
“Bajingan sialan! Siapa mereka berempat ini? Kenapa tiba-tiba mereka menyerang kita?” Salah satu Jenderal Pasukan terdesak karena serangan dari Tombak Mansa yang sangat kuat.
“Kalian semua tidak perlu tahu siapa kami, yang pasti kalian semua hari ini akan mati menggantikan semua murid yang sudah kalian bunuh hari ini! Matilah!” Mansa melanjutkan serangannya sampai benar-benar membuat jenderal di depannya sekarat.
Tak butuh waktu lama sampai akhirnya Alafin dan ketiga orang temannya berhasil menyelesaikan sekitar 12 Jenderal Pasukan yang sudah ditinggal pasukannya itu.
“Untung saja mereka memerintahkan pasukannya untuk kembali ke kerajaan terlebih dulu, karena tidak mau berita mengenai Kristal Dewi Matahari ini menyebar, hal itu sangat memudahkan kita,” ucap Alafin setelah memenggal kepala jenderal terakhir.
“Benar sekali, mereka terlalu percaya diri dan menganggap semuanya akan berjalan sesuai rencana. Untunglah kita datang di saat yang tepat, sebelum mereka semua mendapatkan Kristal Dewi Matahari tadi,” jawab Mansa yang sudah selesai.
“Kalian berdua memang benar-benar cocok, sama-sama sangat sadis dalam membunuh musuh. Sejak kapan juga, kekuatanmu sudah naik drastis seperti ini Mansa?” tanya Laila yang sudah kembali seperti semula.
“Benar, sewaktu masuk ke Oase Kehidupan, sepertinya kekuatanmu masih di Ranah Nirwana. Kenapa tiba-tiba kamu bisa mengeluarkan kekuatan setara Ranah Saint barusan?” tanya Safiya yang ikut nimbrung setelah menyelesaikan tugasnya.
__ADS_1
“Biarkan itu menjadi rahasiaku dan Alafin saja, menjadi lebih kuat bukan merupakan hal buruk, bukan? Sekarang lebih baik kita berbicara dengan beberapa pak tua yang ada di sana,” ucap Mansa menunjuk Ketua Sekte dan Para Tetua.
[Selamat! Master mendapatkan 19 miliar PP dan 1,9 miliar PS.]
Alafin mengangguk paham, dia kemudian memimpin ketiga temannya untuk mendekat ke arah Ketua Sekte dan Para Tetua yang ada di sana.
“Salam Para Pejuang! Terima kasih karena sudah membantu kami, kami benar-benar tidak menyangka masih ada orang baik yang mau menolong sekte kami ini,” ucap Ketua Sekte itu merendah.
“Kami yang sangat senang dan sangat berterima kasih juga karena kalian semua masih rela serta menjaga amanah untuk tetap mempertahankan Batu Kristal Dewi Matahari itu,” jawab Alafin sambil memberikan hormat bela diri.
“Oh, Anda juga ikut menyaksikan saya kala itu ya? Benar, itu adalah saya! Sudah lama sekali kita tidak berjumpa, serta maafkan saya karena waktu itu tidak bisa langsung menerima ajakan Anda,” jawab Alafin.
“Tidak masalah sama sekali, ngomong-ngomong soal Batu Kristal ini, kenapa kamu bisa menyebutkan dengan detail namanya. Atau jangan-jangan kamu dari kelompok lain yang juga ingin memiliki Kristal Dewi Matahari ini?” tebak Tetua itu.
__ADS_1
“Jangan salah paham! Daripada saya menjelaskan secara panjang lebar, bagaimana kalau saya langsung membuktikan bahwa saya memiliki darah dari Kaisar Arabaz yang merupakan pemilik asli dari Kristal ini?” tanya Alafin.
“Ka– kamu merupakan keturunan dari Sang Kaisar Agung? Apakah itu benar? Bisakah kamu membuktikan mengenai perkataanmu dengan meneteskan darahmu ke Kristal Dewi Matahari ini?” tanya Ketua Sekte memotong pembicaraan.
“Boleh saja, silakan…” Alafin menyayat sebagian kecil jempolnya, kemudian mengucurlah beberapa tetes darah. Ketua Sekte langsung menadahnya dengan Batu Kristal Dewi Matahari yang berbentuk bulat sempurna itu.
Darah Alafin langsung terserap dengan sangat cepat. Setelah menunggu beberapa saat, Kristal Dewi Matahari yang awalnya berwarna merah darah, sekarang berwarna merah oranye dan memiliki cahaya yang sangat terang serta menyilaukan.
[Kekuatan Unik Garis Keturunan telah ditemukan! Pemasangan Kekuatan Kristal Dewi Matahari akan dimulai sekarang juga! Harap Master tetap sadar dalam proses pemasangan ini!]
*BOOOOOOM!
Kristal Dewi Matahari yang dipegang oleh Ketua Sekte itu langsung terlempar begitu saja ke langit. Begitu juga dengan tubuh Alafin yang ikut terangkat ke atas.
__ADS_1
“JANGAN PANIK! DIA AKAN MEMBANGKITKAN KEKUATAN ASLINYA!” Safiya menahan orang-orang yang berniat menyelamatkan Alafin, karena menganggap Kristal Dewi Matahari itu bisa membakar tubuh Alafin.