ABSOLUTE WINNER SYSTEM

ABSOLUTE WINNER SYSTEM
BAB 025 - Kebangkitan Sihir Leluhur Aamori!


__ADS_3

“Pedang Kematian Kuno : Tebasan Beruntun 1000 kali!” Alafin langsung mengangkat pedangnya dan menyerang semua orang yang menerobos masuk itu, musuhnya kali ini adalah orang-orang dari kota itu sendiri yang merupakan mata-mata dari Klan Samiri.


“Itulah kenapa Ayahmu melakukan hal ini, karena dia tidak mau kamu mati mengenaskan sama seperti yang ibu alami, jadi maafkan ayahmu dan jangan membencinya.” Roh tadi masih meneruskan ceritanya.


“Dengan membuatmu dikucilkan oleh orang-orang dari kota ini, maka Klan Samiri tidak akan pernah mengira bahwa orang yang ditakdirkan menyegel Kaisar Tirani Pharaoh di zaman ini adalah dirimu.” Roh itu tersenyum kemudian menghilang begitu saja.


“Oh jadi orang yang selama ini kita cari adalah wanita itu, ternyata semua hal yang terjadi selama beberapa tahun ini adalah drama yang kalian lakukan ya para tetua?!” teriak salah satu orang lainnya yang tidak bertarung dengan Alafin.


“Kalau begitu sudah saatnya kami membunuh Anak Terkutuk itu sebelum menjadi penghalang untuk kebangkitan dari Kaisar Tirani Pharaoh kami, matilah wanita bajingan!” teriak orang itu menerjang Laila.


“Tidak akan aku biarkan, kamu adalah lawanku Tetua Utama! Aku tidak mengira bahwa orang yang sudah bekerjasama dengan Klan Samiri adalah kamu, padahal kamu adalah salah satu sahabatku!” teriak Ayah Laila.


Mereka berdua bertarung dengan sangat hebat, namun pada akhirnya karena luka lama yang diderita oleh Ayah Laila, membuatnya terpukul mundur dan menghantam dinding rumah itu hingga hancur.

__ADS_1


“Sekarang satu pengganggu sudah menghilang, waktunya membunuhmu anak cantik!” Orang yang disebut Tetua Utama itu mendekati Laila yang masih lemas di tanah setelah menerima semua fakta sebelumnya.


Namun ketika dia hendak mendekat Mansa melemparkan tombaknya dan berniat bertarung dengan Tetua Utama itu.


“Tidak akan aku biarkan kamu melakukan apapun pada Laila! Lebih baik kamu melawanku!” teriak Mansa sambil melesat dengan sangat cepat ke arah Tetua Utama itu.


Sayangnya serangan dari Mansa sama sekali tidak menggetarkan Tetua Utama yang sudah berada di Ranah Nirwana Puncak, Tetua itu berhasil menghempaskan Mansa dengan satu ayunan ringan tangannya.


“Hanya seorang pemuda yang tidak tahu bahwa sedang berhadapan dengan singa, sangat bodoh!” Tetua Utama itu sudah berdiri tepat di hadapan Laila yang tidak tahu harus melakukan apa.


Alhasil tebasan pedang itu berhasil ditahan oleh Ayah Laila dengan tubuhnya, tapi kematian sudah tidak mungkin dihindari olehnya, karena tebasan pedang itu sangat dalam dan sudah menusuk jantungnya dengan sempurna.


“A– ayah…” Laila yang melihat kematian ayahnya di depan mata sangat terpukul.

__ADS_1


“Ugh … anggap saja ini adalah penebusan dosa ayah yang menelantarkanmu, Putriku. Ayah sangat menyayangimu … ugh!” Tetua tadi mencabut pedangnya dan menusukkannya kembali ke tubuh Ayah Laila dan membuatnya mati seketika.


“Bagaimana rasanya melihat orang yang paling penting di hidupmu mati seperti ini? Kamu pasti sangat terpukul bukan? Tapi aku tidak peduli sama sekali, karena kamu akan mati juga! MATILAH ANAK TERKUTUK!” teriak Tetua Utama.


*BOOOOOOOM!


Sebuah ledakan keras terjadi, dimana orang yang menjadi pusat ledakan energi yang sangat besar itu adalah Laila. Tubuh Laila melayang=-layang di udara dengan kekuatan Bulan & Bintang yang mengitarinya.


Matanya terlihat sangat biru dan kedua tangannya sangat lihai memainkan serta mengeluarkan keterampilan yang merupakan tanda dari takdir yang diterimanya itu. Dia melihat Tetua Utama di depannya itu dengan dingin.


“Kamu adalah orang yang sudah membuat ayah dan ibuku mati di depan mataku! Kematian adalah hukuman yang terlalu cepat untukmu, kalau begitu Terperangkaplah Dalam Sihir Penyegel Abadi!” Laila mengayunkan tangannya dan muncul sebuah kubah sihir besar dan menghujam ke arah Tetua Utama itu.


“Tidak! Bagaimana bisa kamu menjadi sangat kuat, aku–”

__ADS_1


*BLAAAAAR!


__ADS_2