ABSOLUTE WINNER SYSTEM

ABSOLUTE WINNER SYSTEM
BAB 034 - Akhirnya Kita Bertemu Lagi, Safiya!


__ADS_3

“Jangan bergerak, secepat apapun kamu, kami sudah memberikan sebuah segel peledak pada wanita ini, jika kami sampai mati atau terluka sedikitpun, maka wanita ini akan mati!” teriak Orang Bertudung itu.


Alafin menjadi serba salah, dia kemudian memandang Mansa dan Laila yang tengah memegang Kristal Dewa yang berhasil mereka dapatkan itu.


“Berikan Kristal Dewa pada mereka, asalkan Wanita itu selamat, bahkan jika harus melawan Kaisar Tirani Pharaoh lagi, aku akan tetap melakukannya!” pinta Alafin memelas pada Mansa dan Laila.


Mansa yang tidak pernah melihat sahabatnya itu sehancur ini langsung berpikiran untuk menyerahkan Kristal Dewa itu pada Orang Bertudung itu, tapi…


“Memangnya siapa wanita itu? Apakah dia lebih penting dari dunia ini? Dengan Kristal Dewa yang sudah berada di tangan kita ini, maka dunia akan selamat!” tegas Laila.


“Mengorbankan satu orang saja adalah hal yang biasa daripada semua orang di dunia ini masuk dalam kekacauan!” tegas Laila tidak ingin menyerahkan Kristal Dewa.


Alafin yang melihat itu sangat geram, sampai tanpa sadar dia mengeluarkan tekanan kekuatannya dan mengatakan kata-kata yang kasar pada Laila.

__ADS_1


“Bahkan jika ada 1000 orang sepertimu sebagai pengganti wanita yang ada di tangan mereka itu, aku sama sekali tidak akan menganggapmu!” tegas Alafin.


“Cepat serahkan Kristal Dewa itu pada mereka, sebelum aku berubah pikiran dan membunuhmu untuk mengambil Kristal Dewa itu!” Alafin mengeluarkan hawa membunuh yang sangat pekat.


Mansa tidak menyangka Alafin mengatakan hal itu, tapi sebagai seorang laki-laki, dia paham betul dengan apa yang dirasakan oleh sahabatnya itu.


Itu adalah rasa cinta yang besar, bahkan jika dunia dibandingkan dengan hal itu, maka orang itu akan merelakan dunia itu hancur, dibandingkan kehilangan kekasihnya.


“Jangan buat Alafin semakin marah, berikan saja Kristal Dewa ini pada mereka, kita masih memiliki persiapan untuk mengalahkan Kaisar Tirani Pharaoh di masa depan!” tegas Mansa mengambil Kristal Dewa itu paksa dari tangan Laila.


Para Orang Bertudung itu langsung mengambil Kristal Dewa itu dan langsung pergi menggunakan Array Sihir Teleportasi, mereka tidak mau membuang tenaga untuk bertarung dengan Alafin yang tengah mengamuk itu.


Ketika wanita yang tadi disandera itu dilepaskan, Alafin langsung menghampirinya dan memeluknya dengan sangat erat.

__ADS_1


“Akhirnya kita bertemu lagi, Safiya! Kamu pasti sudah melewati banyak hal yang menyakitkan di dunia ini, maafkan aku baru bisa kemari sekarang,” ucap Alafin memeluk Safiya, seakan-akan tidak ingin melepaskannya sama sekali.


“Aku juga senang kamu masih mengingatku, maafkan aku, karena diriku juga kamu harus merelakan Kristal Dewa untuk diberikan pada musuh, aku benar-benar menyesal!” ucap Safiya memberikan tubuhnya dipeluk erat oleh Alafin.


Pemandangan ini membuat Laila yang menaruh hati pada Alafin kecewa berat, dia yang memiliki ambisi lain di hatinya sangat terpukul karena ternyata Alafin sudah memiliki kekasih yang tak pernah diceritakan.


Mansa yang melihat hal itu juga tak kalah kecewa, dia bisa tahu bahwa di mata Laila ada sebuah rasa cemburu yang besar. Dia sendiri tidak ingin merusak suasana lebih dalam lagi, akhirnya dia hanya bisa diam saja sampai semuanya berakhir.


“Bagaimana kabar ayahmu, apakah dia sudah menunaikan kewajibannya dan kamu menggantikannya menjadi Pemimpin Klan Arabaz?” tanya Safiya masih dalam pelukan Alafin.


“Dia sudah mati.”


“APA MATI! SIAPA YANG BERANI MEMBUNUH AYAHMU!” Safiya tiba-tiba menjadi begitu sedih dan tidak terkendali, sangat berbeda dengan rasa tenangnya sebelumnya, bahkan ketika disandera tadi, dia tidak menunjukkan ekspresi ini.

__ADS_1


“Dia mati karena…”


__ADS_2