
“Adofo! Kamu dan seluruh Pasukan Immortal akan pergi bersamaku menuju Klan Arabaz! Kita akan berlatih di salah satu wilayah paling mematikan di sana, yakni Lembah Kalajengking Raksasa!” tegas Alafin.
“Kami siap, Tuan Muda!” jawab Adofo dan lainnya.
“Bagus kalau begitu mari kita berangkat semuanya! Wahai teman-temanku dan Para Tetua sekalian, kami akan melakukan perjalanan sekarang juga. Sampai jumpa 3 bulan dari sekarang,” ucap Alafin.
Dia memimpin Pasukan Khusus Immortal yang sudah terbang dengan kecepatan sangat tinggi. Dia menuju ke arah utara dan kemungkinan besar bisa mencapai wilayah yang diinginkan dalam waktu 2 hari perjalanan.
“Mari kita berangkat juga! Aku akan membawa 100 murid juga menuju Lembah Lebah Abadi di Barat! Sampai jumpa lagi semuanya…” Safiya juga langsung berangkat menuju tujuannya sendiri.
Mansa dan Laila juga melakukan hal yang sama, mereka berdua masing-masing membawa sekitar 100 murid. Dilanjutkan dengan 600 murid lainnya yang mengikuti Ketua Sekte dan Para Tetua.
Dalam waktu singkat, Sekte Matahari itu sudah kosong melompong seperti tidak ada kehidupan sama sekali. Namun disaat seperti ini malah muncul beberapa pengintai yang dikirimkan oleh Klan Samiri.
“Kenapa mereka semua malah berpencar seperti itu? Apa yang sebenarnya dilakukan oleh Sekte Matahari Tenggelam ini,” heran salah satu orang berpakaian hitam-hitam.
“Apakah mereka sudah tahu bahwa kita akan kemari? Tapi rasanya tidak mungkin! Apakah kita perlu mengikuti mereka Tetua Klan?” tanya salah satu bawahan lainnya pada pemimpin mereka.
__ADS_1
Seorang pria tua yang dipanggil Tetua Klan itu, sedang berpikir keras, dia tengah menebak apa yang sebenarnya direncanakan oleh Sekte Matahari Tenggelam ini.
“Kita datang kesini dengan membawa sekitar 100 orang, 10 orang harap kembali ke markas utama, sampaikan hal aneh ini pada Pemimpin Klan Samiri! Sedangkan yang lainnya menyebarlah dan ikuti mereka semua!”
Pria Tua itu memberikan perintah dengan tegas. Dia juga sangat cepat dalam mengambil keputusan paling tepat dalam kondisi seperti ini.
“Baik, Tetua Klan!” Semua pengintai yang ada disana langsung menyebar dengan cepat. Mereka mengikuti jejak kepergian dari orang-orang sekte.
Sedangkan Pria Tua yang dipanggil Tetua Klan itu kembali ke markasnya. Dia memiliki tugas lainnya yang berkaitan dengan Kerajaan Mahkota Elang dan Kekaisaran Gurun Abadi.
“Semoga saja tidak ada masalah, kebangkitan Sang Kaisar Tirani Pharaoh sudah di depan mata. Kalau sampai orang-orang membuat masalah, maka aku bisa mati dibunuh oleh Pemimpin Klan Samiri,” gumam Pria Tua itu.
Dia kemudian menghilang dari sana menjalankan misinya.
***
Dua bulan kemudian di tempat Alafin dan Pasukan Immortal.
__ADS_1
[Selamat! Master mendapatkan total 22 triliun PP & 2,2 triliun PS.]
“Akhirnya setelah 2 bulan lamanya, kita berhasil menaklukkan 10 Habitat Kalajengking Raksasa yang ada di lembah seluas kerajaan ini, benar-benar sangat menyenangkan, bukan?” tanya Alafin pada pasukannya.
“Kalau boleh kami jujur, tidak ada yang menyenangkan dalam pelatihan hidup dan mati ini. Bahkan kami semua hampir mati berkali-kali. Tapi, terima kasih karena Tuan Muda sudah menyelamatkan kami,” ucap Adofo.
“Benar yang dikatakan Saudara Adofo,” seru semua murid yang ada di sana.
Alafin hanya tersenyum ringan saja. Meskipun para muridnya terlihat kesal. Tapi, itu semua hanyalah tampilan depannya saja. Karena para murid itu kini sudah menyadari seberapa penting nyawa mereka sendiri.
“Baiklah-baiklah, pada akhirnya kita juga berhasil menyelesaikannya! Sekarang, bagaimana kalau aku memberikan kalian hadiah yang cukup besar? Kalian mau atau tidak?” tanya Alafin kepada semua muridnya.
“Tentu saja kami mau, Tuan Muda!” jawab semua murid.
“Kalau begitu tutuplah mata kalian dan duduklah dengan mengosongkan pikiran kalian. Aku akan coba meningkatkan kekuatan kalian dari Ranah Tyrant menjadi Holy Tyrant!” ucap Alafin menjelaskan.
“BERHENTI DISITU ANAK MUDA! SIAPA KALIAN?!” Segerombolan orang dengan pakaian serba putih menghampiri Alafin dan semua muridnya. Gerombolan orang ini mendekat, namun wajah mereka langsung terkejut.
__ADS_1
“Ka– kamu adalah Pemimpin Klan kami?” ucap salah satu orang yang mengenali Alafin.