ABSOLUTE WINNER SYSTEM

ABSOLUTE WINNER SYSTEM
BAB 048 - Kehancuran Total Kerajaan Elang.


__ADS_3

Istana Kerajaan Mahkota Elang.


“Apakah laporan ini benar-benar nyata, Jenderal Besar?” tanya Raja Elang.


“Saya tidak akan berani berbohong untuk hal seperti ini, Yang Mulia. 10.000 Pasukan kita sudah terbantai habis oleh orang-orang itu, bahkan pasukan kita kalah dalam waktu kurang dari 4 dupa,” jawab Jenderal Besar itu.


“Apa yang sebenarnya terjadi pada mereka semua? Hanya dalam waktu satu setengah tahun, mereka semua berhasil menjadi begitu kuat?” Raja Mahkota Elang tak habis pikir.


Andaikan satu setengah tahun yang lalu pasukannya berhasil mengambil Kristal Dewi Matahari itu. Maka, bisa saja sekarang dia sudah menjadi penguasa seluruh wilayah utara ini.


Sayangnya dulu, dia diperintahkan oleh Klan Samiri untuk tidak membuat pergerakan setelah kegagalannya itu. Tapi sekarang semuanya menjadi semakin rumit, karena musuh sudah sangat kuat.


“Kalau begitu kita tidak memiliki pilihan lain! Sekarang keluarkan semua pasukan kita dan hadang orang-orang bajingan itu agar tidak sampai di ibukota ini! Jangan sampai mereka menyerang kita!” tegas Raja Elang.


“Baik, Yang Mulia! Saya akan–”


*BOOOM!


*BOOOM!

__ADS_1


“Keluarlah Wahai Raja Mahkota Elang! Kami datang kemari untuk menuntut balas atas apa yang sudah kalian lakukan pada Sekte Matahari Tenggelam satu setengah tahun yang lalu! Keluarlah Raja Bajingan!”


Adofo berteriak keras, dia memimpin Pasukan Immortal untuk menjadi tim utama memasuki Ibukota Kerajaan  ini.


Sedangkan Alafin dan Klan Arabaz bertindak diam-diam ke tempat strategis untuk memberikan serangan telak nanti.


Raja Mahkota Elang yang mendengar itu langsung keluar dari Ruang Tahtanya itu. Dia bersama dengan seluruh petingginya, melihat 100 anak muda yang sedang terbang di langit.


“Siapa kalian semua? Kenapa juga kalian meminta tanggung jawab kami atas apa yang terjadi pada Sekte Matahari Tenggelam itu?” tanya Raja Elang.


“Kami adalah Murid Inti dari Sekte Matahari Tenggelam! Kami datang hari ini atas perintah dari Tuan Baru Sekte Matahari Tenggelam! Tugas yang kami terima adalah membunuh kalian semua!”


Adofo membentuk sebuah serangan raksasa, dimana dari langit muncullah sebuah tangan raksasa yang mampu menutupi setengah dari ibukota secara langsung. Kemudian dia mengayunkannya ke bawah.


“Apa-apaan serangan itu? Kalian semua cepat gabungkan kekuatan dan jangan biarkan Ibukota Kerajaan ini hancur!” teriak Raja Mahkota Elang.


“Baik, Yang Mulia!” jawab Para Petinggi Kerajaan. Mereka semua langsung menciptakan sebuah Perwujudan Sihir berupa Perisai Raksasa yang digunakan untuk menahan serangan Tapak Suci itu.


“Jenderal Besar! Perintahkan kepada seluruh prajurit untuk segera membantu kita!” tegas Raja Elang.

__ADS_1


“Baik, Yang Mulia!” Jenderal Besar itu langsung melesat cepat ke arah barak yang ada di wilayah istana itu. Dia juga pergi ke barak-barak pasukan yang lainnya, namun…


“Bagaimana bisa semua orang disini mati? Jika melihat dari serangan ini, mereka semua mati tidak lebih dari satu atau dua serangan. Siapa yang sudah melakukan ini?” tanya Jenderal Besar pada dirinya sendiri.


*WUSH!


“Jawabannya adalah kami, Jenderal Besar! Kamu masih mengingatku bukan? Orang yang sudah membunuh Penguasa Kota yang merupakan saudaramu itu?”


Alafin tiba-tiba muncul dan menaruh ujung pedangnya di leher Jenderal Besar itu. Dalam posisi ini, Si Jenderal tidak mungkin bisa lepas dari Alafin sama sekali.


“Sepertinya kami sudah kalah, bahkan aku tidak memiliki kekuatan untuk melawanmu. Semua pasukan kerajaan sepertinya juga sudah musnah. Kamu menang, Anak Muda!” ucap Jenderal Besar pasrah.


“Oh ternyata kamu bisa mengambil kesimpulan dengan tepat di posisi ini ya? Baguslah dengan begitu, aku tidak perlu repot-repot membalas apa yang sudah kamu lakukan para sekte matahari dulu! Tapi…”


“Bagaimana kalau aku memberikanmu kesempatan agar bisa hidup dengan tenang. Aku sudah tahu bahwa kamu masih memiliki keluarga yang harus diurus, kalau tidak salah kamu memiliki 10 istri sekarang, bukan?”


“Kalau kamu mau menerima tawaranku, kembalilah ke Istana dan bunuhlah Raja Elang dengan belati ini! Bagaimana keputusanmu?” tanya Alafin mengeluarkan belati pendek penuh dengan racun dengan tangan kirinya.


“Aku…”

__ADS_1


__ADS_2