
β’
β’
β’
"Baiklah, cukup sampai disini pembelajaran hari ini, jangan lupa selesaikan tugas tadi dan besok harus sudah dikumpulkan." Ucap Hyejin merapihkan buku dan barang-barangnya.
"Baik." Serempak para murid.
Hyejin berjalan keluar kelas dan menuju ruang guru di lantai bawah. Sekolah tempat dia mengajar berbeda dengan sekolah Soojin, jadi mereka sulit bertemu jika sudah berada di sekolah.
Hyejin langsung duduk di kursinya setelah sampai diruang guru.
"Permisi, ibu guru Lee." Panggil seorang guru perempuan.
"Nee? Apa ada yang bisa kubantu?" Tanya Hyejin menatap guru itu.
"Tadi pagi saat saya sampai di gerbang sekolah, ada seorang pria yang memberikan ini," Balas guru itu menyodorkan sebuah kotak yang mirip kotak hadiah dengan secarik kertas di atasnya. "Dia meminta tolong untuk diberikan pada mu." Lanjut guru itu.
"Seorang pria?" Tanya Hyejin seraya menerima kotak itu. "Seperti apa penampilannya?"
"Entahlah, dia menggunakan topi dan masker, jadi saya tidak bisa melihat wajahnya." Balas guru itu.
"Ouh, gamsabhamnida." Ucap Hyejin sedikit menunduk.
"Cheonmaneyo." Balas guru itu lalu berjalan pergi.
Hyejin meletakkan kotak itu di meja dan melihat nya sesaat.
"Kenapa ada yang memberikan benda ini pada ku?" Pikir Hyejin. Lalu dia mengambil secarik kertas diatasnya dan membukanya.
'Untuk Letnan Hyejin,'
"Singkat sekali, tapi kenapa menggunakan Letnan?" Gumam Hyejin.
'Berarti pengirim nya mengenalku sebagai Letnan di kepolisian.' Batin Hyejin.
Karena ada beberapa hal yang dirahasiakan oleh kepolisian pada publik. Salah satu contoh, dirinya, Soojin, dan Sunhyung yang menjadi Letnan.
Lalu dia meletakkan kertas itu dimeja dan beralih membuka kotak nya.
Dan yang ada didalam kotak itu berbeda jauh dari perkiraan nya. Hanya sebuah keras lain.
"Ini orang lagi gabut apa gimana sih?" Kesal Hyejin lalu mengambil kertas itu dan melihat isinya.
pergilah ketempat yang ku katakan, jangan sampai ada anggota polisi atau orang lain yang tau hal ini, atau aku akan mengirimkan korban kedelapan. Ikuti perintah dariku.'-Cold-Blooded Killer.'
Hyejin membelakkan matanya setelah membaca surat itu.
Lalu dia menyimpan kotak dan kertas yang ada di atas kotak tadi ke laci mejanya dan langsung mengambil tasnya.
__ADS_1
"Anda ingin kemana bu guru Lee?" Tanya seorang guru pria yang duduk di disamping Hyejin.
"Saya harus pergi karena urusan pribadi, tolong berikan tugas apa pun itu pada para murid yang ada jam pelajaran saya. Saya permisi." Balas Hyejin dengan cepat.
"Ta-tapi kan--" Belum sempat guru itu menyelesaikan kata-katanya Hyejin lebih dulu berlari pelan keluar dari ruang guru.
"Pelajaran ibu ada 5 kelas lagi," Lanjut guru itu lalu dia menghela nafas pelan. "Bagaimana aku bisa memberikan tugas pada 5 kelas sekaligus? Kenapa selalu saja aku yang terkena masalah ini ketika ada guru yang tiba-tiba pergi." Guru itu mengacak-acak rambutnya.
Di luar sekolah.
Hyejin mengeluarkan kertas yang ada di dalam kotak yang sempat dia bawa.
"Bagaimana aku bisa mengikuti perintahnya kalau tidak ada petunjuk apapun?" Gumam Hyejin membolak-balikan kertas itu. Dan tidak ada apapun selain kalimat tadi.
Tiba-tiba ponselnya berdering, Hyejin menyeronggoh tasnya mencari ponselnya.
Dan ketika menyalakan ponselnya yang hanya tertera di layar hanyalah nomor, yang artinya itu adalah nomor tak dikenal.
Hyejin dengan ragu menjawab telpon itu.
ππ±: "Yeobeseo?"
ππ±: "Dengan mudahnya kau mengikuti permintaanku dan langsung izin keluar?"
Hyejin cukup terkejut saat mendengar suara si penelpon.
ππ±: "Bagaimana kau bisa mendapat nomorku? Selain itu bagaimana kau bisa tau aku sudah ada diluar?"
ππ±: "Tidak ada, aku tidak memberitahu siapapun." Balas Hyejin.
ππ±: "Naik ke mobilmu, lalu pergi ke taman di pinggir kota sebelah timur. Setelah sampai tunggu perintah dari ku."
Telpon itu langsung dimatikan sepihak oleh si penelpon.
Hyejin menatap layar ponselnya sesaat, lalu langsung bergegas menuju mobilnya. Dia langsung melaju menuju tempat yang dikatakan oleh tersangka.
...βββ¦ββγ...
