A Girls Revenge

A Girls Revenge
11.Petunjuk mengenai kode batang


__ADS_3




"Baiklah, meskipun kalian menemukan mayatnya, itu sudah cukup bagiku. Yang terpenting aku masih bisa melihat nya untuk terakhir kali sebelum dia diantarkan di peristirahatan terakhir." Ucap Minjung.


"Sekali lagian ku minta maaf." Kata Seojun.


"Tak apa, kematian tidak ada yang bisa mengetahui nya," Balas Minjung. "Baiklah, aku permisi, kalian juga masih rapat, kan?"


"Tentu, kami hanya akan membahas kasus ini dan menyelidiki kematian Oh Ju Young." Balas Seojun.


"Aku permisi." Minjung membungkuk kan badanya lalu berjalan keluar ruangan.


Dan bertepatan dengan Minjung yang keluar, Soojin dan Sunhyung datang dan masuk keruangan itu.


"Apa dia temanmu yang bernama Han Minjung itu? Pacarnya Oh Ju Young?" Tanya Sunhyung.


"Ya," Singkat Seojun.


"Entah kenapa dia terasa tidak asing?" Ucap Soojin.


"Dia adalah koki profesional, dia biasa dipanggil Chef legendaris." Jawab Seojun.


"Ehh?! Maksudnya Chef Han Minjung yang terkenal itu?!" Kaget Soojin.


"Nee, wae?" Tanya Seojun.


"Aku adalah salah satu penggemarnya, aku sangat mengagumi semua resep hidangan yang dia buat sendiri!" Girang Soojin.


"Heh, baiklah kalau begitu, aku akan memberitahu nya agar kalian bisa bertemu lain waktu." Ucap Seojun tersenyum tipis.


"Sungguh?! Terima kasih Seojun oppa?!" Ucap Soojin dengan senang lalu memeluk Seojun.


"Sama-sama." Balas Seojun menepuk kepala Soojin layaknya seorang adik.


"Sudah selesai acara mengobrol dan berpelukan nya? Jika sudah ayo kita mulai rapatnya." Celetuk Sunhyung sambil melipat tangannya di depan dada. Dan disebelah nya ada Hyejin yang baru datang dengan beberapa tumpuk berkas di tangannya.


"Baiklah, ayo." Balas Seojun. Soojin melepaskan pelukannya, lalu Seojun memimpin jalan menuju ruang rapat.


Mereka berempat masuk ke ruang rapat lalu menyiapkan segela sesuatu yang akan dibahas nanti.

__ADS_1


Tidak lama kemudian ada empat orang yang memakai seragam sama seperti yang dipakai Soojin dan yang lainnya. Mereka adalah kepala pemimpin dari empat divisi lain.


Di markas kepolisian itu terdapat lima divisi utama, diantaranya divisi detektif, divisi penyelidikan, divisi keamanan, divisi penangkapan, dan terakhir divisi pengatur.


Divisi detektif adalah divisi yang bertugas untuk memecahkan kasus yang terjadi dan mencari pelaku kejahatan.


Sedangkan divisi penyelidikan adalah divisi yang bertugas untuk menyelidiki kasus atau serangkaian kejahatan yang terjadi.


Divisi keamanan bertugas untuk menjaga keamanan warga ketika terjadi masalah di kota.


Divisi penangkapan bertugas untuk menangkap pelaku yang merupakan dalang yang membuat masalah di kota.


Divisi pengatur bertugas untuk mengatur segala hal didalam kota, mulai dari lalu lintas, kegiatan anggota polisi, hingga jumlah polisi yang akan dikirim untuk membantu divisi lain jika masalah memuncak.


"Baiklah mari kita mulai rapat hari ini," Ucap Seojun.


"Yang akan dibahas adalah pelaku utama pembunuhan berantai, pelaku selalu membuat tanda kode batang pasa punggung tangan korban-korbannya."


"Lalu kemarin malam terjadi kecelakaan beruntun, dan anggota kepolisian yang kesana menemukan korban ketujuh pembunuh kode batang itu yang bernama Oh Ju Young." Hyejin mulai menjelaskan masalah kasus Oh Ju Young.


"Apa ada petunjuk mengenai kecelakaan itu?" Tanya seorang pria yang merupakan pemimpij dari divisi penyelidikan, namanya Min Yoona.


"Tidak ada, CCTV di dekat lokasi kecelakaan telah dirusak, dan mobil tempat korban ditemukan juga mobil curian." Jawab Sunhyung.


"Kurasa pelaku melakukan trik yang sama beberapa kali dalam membunuh korban-korbannya." Sahut balik seorang wanita perwakilan dari divisi penangkapan, namanya Sung Harin.


"Mengenai para korban, apa ada motif untuk pembunuh itu membunuh mereka?" Tanya seorang pria perwakilan dari divisi pengatur, namanya Ko Junghwa.


"Untuk saat ini belum ditemukan apa motifnya," Balas Seojun. "Tapi kami menemukan sesuatu mengenai tanda kode batang pada setiap punggung tangan para korban." Lanjut Seojun. Lalu dia melihat kearah Soojin mengkode sesuatu.


