucap Soojin.
"Apa yang membuatmu melamun?" Tanya Shinju.
"Aniyo, bukan apa-apa." Balas Soojin lalu berjalan pergi.
Shinju hanya melihatnya yang berjalan menjauh, "Ada apa dengannya?" Gumam Shinju.
...⋇⋆✦⋆⋇ ...
Di tempat Sunhyung.
Dia menyimpan kembali ponselnya di dashboard mobil, lalu matanya melirik ke spion yang memantulkan seseorang berpakaian serba hitam serta memakai masker dan topi.
__ADS_1
"Aku sudah melakukannya seperti yang kau suruh." Kata Sunhyung mengalihkan pandangannya ke depan.
"Bagus, sekarang ikuti perintah ku. Jalankan mobil nya ke rumah korban ketujuh." Ucap itu sambil menodongkan pistol tepat dibelakang kepala Sunhyung.
Flashback on.
Sunhyung yang baru saja masuk kemobil nya untuk menuju TKP korban kedelapan tiba-tiba dihentikan sesuatu yang mungkin bisa mengambil nyawanya.
"Jangan bergerak dan jangan melihat kebelakang, atau kutarik pelatuk ini." Bisik seseorang tepat disamping telinga Sunhyung.
Pistol yang menempel di kepala bagian belakangnya di tekan kuat.
"Siapa kau?" Tanya Sunhyung tanpa melihat ke belakang dan tetap fokus kedepan.
"Tidak ada gunanya juga jika kau tau siapa aku," Balas orang itu. "Sekarang, ikuti saja perintah ku, hubungi Jang Seojun, atau Jung Soojin Dan katakan kalau kau tidak bisa menyusul mereka sekarang." Lanjutnya.
Sunhyung tidak bicara dan langsung mengeluarkan ponselnya dan menghubungi Soojin.
📞📱: "Yeoboseo."
📞📱: "Soojin, mianhae aku tidak bisa menyusul kalian sekarang, ada sedikit masalah di tempat ku."
📞📱: "Eh? Kenapa tiba-tiba? Memangnya masalah apa?"
📞📱: "Emm, arraseo, tapi kau harus tetap hadir pukul 1 siang nanti, karena akan ada pemberitahuan dari kepala Kepolisian dan semua anggota wajib hadir." Ucap Soojin.
📞📱: "Nee, sampaikan maaf ku pada Seojun hyung." Ucap Sunhyung.
📞📱: "Arraseo."
Panggilan itu berakhir.
Flashback off.
Sunhyung menyalakan mobilnya dan langsung menuju kerumah korban ketujuh yang tidak lain adalah Oh Ju Young.
8 menit kemudian Sunhyung sampai di lokasi, begitu dia menghentikan mobil nya yang berjarak 15 meter dari wilayah rumah Oh Ju Young, orang yang menodongkan senjata dibelakangnya langsung meletakkan beberapa lembar kertas dikursi penumpang tepat disebelah Sunhyung.
"Kuberikan ini padamu, kau harus menemukan banyak petunjuk mengenai pelaku kode batang. Selain itu, kau akan menemukan hal yang penting di dalam rumah itu," Jelas pria itu.
"Jangan coba-coba memberitahukan hal ini pada orang lain, atau jika kau ingin mereka memiliki nasib mengerikan aku tidak keberatan sama sekali."
Dan dalam sekejap mata orang itu keluar dari mobil dengan cepat, Sunhyung melihat kebelakang, tidak ada siapapun dibelakangnya. Sontak dia langsung keluar dari mobil dan melihat sekeliling. Nihil, tidak ada siapapun disana.
__ADS_1
Sunhyung kembali masuk kedalam mobil dan mengambil kertas yang diletakkan orang tadi di kursi penumpang dekat kemudi.
Ketika dia melihat isi kertas itu, dia dibuat tercengang karena isinya berisi data lengkap tentang kasus pembunuh kode batang dari korban pertama sampai korban ketujuh, karena korban kedelapan baru saja ditemukan sehingga data nya belum dibuat.
'Bagaimana dia mendapat kan data-data ini? Tempat semua file yang berisi tentang data korban menggunakan kata sandi yang hanya diketahui para petinggi dikepolisian.' Batin Sunhyung.
Sunhyung menghela nafas lelah, dia ingin memberitahukan hal ini pada Seojun dan yang lain, tapi mengingat perkataan orang itu dia sedikit ragu. Dia kembali melihat lembaran kertas yang dipegangnya.
'Aniyo, aku tidak boleh gegabah saat ini, jika memang aku bisa mengungkap identitas pelaku dengan cara ini, tidak ada pilihan lain.' Yakin Sunhyung.
...⋇⋆✦⋆⋇ ...
Soojin yang baru sampai di markas kepolisian memutuskan berkeliling. Dia tidak ada pekerjaan karena ada masalah tadi, Seojun yang sebagai ketua divisi juga harus mengurus hal ini bersama para petinggi kepolisian.
"Hais, membosankan sekali, sayangnya rapatnya diubah menjadi para petinggi," Gumam Soojin seraya bersandar pada dinding.
Pandangannya tertahan pada Sunhyung yang baru saja keluar dari lift, mereka berjarak sekitar 15 meter.
"Sunhyung!" Panggil Soojin begitu Sunhyung berjalan mendekat.
Yang dipanggil menoleh kearah Soojin, lalu dia menghampiri Soojin yang tidak bergerak dari posisinya.
"Wae?" Tanya singkatnya.
"Jarang sekali kau bersikap dingin setelah sekian lama," Kata Soojin. "Aku hanya ingin bertanya, urusan apa yang kau maksud di panggilan itu?" Tanya Soojin.
"Sudah kukatakan kalau itu bukan masalah yang serius." Balas Sunhyung.
"Tapi harus ku akui kalau kebiasaan mu akhir-akhir ini berubah drastis sejak Hyejin eonnie kembali dari London dan kasus kembali dibuka, apa ada sesuatu yang... Kau sembunyikan?" Tebak Soojin.
Sunhyung hanya menatap Soojin dengan tatapan datar, lalu dia menghela nafas, "Seperti kalimatmu dulu, 'Jangan campuri urusan orang lain kecuali dia mengizinkannya untuk ikut terlibat'." Kata Sunhyung lalu berjalan pergi.
Soojin melihat Sunhyung dari belakang yang mulai menjauh.
"Mwo? Dia langsung marah hanya ditanya seperti itu? Sebulan yang lalu dia berubah menjadi sedikit lebih terbuka dan sekarang langsung kembali kesikap awal nya, hah, omona," Gerutu Soojin, lalu dia pergi dari tempat itu menuju ruangannya.
Ditempat Sunhyung.
Dia menyimpan kertas berisi data para korban di laci meja kerjanya. Dia duduk dikursi nya dan menghela nafas pelan sambil menutup mata.
'Sebenarnya apa yang direncanakan pelaku?' Batin Sunhyung perlahan membuka matanya.
"Jika menggunakan perkiraan rapat waktu itu, maka akan ada 2 korban lagi setelah ini," Gumam Sunhyung bertompang dagu pada meja.
__ADS_1
'Entah hanya firasat ku saja atau bukan, kemungkinan yang akan menjadi korban terakhir adalah Seojun hyung, Hyejin nuna, Soojin, atau mungkin... Aku...'