Sudah hampir setengah jam Soojin berjalan mondar-mandir di ruangan sambil memainkan ponselnya. Dan Sunhyung yang sedang bersandar di brangkar hanya bisa menatap wanita itu dengan tatapan kesal.
"Bisakah kau berhenti mondar-mandir seperti setrikaan baju? Kau semakin membuat kepala ku pusing." Kesal Sunhyung.
Karena Sunji sedang keluar untuk suatu urusan, Soojin diminta untuk menemani Sunhyung. Ya seperti yang diketahui orang lain, mereka berdua terkadang kurang akrab, jadi sedikit menolak permintaan Sunji sebelumnya.
"Bagaimana aku bisa berhenti, sudah berkali-kali aku menghubungi Hyejin eonnie, beberapa saat yang lalu dia aktif tapi sedang dalam panggilan lain, ketika aku menelponnya dia malah mematikan ponselnya." Balas Soojin.
"Mungkin dia masih dikelas, karena itu langsung mematikan ponselnya, lagipula kenapa kau panik seperti itu?" Kata Sunhyung.
"Itu bisa saja sih, tiba-tiba aku merasakan firasat buruk mengenai kondisi Hyejin eonnie." Ucap Soojin menatap layar ponselnya.
"Karena hari ini jumat tanggal 13? Ayolah, jangan percaya hal yang seperti itu. Coba nanti kau hubungi Hyejin nuna setelah beberapa saat." Ucap Sunhyung.
__ADS_1
"Hah, arraseo." Kata Soojin menghela nafas pelan lalu berjalan mendekati sofa tak jauh dari tempat dia berdiri tadi lalu duduk disana. Meskipun sudah cukup tenang tapi dia masih saja mengirimkan pesan ke nomor Hyejin.
Sunhyung ikut menghela nafas lalu mengambil laptop nya yang ada di atas meja disamping brangkar nya. Dia mengetikkan sesuatu di laptopnya lalu muncul sebuah gambar di layar laptop.
"Apa yang sedang lakukan?" Tanya Soojin.
"Kau mengkhawatirkan Hyejin nuna, jadi aku mencoba melacak dia sekarang." Balas Sunhyung tanpa melihat Soojin.
"Apa sudah ketemu?" Tanya Soojin berdiri lalu berjalan mendekati Sunhyung.
"Hmm," Sunhyung hanya brrdehem sambil mengangguk pelan. "Sekarang dia sedang menuju kearah timur." Kata Sunhyung.
"Taman sebelah timur?" Tanya Soojin ikut melihat laptop Sunhyung yang menunjukkan titik merah yang bergerak ke arah timur dipeta kota.
"Tapi dia bilang akan mengajar kelas sampai sore ini, kenapa tiba-tiba pergi kearah timur?" Gumam Soojin.
"Coba kau hubungi dia sekarang." Kata Sunhyung.
Soojin menyalakan ponselnya lagi lalu menghubungi Hyejin untuk kesekian kalinya.
Namun sama seperti sebelumnya, tidak diangkat.
"Hah.. Dia tidak mengangkatnya." Kata Soojin.
...βββ¦ββγ...
Sedangkan ditempat Hyejin. Dia baru saja sampai ditaman yang dimaksud pelaku.
Hyejin langsung turun dari mobil dan masuk ke taman dan mencari orang yang mungkin terlihat mencurigakan.
Dan tidak lama kemudian ponselnya kembali berdering. Saat Hyejin melihatnya yang tertera dia layar adalah nomor tadi.
ππ±: "Yeobeseo?"
ππ±: "Ambil ponsel yang ada di bangku di belakang mu, lalu tinggalkan ponselmu ditempat yang sama."
Hyejin membalikkan tubuhnya dan melihat sebuah ponsel berwarna putih yang diletakkan di bangku taman berjarak 10 meter dar tempat dia berdiri.
Dia langsung menghampiri dan mengambil ponsel itu dan bertepatan dengan panggilan dari pelaku yang dimatikan, tidak lama kemudian panggilan yang sama masuk ke ponsel yang diambil Hyejin barusan. Dia langsung mengangkat panggilan itu.
ππ±: "Jika sudah, pergilah dari taman itu menggunakan taksi, dan datanglah keΒ rumah nomor 24 dijalan Myondong."
ππ±:"Arraseo." Telpon itu kembali di matikan sepihak oleh pelaku. Hyejin meletakkan ponselnya di bangku tadi dan langsung pergi ketepi jalan untuk mencari taksi.
Dan tidak lama setelahnya Hyejin naik ketaksi dan langsung memberitahukan tujuannya.
'Untuk sementara aku hanya bisa mengikuti perintah orang ini sampai aku menemukan hal yang berguna.' Batin Hyejin menatap ponsel yang dia tukar dan menggenggamnya erat.
...βββ¦ββγ...
Maaf sedikit slow update. Mungkin ada sedikit perubahan dengan daftar karakter, tanggal 28 kemarin kan usia Korea diubah sesuai usia internasional, jadi ngak susah lagi nginget usia bias lagiπ€
__ADS_1
Rencananya waktu itu mau up tapi ngak jadi karena kuota sekarat _- Emang ngajak bertumbuk. Oke sekian Terima kasih sudah membaca cerita ini, bye π