Soojin mengangguk lalu berdiri dari duduknya dan berjalan ke arah laptop yang disediakan dibagian depan ruang rapat serta sudah terhubung dengan projector.


Soojin mengetik dengan cepat dan projector itu langsung mengeluarkan gambar di layar putih, gambar itu menunjukkan beberapa kode batang di buku cerita, dan dibawah gambar itu adalah foto kode batang yang diukir di tangan para korban.


"Kami menemukan kalau kode batang disetiap punggung tangan korban berhubungan dengan kode batang yang ada di sebuah buku cerita,"


"Jika dilihat dari urutan korban, urutan nya sama dengan kode batang yang menunjukkan tahun penerbitan buku itu." Jelas Soojin.


"Lalu dari mana buku itu diterbitkan?" Tanya Yoona.


"Dari perusahaan yang sudah ditutup 20 tahun yang lalu, pelaku menggunakan buku terbitan sebuah perusahaan yang sudah tutup sejak lama agar tidak ada yang menyadari kode batang di buku itu." Balas Soojin.


"Berapa buku yang diterbitkan oleh perusahaan itu?" Sahut Harin menyadari sesuatu.

__ADS_1


"Ada 10 buku, setelahnya mereka langsung metutup perusahaan." Balas Soojin.


"Korban pertama terjadi 12 tahun yang lalu, korban kedua 10 tahun yang lalu, korban ketiga dan keempat 8 tahun yang lalu, korban kelima 5 tahun yang lalu, korban keenam 3 tahun yang lalu, dan sekarang korban ke tujuh kemarin malam. Jadi kemungkinan masih ada 3 korban lagi dalam waktu dekat ini." Ucap Seojun.


"Baiklah, aku akan meningkatkan keamanan warga selama beberapa waktu kedepan." Ucap Minseok.


"Akan kubantu dengan menyelidiki kasus korban sebelumnya, mungkin kita bisa menemukan sebuah petunjuk." Ucap Yoona.


"Kalau begitu divisi penangkapan, pengatur, dan detektif tetap melakukan tugas seperti biasa sampai ada petunjuk mengenai pembunuh itu." Ucap Junghwa.


"Baiklah kalau begitu, rapat hari ini kita sudahi dan akan dilanjutkan besok." Ucap Seojun berdiri dan di ikuti oleh yang lain.


Mereka semua pun keluar dari ruang rapat dan melakukan kegiatan masing-masing.


Sekarang Sunhyung dan Soojin sedang berada di ruang kerja Sunhyung. Mereka berdua memutuskan akan mencoba melacak pelaku sekali lagi.


Sudah hampir setengah jam Sunhyung berkutip dengan laptop dimejanya.


"Ck, hais, jinjja." Kesal Sunhyung menutup laptopnya dengan kencang, atau lebih tepatnya membatingnya.


"Wae?" Tanya Soojin tanpa melihat Sunhyung karena sibuk mengupas kulit apel menggunakan pisau lipat yang selalu dia bawa dan dia simpan di balik bajunya.


Dia sedang duduk di sofa tak jauh dari meja Sunhyung omong-omong.


"Lagi-lagi sistem ku yang bermasalah." Balas Sunhyung bersandar di kursi dan memijat kepalanya yang mulai terasa pusing.


"Apa mungkin memang benar dia memprogram sesuatu agar setiap sistem yang digunakan untuk melacaknya menjadi bermasalah?" Pikir Soojin.


"Sepertinya kita hanya bisa mengikuti waktu saja, dan menunggu petunjuk yang mengarah ke pelaku." Kata Sunhyung.


"Kalau yang kuharapkan semoga pelaku muncul didekat kita dan kita bisa menangkapnya." Cetus Soojin memakan sepotong apel.


"Oh ya, maaf jika aku mengungkitnya, kau dulu pernah melihat pelaku lembut korban kedua dan ketiga yang tak lain adalah orang tuaku, bukan?" Tanya Sunhyung.


Soojin berhenti memotong apelnya lalu dia tersenyum tipis, "Tak apa, lagipula aku juga sudah mulai terbiasa," Balas Soojin.


"Ee, bicara soal aku melihatnya, aku tidak begitu mengingat wajahnya karena penerangan saat itu sangat redup, dan dia juga memakai jaket dan tudung sehingga aku tidak bisa melihat wajahnya." Lanjut Soojin mencoba mengingat pelaku peristiwa paling mengerikan dalam hidupnya.


"Dalam beberapa kesaksian saksi mata yang sempat melihat pelaku saat korban ke empat dan ke enam juga sama. Pelaku selalu menggunakan jaket bertudung setiap menaruh korban ditempat yang mudah ditemukan. Baiklah kita bahas ini lain kali saja," Kata Sunhyung. Lalu dia melihat jam tangan yang dikenakannya yang menunjukkan pukul 11.24.


"Bagaimana kalau kita makan siang dulu sebelum mengurus kasus ini? Sekalian aku ajak Sunji?" Saran Sunhyung menatap Soojin yang masih sibuk dengan apel digenggamannya.


"Baiklah, ayo." Soojin berdiri dari duduk nya dan diikuti Sunhyung.

__ADS_1


__ADS_2