
Para Tetua yang ada di belakang Kakek Tua itu terlihat sangat terkejut, mereka semua bahkan hampir saja menyerang Alafin karena telah membuka mengenai apa yang selama ini mereka simpan rapat-rapat.
“Kalian semua hentikan!” Kakek Tua Hitam itu sudah membuat keputusan untuk membuka semua hal yang berkaitan Laila.
“Entah kamu tahu dari mana mengenai hal yang sangat penting ini, tapi semua yang kamu katakan benar dan aku tidak akan menyangkalnya, kami tahu kamu juga memiliki rahasia sendiri kenapa bisa tahu mengenai hal ini…”
Kakek Tua Hitam itu kemudian memunculkan wujud aslinya, dirinya yang sebelumnya seorang kakek-kakek telah berubah wujud dan menjadi seorang Pria Paruh baya yang sangat tampan dan memiliki wajah mirip dengan Laila.
“A– ayah…” Laila yang melihat bahwa kakek tua yang selama ini sangat dibencinya ternyata adalah ayahnya sendiri, dia tidak menyangka bahwa ayahnya tega melakukan hal itu.
“Ke– kenapa ini semua bisa terjadi? Siapa yang akan menjelaskan mengenai kenapa kalian semua memusuhiku, sampai kalian memberikan julukan Anak Terkutuk padaku?” tanya Laila sangat marah.
“Cepat kelaskan Ayah! Kenapa kamu melakukan hal ini padaku! Kalian juga para tetua?! Kenapa kalian semua melakukan ini padaku, apakah aku benar-benar pembawa kutukan untuk kalian semua?”
__ADS_1
“Apakah kalian tahu bagaimana aku menjalani masa kecilku yang sangat menyeramkan itu? Kenapa kalian begitu tega mempermainkan perasaanku semenjak kecil? Kalian bahkan juga sampai mengusirku!”
“Dan sekarang kalian mengakui bahwa itu semua demi melindungiku? Sangat tidak masuk akal, ini semua benar-benar tidak masuk akal, kalian semua adalah orang yang munafik! Benar-benar munafik!”
Laila mengeluarkan semua uneg-uneg yang ada di kepalanya, dia tidak tahu lagi harus percaya pada siapa sekarang, bahkan keluarga terdekatnya sendiri yang merencanakan ini semua.
“Ini semua tidak seperti yang kamu pikirkan Putriku, kami benar-benar melakukan ini semua hanya demi melindungimu, percayalah pada Ayah,” pinta Pria Paruh Baya dengan nada memelas.
Alafin mengambil alih dengan mengeluarkan sedikit tekanannya untuk menghentikan Laila yang sangat histeris.
“Hentikan tangisan tidak berguna milikmu, meskipun aku tidak bisa memahami perasaan perempuan sepertimu, tapi kamu akan sadar mengenai pentingnya hal ini setelah mereka semua menjelaskan!” tegas Alafin.
“Alafin tidak sepantasnya kamu mengatakan hal itu pada Laila, kamu seharusnya membelanya, bukan malah memojokkannya!” Mansa melindungi dan mendekap Laila ke dalam pelukannya.
__ADS_1
[Master tidak boleh terlalu gegabah, bagaimanapun mereka masihlah seorang remaja, jiwa mereka juga adalah jiwa remaja, tidak seperti Anda. Jadi tolong tenanglah dan buat semuanya menjadi terkendali lagi.]
‘Kamu benar, Sistem. Sepertinya aku terlalu berlebihan…’
“Baiklah, aku minta maaf atas hal yang kukatakan sebelumnya, tapi mari kita dengarkan penjelasan detail mengenai kenapa harus sampai membuat Laila seperti itu,” ucap Alafin mengalihkan pandangannya pada Pria Paruh Baya tadi.
“Maafkan Ayah juga Anakku, benar kata salah satu temanmu ini, kalau kami tidak melakukan ini, maka kebangkitan Kaisar Tirani Pharaoh akan semakin cepat dan kamu akan mati!” Pria Paruh Baya itu mulai menjelaskan.
“Andaikan takdir ini tidak jatuh padamu, mungkin Ayah juga sangat senang memiliki putri berbakat dan cantik sepertimu, sayangnya semua keinginan itu terbentuk oleh takdir yang ada dalam dirimu,” sambungnya lagi.
“Kamu masih ingat bukan mengenai kematian Ibumu? Dia juga kemudian menurunkan sebuah Bola Sihir Hitam dan Serbuk Sihir Bulan yang ada sekarang ada di kalungmu itu, bukan?” tanya Pria Paruh Baya itu mendekati Laila.
“Jangan mendekat!” teriak Mansa.
__ADS_1