
•
•
•
"Lalu plat mobil yang menabrak korban?" Tanya Soojin.
"Dari kesaksian saksi, nomor platnya T 3508 RBA." Balas Shinju.
"Siapa saksi matanya?" Tanya Soojin.
"Dia," Jawab Shinju menunjuk seorang pria yang memakai jaket abu-abu tengah bersama polisi lain. Pria itu membelakangi tempat mereka berada sehingga Soojin tidak bisa melihat wajahnya.
"Kupikir saksinya lebih dari satu dan mereka saksinya." Kata Soojin menatap kearah kerumunan warga yang tidak begitu ramai.
"Memang, tapi hanya pria itu yang kebetulan berjarak paling dekat dengan korban sebelum kejadian terjadi." Balas Shinju.
"Oh," Singkat Soojin. "Kalau begitu sekarang hanya perlu mencari mobil pelaku dan alasannya menabrak korban, tidak sengaja atau memang sudah direncanakan." Lanjutnya.
"Kalau begitu tolong kau selidiki tempat ini, aku harus ke rumah sakit untuk mengurus korban." Ucap Shinju lau berjalan pergi sebelum Soojin sempat membalas.
"Jankanman," Tapi karena Shinju sudah pergi sehingga suaranya tidak direspon sama sekali.
Soojin berdecih, "Aku kan anggota divisi detektif, aku hanya bertugas memecahkan kasus bukan menyelidiki kasus, sedangkan dia tim forensik yang merupakan bagian dari tim penyelidikan, harusnya dia yang menyelidiki, malah menyuruhku," Kesalnya.
"Detektif Jung!" Panggil seseorang dari belakang Soojin. Yang dipanggil menoleh kesumber suara.
"Eh? Dr. Cheon? Kenapa anda ada disini?" Tanya Soojin.
"Aku adalah saksi dari kejadian ini," Balas orang yang ternyata Cheon Youngsik.
"Anda saksinya?" Gumam Soojin. Lalu dia menyadari pakaian yang dipakai Dr. Cheon, warna dan modelnya sama dengan saksi utama yang di katakan Shinju tadi.
"Ya begitulah, tadi aku dari toko alfamart didekat sini, lalu secara tidak sengaja aku berpaspasan dengan korban di pinggir jalan." Jelas Youngsik.
"Ini sungguh kebetulan yang hebat, tidak pernah ada seorang dokter menjadi saksi mata utama sebuah kasus." Ucap Soojin sedikit terkekeh.
"Dan ini kedua kalinya aku melihat kasus tabrak lari secara langsung." Gumam Youngsik tanpa sadar.
"Kau pernah melihat tabrak lari sebelum nya?" Tanya Soojin.
"Nee, dulu teman ku sempat mengalami kecelakaan saat kami masih kecil, orang yang mengendarai mobil langsung kabur ketika orang-orang yang berada didekat temanku itu mulai mendekati mobilnya." Balas Youngsik.
"Ouh, terkadang kecelakaan muncul tanpa bisa disadari, sama dengan kematian." Kata Soojin menatap kearah beberapa forensik yang tengah memotret tempat korban terjatuh sebelumnya.
"Baiklah aku tidak akan mengganggumu bekerja." Ucap Youngsik.
"Arraseo, setelah ini mungkin kau akan mendapat panggilan dari polisi untuk beberapa hari kedepan." Balas Soojin.
"Aku sudah menduga yang itu, jja." Youngsik berjalan menjauh.
Soojin memandangi punggung Youngsik yang mulai menjauh, 'Apa mungkin...'
__ADS_1
...⋇⋆✦⋆⋇ ...
Hyejin keluar dari rumah sakit dan menuju tempat parkiran. Dia baru saja selesai melakukan pemeriksaan rutin nya.
Meskipun sudah diberi izin Seojun ia masih harus melakukan pemeriksaan selama satu minggu ini.
Ketika akan masuk kemobil, pandangannya tertahan pada Han Minjung yang juga baru saja keluar dari rumah sakit dan masuk kemobilnya meninggalkan tempat parkiran.
"Chef Han?" Gumam pelan Hyejin.
'Selama 3 hari terakhir aku melihatnya keluar masuk rumah sakit beberapa kali,' Batin Hyejin.
"Eonnie!" Seruan seseorang yang sangat Hyejin kenali suaranya menyadarkan nya dari lamunan.
Hyejin menoleh dan melihat Soojin yang berjalan mendekatinya.
"Soojinnie," Hyejin ikut mendekati Soojin. "Sedang apa kau disini?" Tanya Hyejin.
"Aku baru selesai menyelidiki kasus, dan alasan aku kemari karena akan ikut menyelidiki tentang korban," Balas Soojin. "Ngomong-ngomong, apa eonnie sudah diperbolehkan pulang?"
"Sebenarnya aku sudah diberi izin pulang oleh Seojun oppa sejak kemarin, tapi aku tidak sempat mengabarimu dan Sunhyung."
"Tidak masalah, lagipula sejak kemarin aku dan yang lain sedikit lebih sibuk." Kata Soojin.
"Apa masalah tentang korban kode batang yang baru muncul? Aku mendengarnya dari Seojun oppa." Tebak Hyejin.
Soojin mengangguk pelan, "Nee, sama seperti korban lain, dia ditinggalkan ditempat terbuka dan ramai sehingga mudah ditemukan orang." Ucap Soojin.
"Oh ya, dimana Sunhyung? Biasanya jika kau yang mengurus kasus pasti selalu dipasangkan dengan Sunhyung," Kata Hyejin.
