ABSOLUTE WINNER SYSTEM

ABSOLUTE WINNER SYSTEM
BAB 027 - Melewati Banyak Lantai Langsung.


__ADS_3

Sampai di Labirin Kerajaan Matahari. Sebuah labirin yang tersembunyi di bawah sebuah tebing tinggi di bagian timur reruntuhan kerajaan Matahari yang berdiri ribuan tahun yang lalu.


“Kita sudah berada di pintu masuk labirin ini, apakah kalian merasa ada yang aneh dengan energi yang keluar dari dalam ini?” Alafin menahan kedua temannya untuk tidak masuk terlebih dulu.


“Biarkan aku yang memimpin ke dalam Alafin, aku akan menjaga bagian depan, sedangkan kamu menjaga bagian belakang.” Mansa langsung masuk ke dalam labirin.


‘Sepertinya dia ingin unjuk gigi di depan Laila, sepertinya dia sudah salah paham akan sesuatu, aku akan menjelaskan padanya nanti,’ batin Alafin mengikuti dari belakang.


Akhirnya mereka bertiga masuk ke dalam labirin tanpa memedulikan energi sihir aneh yang dirasakan oleh Alafin sebelumnya.


Beberapa saat kemudian, mereka semua sudah sampai di lantai satu, disana mereka melihat sebuah padang pasir yang ditutupi es dengan suhu yang sangat rendah.


“Hati-hati jangan injak bunga-bunga es yang terbentuk di beberapa bagian di sana, siapa tahu itu adalah jebakan untuk siapa saja yang telah berani masuk ke dalam sini,” cegah Mansa.


Untuk pertama kalinya setelah setahun lamanya, akhirnya Laila kembali merespon Mansa lagi. Laila mendengarkan semua arahan yang diberikan oleh Mansa padanya.


Alafin yang melihat dari belakang senang dengan perkembangan itu. Dia tidak ingin mengganggu momon itu sebenarnya, tadi beberapa monster es tiba-tiba saja muncul.


*SRASH!

__ADS_1


“Hati-hati kalian berdua! Akan ada beberapa monster yang mendekat kesini, segera luaskan kesadaran spiritual kalian semua, jangan ada yang lengah!” tegas Alafin langsung berlari ke depan dengan Pedang Kematian Kuno miliknya.


*SLASH!


Dia membalas serangan jarak jauh dari monster tadi, benar saja tak sebuah gemeretak seperti bongkahan es yang hancur terdengar dari tempat mereka, lalu ratusan monster langsung muncul seketika.


Sebuah serangan bola es raksasa sudah meluncur ke tengah mereka semua, lalu ketiga orang itu langsung melesat cepat ke segala arah, mereka berpencar untuk menghindari bola es raksasa itu.


[Lantai ini memiliki sebuah inti sihir dan dikendalikan oleh sebuah Array Sihir. Jika Master bisa menemukan dan menghancurkan intinya, maka lantai satu ini bisa ditaklukkan dengan mudah, karena semua monster itu akan langsung mencair.]


“Yosh, aku sudah paham! Kalian berdua tolong urus semua monster es ini, aku akan mencari inti sihir yang mengatur lantai ini agar semua monster es yang sudah kita kalahkan ini tidak bangkit lagi!”


Setelah beberapa saat kemudian…


“Akhirnya aku menemukannya, tapi aku tidak mengerti mengenai gulungan ini, apa ini Sistem?”


[Ini adalah sebuah Gulungan Beladiri yang memiliki tingkatan skil setara dengan Rank SS. Gulungan ini memiliki nama Spear of Death yang cocok dengan Mansa.]


“Sepertinya ada istilah sekali mendayung dua pulau terlampaui benar-benar terjadi padaku, kalau begitu mari kita ambil gulungan ini dan hancurkan inti sihir lantai ini!”

__ADS_1


Alafin mengayunkan pedangnya pada sebuah bola kristal berwarna biru muda di depannya hingga hancur berantakan. Tepat setelah itu, semua bongkahan es di lantai satu itu mencair.


Dia langsung kembali ke dua temannya dan membantu mereka membunuh semua monster es yang masih bertahan, berbeda dengan sebelumnya, sekarang semua monster es itu tidak bangkit lagi dan semuanya sudah musnah.


“Baiklah, mari kita lanjut ke lantai berikutnya, kita akan menuruni tangga yang ada disana untuk bisa mencapai lantai bawahnya lagi.” Alafin memberikan petunjuk mengenai langkah mereka selanjutnya.


“Oh iya dan ini aku tadi menemukannya ketika menghancurkan inti sihir lantai ini, Gulungan Bela Diri ini bernama Gulungan Spear of Death yang sangat cocok untukmu, Mansa. Gunakanlah sekarang!” ucap Alafin.


“Kenapa tidak kamu gunakan sendiri saja Alafin, kamu–”


“Sudahlah jangan banyak tanya, lagipula aku bukanlah pengguna tombak, aku adalah pengguna pedang dan aku sudah memiliki skill pasif yang menguatkan tubuhku, jadi terima dan pelajarilah nanti,” potong Alafin.


“Kalau begitu mari kita lanjutkan perjalanan kita!” Ketiga orang itu menuruni tangga dan terus melewati seluruh lantai dengan cara yang sama.


Sampai akhirnya mereka tiba di lantai 10, mereka menemukan sebuah patung raksasa dan belum menemukan tangga lainnya untuk bisa terus lanjut ke bawah.


“Apa yang harus kita lakukan sekarang, kita hanya menemukan patung dari seseorang dengan tudung ini saja disini, kita sudah memeriksa semua dinding dan tidak ada mekanisme untuk membuka tangga ke bawah,” ucap Mansa.


Di tengah kebingungan mereka itu, Patung Raksasa yang ada di tengah lantai itu kemudian membuka matanya dan menyerang mereka bertiga dengan ganas.

__ADS_1


“AWAS ADA SERANGAN!” teriak Laila dari kejauhan.


__ADS_2