
“Kami hanya ingin mengetahui mengenai gerak-gerik dari Klan Samiri yang sudah menghancurkan kota kalian ini. Kami juga ingin tahu mengenai beberapa hal yang berhubungan dengan Kristal Dewa!” tegas Alafin.
Ratusan orang yang ada disana langsung terdiam, mereka hanya memandang dengan marah pada Laila yang terlihat bersembunyi di belakang Mansa.
“Memangnya apa urusanmu? Apakah kamu petugas kekaisaran yang ingin membela kami dan memburu Klan Samiri itu? Aku katakan pada kalian bahwa itu semua sudah terlambat!”
Salah satu dari pentolan orang-orang itu berbicara tegas, dia maju ke hadapan Alafin tanpa rasa takut sama sekali, dia berperawakan layaknya Kakek Tua dengan Tongkat Kayu di tangannya.
“Kami hanya ingin tahu saja, siapa tahu kami bisa membantu kalian membangun kembali kota ini, meskipun kami hanya bertiga, jangan pernah meremehkan kekuatan kami!” tegas Alafin.
“Apalagi sikap kalian pada salah satu temanku ini, aku tidak bisa mentolerirnya sama sekali, kalau kalian ingin bertarung maka majulah, aku akan menghadapi kalian seorang diri!” sambung Alafin.
Alafin mengeluarkan tekanan setara dengan Nirwana miliknya, sampai-sampai membuat semua orang yang ada di sana tidak bisa bergerak bebas, karena tekanan itu begitu kuat.
*BRAK!
__ADS_1
Kakek Tua Tongkat Hitam tadi menggebrak tanah di bawahnya dengan tongkatnya itu, kemudian sebuah tekanan yang sama kuatnya dengan Alafin terbentuk dan tabrakan tekanan itu membuat banyak orang pingsan seketika.
“Oh sepertinya masih ada orang kuat di antara keturunan Aamori ya? Sayangnya kalian malah mengusir orang yang seharusnya mewarisi kekuatan dari leluhurnya itu dengan embel=embel menjijikan itu!”
Alafin menguatkan tekanannya dengan menambahkan hawa membunuh ke dalamnya. Mengenai apa yang dikatakannya itu mengarah pada Laila yang dikucilkan oleh keluarganya sendiri.
“Kamu tahu mengenai Leluhur Aamori, sepertinya kamu bukan orang biasa. Bagaimana kalau kita menghilangkan semua tekanan ini dan berbicara layaknya seorang Petarung Sejati?” tanya Kakek Tua Tongkat Hitam itu.
“Boleh saja, tapi selama masih ada orang yang menghina Laila dengan tatapan menjijikan seperti yang sudah kalian lakukan sebelumnya, maka jangan salahkan aku untuk membunuhnya!” tegas Alafin.
“Baiklah, kami menyerah, untuk sementara aku akan memerintahkan semua orang untuk tidak melakukan hal buruk pada perempuan itu!” jawab Kakek Tua Hitam itu.
“Begitulah seharusnya kalian bersikap sebagai seorang Ahli Nujum yang sangat terkenal, apalagi mengingat kekuatan tersenyumbunyi kalian yang sangat besar itu! Sebuah kekuatan dari langit!” ucap Alafin menghentikan tekanannya.
“Kamu benar-benar sesuatu anak muda, kami tidak pernah mengungkapkan kekuatan kami keluar, bahkan yang tahu kami memiliki hal itu hanya beberapa orang saja, kamu sangat misterius,” ucap Kakek Tua Hitam itu.
__ADS_1
“Kamu tidak perlu tahu kenapa aku bisa mengatakan ini semua, karena pada dasarnya aku sudah mengetahui mengenai banyak hal, termasuk alasan tersembunyi kalian tentang Laila!” tegas Alafin.
Mata dari Kakek Tua Hitam itu terbelalak hebat, dia bisa melihat bahwa Alafin tidak main-main dengan ucapannya. Melihat hal itu, dia buru-buru mempersilakan Alafin dan dua temannya untuk masuk ke dalam rumahnya.
Kakek Tua itu juga mengundang beberapa orang yang merupakan petinggi atau sekiranya adalah sesepuh dari para Ahli Nujum kota itu, setelah itu mereka semua berdiskusi dengan baik, tidak seperti sebelumnya.
***
Di Rumah Kakek Tua Tongkat Hitam.
“Sekarang aku ingin bertanya padamu mengenai beberapa hal, jika kamu bisa menjawabnya, kami akan menerimamu dan temanmu itu, kalau tidak maka kami tidak bisa memberikan informasi apapun,” tegas Kakek Tua Tongkat Hitam.
“Ya aku akan mengatakannya sekali lagi mengenai alasan kalian membuat Laila dikucilkan, karena kalian sebenarnya ingin melindunginya dari bajingan-bajingan Ahli Nujum yang berkomplot dengan Klan Samiri itu bukan?” jawab Alafin santai.
Tapi pertanyaannya itu malah membuat semua orang yang ada di ruangan itu terbelalak kaget, bahkan Laila juga termasuk di dalamnya.
__ADS_1
“Ba– bagaimana bisa kamu mengatakan hal tidak masuk akal itu Alafin. Bahkan sedari kecil aku sudah diperlakukan tidak baik oleh mereka semua. Bagaimana bisa kamu mengatakan bahwa mereka ingin melindungiku!” marah Laila.