"Sebenarnya sebelum aku menangani kasus Seojun oppa melarangku, tapi dia memintaku untuk mengurusnya karena kondisi eonnie yang belum bisa dipastikan, dan kalau Sunhyung, oppa bilang kalau dia sedang merasa tidak enak badan." Jelas Soojin.
"Eh? Jarang sekali dia absen karena sakit, biasanya tetap datang walaupun sudah di nasehati berkali-kali." Ucap Hyejin.
"Itu juga sempat kupikirkan, aku berniat bertanya langsung padanya atau mungkin bertanya pada Sunji nanti." Ucap Soojin.
"Arraseo, nanti jika sudah kau tanyai beritau aku, aku penasaran sakit apa yang sampai membuatnya absen dari tugas, aku harus pergi, jja." Kata Hyejin, lalu dia beranjak dari posisinya dan masuk kemobil.
"Tentu," Soojin pergi dari tempat parkiran setelah mobil Hyejin keluar dari tempat itu.
Dia masih memikirkan pembicaraan nya dengan Hyejin mengenai Sunhyung. Sangat jarang bagi Letnan satu itu untuk absen dari tugasnya.
"Lebih baik kububungi saja dari pada bingung setengah mati seperti ini," Kata Soojin menyeronggoh sakunya mencari ponselnya.
Setelah ketemu dia langsung mencari kontak Sunhyung. Tapi karena dia masih berjalan dan fokus dengan ponselnya dia tidak sengaja menabrak seseorang.
"Mianhae, aku tidak memerhatikan jalan." Ucap Soojin menundukkan kepalanya.
"Tidak masalah, aku juga sedang tidak memerhatikan jalan." Balas orang yang ditabrak Soojin, dari suaranya dia adalah seorang wanita.
Soojin melihat wajah orang itu karena dari suaranya terdengar tidak asing.
"Eh? Harin sunbaenim?" Ucap Soojin kaget karena orang yang dia tabrak adalah seniornya yang merupakan pemimpin dari divisi penangkapan.
__ADS_1
"Soojin-Ssi? Kebetulan sekali kita bertemu disini, dan cara pertemuannya agak aneh." Kata Harin tertawa pelan karena mengingat kejadian beberapa saat yang lalu.
"Benar," Respon Soojin. "Kalau boleh tau, ada urusan apa sunbaenim ada disini?" Tanya Soojin.
"Salah satu sepupu ku sedang sakit dan dirawat di rumah sakit ini, jadi aku berkunjung." Balas Harin.
"Ouh,"
"Kalau kau sendiri?"
"Aku harus ikut menyelidiki identitas korban kecelakaan, karena itu aku disini."
"Biasanya aku melihatmu bersama dengan pria hacker handal itu setiap kali kau kerumah sakit untuk mengurus hal seperti itu, kalau boleh tau kemana dia?" Tanya Harin.
"Dia sedang sakit karena itu tidak bisa ikut penyelidikan, kalau anggota lain masih sibuk dengan kasus lainnya, itu alasannya aku sendirian." Balas Soojin.
"Begitu, semoga kita punya waktu lain untuk Mengobrol, aku harus pergi setelah ini, kupikir kau juga sama." Kata Harin.
"Tentu," Balas Soojin.
"Aku duluan," Ucap Harin menepuk pelan pundak Soojin lalu berjalan pergi.
Soojin juga ikut pergi dari sana dan menuju ruang autopsi yang berada dilantai 3 rumah sakit.
Ketika sampai disana dia melihat seorang wanita yang memakai jas putih khas dokter tengah memeriksa tubuh korban dari kecelakaan tabrak lari yang bernama Ye Jaekyung beberapa waktu.
"Bagaimana hasilnya, Yun Yeong eonnie?" Tanya Soojin.
Yang dipanggil Yu Yeong eonnie menoleh kearah Soojin, lalu dia berjalan mendekati Soojin seraya melepaskan masker dan sarung tangan yang dia kenakan.
"Tidak ada yang aneh dari tubuh korban, dia meninggal murni karena kehilangan banyak darah." Balas Yun Yeong.
Song Yun Yeong, dia adalah dokter spesialis otopsi dan bedah, dia juga merupakan salah satu anggota polisi bagian tim forensik dan divisi penyelidikan. Dia seumuran dengan Hyejin dan kenal dekatnya serta Soojin dan yang lain.
"Baguslah jalau begitu," Kata Soojin.
"Ngomong-ngomong dimana si tembok itu?" Tanya Yun Yeong.
"Si tembok?" Soojin menaikkan alis bingung, lalu dia sadar siapa yang dimaksud oleh Yun Yeong. "Ouh, maksud eonnie adalah Sunhyung? Dia sedang sakit makanya tidak datang." Balas Soojin. Ah, benar juga, tadi dia berniat menelpon Sunhyung tapi terhambat karena sempat bertabrakan dengan Harin tadi.
Alasan Yun Yeong memanggil Sunhyung si tembok karena dulu setiap kali mereka bertemu pasti Sunhyung akan mendiamkan Yun Yeong kalau dia bertanya atau sekedar membuka topik pembicaraan, dan hal itu membuat Yun Yeong merasa kesal sendiri. Sedangkan alasan Soojin terkadang memanggilnya manusia komputer karena dia adalah seorang hacker yang selalu memainkan komputernya setiap diminta Seojun meng hack rekaman atau hal lain.
...⋇⋆✦⋆⋇ ...
Nama :Song Yu Yeong
Usia : 21 tahun
Pekerjaan : dokter otopsi, dokter bedah, anggota
tim forensik dan polisi divisi
__ADS_1
penyelidikan